
Mari kita bicara tentang makanan
Saya cuma mengenal dua kategori soal makanan ...
Enak dan enak banget!
Mungkin ini disebabkan jaman kami masih kecil dan hidup prihatin...
Kami terbiasa memanipulasi rasa dan benak bahwa tidak ada makanan yang tidak enak ...
Mau yang ada di depan kami saat itu cuma nasi dan garam ... buat kami ya enak-enak saja tuh rasanya ...
Jadi sekarang, kalau sampai aku bilang satu makanan itu ndak enak ... walah, berarti rasanya memang ndak enak bukan kepalang hehehehehe
Saya juga suka sekali berkunjung ke rumah makan yang mempersilahkan tetamunya melihat si juru masak sedang bekerja ... 'open kitchen' ya istilahnya kalo ndak salah ...
setiap saya lihat juru masak dengan penuh konsentrasi melakukan pekerjaannya ...
atas nama 'menyek-menyek' momen mode on ... dan panggilan jiwa penuh drama ...
kegiatan juru masak dan masakannya selalu melemparkan saya ke masa kecil ...
Si Mamah, walaupun pembawaannya preman begitu .... tapi kalau sudah turun ke dapur
Bah! .... bagaikan Ibu Peri !
Dulu, jaman masih kecil ... kalau tandanya di meja makan cuma ada indomie goreng, nasi, dan telor ceplok ...
kami ndak berat hati .... karena kami tahu, ini adalah upaya si Mamah untuk melakukan penghematan gila-gilaan di akhir pekan supaya kami bisa menikmati salah satu dari tiga hal berikut ini:
1. Jalan-jalan ke toko buku Naga Mulia, Bogor dan memilih buku apa pun yang kami suka
2. Pergi ke toko kaset di jalan Merdeka Bogor dan memilih kaset yang kami suka
3. Si Mamah belanja ke Pasar Ciluar untuk memasakkan kami makanan istimewa
Naaaah, kalau opsi yang ketiga yang dilakukan ...
kami berdua --saya dan aan adikku-- tak henti dan tak bosan untuk ikutan ngendon di dapur sempit rumah kami ....
untuk menikmati pemandangan meneduhkan ...
raut wajah si Mamah yang mengendur tegangnya ... dan menghalus ronanya
air muka si Mamah yang seperti penuh senyum
masakan yang dibumbui rasa hati yang penuh cinta buat anak-anaknya
menikmati bagaimana si Mamah seperti melupakan sejenak lara hati.
hilang sudah untuk kami, rasa berat hati harus makan indomie goreng dan telor ceplok (dulu)
hilang sudah untuk kami, rasa berat hati mendengar teriakan si Mamah, "Mbak Saodaaaaah, anak-anak laper, beliin nasi bungkus di depan dooooong!!" dari senin-jumat (jaman kami udah beranjak besar dan kondisi ekonomi memungkinkan kami punya pembantu rumah tangga, juga mampu beli nasi bungkus hehehehe)
dan sekarang, saya sungguh rindu rumah .... saya rindu dimasakin babi merah .. babi kecap .. ikan bakar ... sambel mentah.. sambel mangga ... kangkung belacan ... sluurrrrp!!!
Oalaaaah thole cah ngganteng .... mau nulis kangen simbok aja kok segini panjangnya
hahahahahahahaha
Beberapa hari kemarin aku ngimpi buroook sekali ...
aku terhimpit diantara ribuan gigi palsu
gigi-gigi palsu itu berteriak riuh rendah Agus jahat .. Agus jahat ...
katanya ngimpi sampe terasa ndak bisa bernapas
edan! sekalinya mimpi buruk kok yo ngimpiin gigi ...
mbok ya, sekali-kali ngimpi duet sama Rhoma Irama gitu lho.... eh, itu sih ndak mimpi buruk ya heheheheh
begitu terbangun, ndilalah di depan mataku kok yooo langsung ngeliat tiga buah gigi palsu dalam gelas yang berisi cairan pembersih gigi ...
Agus jahat! mereka berkata halaaaah halaaaaah ...
mimpi buruk kok ada part kedua-nya belakangan ini, aku memang berencana berpisah dengan gigi palsu bongkar pasang yang selama ini sudah setia menampilkan sisi estetis dari senyum manis makhluk kece bernama Agus Arya ...
berbagai macam suka duka sudah dilewati ... dari yang memalukan ...............sampai yang .......................DOUBLE memalukan hehehehehehe
seingatku, begini pengalamannya:
setting:
warung pinggir jalan sop kaki kambing Dua Saudara, Simpang Lima, Semarang
Agus item sedang horny-hornynya kepengin makan sop kaki dan diyakinkan sama pak dokter ahli pembuat gigi palsunya bahwa gigi buatannya mumpuni untuk diajak mbrakot tulang kambing
DAN SANG GIGI PALSU MENCELAT DENGAN INDAHNYA KEMUDIAN NYEMPLUNG KE DALAM SEMANGKUK SOP KAKI SEPASANG KEKASIH DI DEPAN MAKHLUK MANIS --YANG TIDAK MANIS LAGI-- BERNAMA AGUS ITEM
Olalalalalala .... BUMI TELANLAH AKU!!!
setting:
diskusi badai otak dengan para petinggi kantor Agus item sedang dalam status pede tingkat tinggi berbicara ini itu tentang ide-ide briliannya .... para petinggi kagum .... sampai
SANG GIGI PALSU LONCAT INDAH KETIKA CANDA TAWA YANG DITEBAR SAAT BADAI OTAK MENGHASILKAN CEKAKAKAN DAHSYAT DAN MEMPERSILAHKAN RONGGA MULUT AGAK KENDOR ... DAN SANG GIGI PALSU KEGIRANGAN MAU LIHAT DUNIA LUAR!
Olalalalala .. .BUMI TELANLAH AKU!!!! ...................................
Diputuskan untuk mengetatkan ikat pinggang dan menabung lebih riang supaya bisa menaman gigi ...
ada lagu menanam jagung di kebun kita
sekarang, ada lho lagu baru menanam gigi di gusi kita
tapi harus dibayar dengan biaya sangat mahal .. sigh ...
dan sekarang....
gigi palsu sadar posisinya akan hilang edar
gigi palsu meradang
aku diserang lewat mimpi buroooookkkk .... sigh ...........
Raka,
Rinai hujan selalu saja berhasil membuat merindu.
tetesan air yang berarak-arak dari kejauhan
aroma manis tanah saat bergesekan dengan tetes air
seperti mekanis rel pemutar film yang memainkan momen saat saya pertama kali bertemu denganmu...
ndak pernah aku melankolis macam begini.
kenyang aku dengan paparan cerita roman picisan dari jaman aku masih kecil sampai sekarang.
kekasih yang merindu pasangannya yang jauh ada di seberang
kekasih yang selalu mengirimkan pesan singkat bertulis "Aku sayang kamu"
kekasih yang selalu bertanya "sudah makan belum?" di tiap rehat siang
dan berbagai macam perlakuan yang dianggap konyol lainnya... yang selalu aku baca di buku cerita, sinetron dan film kelas kacang goreng...
ternyata, yang konyol-konyol tadi...jadi ndak konyol sama sekali kalau sedang jatuh cinta
jopa japu tai asu roso keju ...
yang bau pun jadi berasa wangi ....
tapi aku ndak mau bercerita padamu tentang tai asu
atau tentang bau ...
kamu tentu tau kenapa aku merindu
aku merindu lelaki yang selalu menemaniku menikmati uap aroma biji kopi yang menyerah kalah ketika berkencan dengan air panas di dalam cangkir
aku merindu lelaki yang selalu melotot kagum setiap membuka kotak makannya berisi bolu kukus merekah sempurna dengan wangi pandan legit yang selalu aku beri untuknya
aku merindu lelaki yang selalu berhasil menjebol setiap pori-pori kulitku saat kulitnya menempel seperti lintah
aku selalu merindu lelaki yang selalu bilang aku nggak akan pernah bisa gendut meskipun di depan matanya perutku ini melambai-lambai seperti genderang marching band .... apa mau dikata, aku memang suka hal-hal gombal
merindu lelaki yang tak pernah menolak untuk bermain bersama rinai hujan sambil pelan-pelan kubuka kain yang membungkus tubuhnya dan aku lihat jelas kelaminnya gagah menyongsong rinai hujan... apa mau dikata, aku memang sedikit nakal dan liar
dan sekarang, saat aku menulis surat kangen ini
aroma biji kopi frustasi karena ditinggal pergi
bolu kukus wangi pandan, rekahannya melayu
pori-pori kulitku menguncup
dan kelaminku sudah siap-siap migrasi ke lemari pendingin
o iya, satu hal lagi Raka ...
Jaket yang kamu tinggalkan untukku sudah mulai ngambek menebarkan bau kecut karena aku ndak pernah rela melepasnya bergumul dengan mesin cuci.
samar, eksistensimu terasa setiap aku pakai jaket itu ....
iya, setiap kata yang ditulis di kertas ini ... aku membayangkan kamu sedang mesam mesem .. ngguyang guyu ... senyum-senyum di depanku ...
jauh dimata, dekat di hati bouw .... hehehehehe
aku ndak mau telpon ... nelpon kamu selalu meninggalkan residu lidah kelu dan mata mbrebes mili mau nangis ... percaya deh, ndak enak rasane'....
mending surat-suratan saja ya ...
sensasi membayangkan kamu menikmati lembar demi lembar surat ku ... jauh lebih cihuy dibanding aku nulis surel ... alias surat elektronik ... alias e-mail ....
menurutku, menulis e-mail kayak bersenggama dengan pekerja seks komersial .... tautan batiniahnya tereduksi gila-gilaan
Raka, rinai hujan masih setia menunggu aku selesai menulis surat ini ... Ia tak sabar mendengar kaki menandak menginjak tanah becek hasil persetubuhan tanah dan air
aaah ... nampaknya sekarang sensasi rinai hujan lebih menarik hati daripada berpanjang-panjang menulis surat untukmu
aku sudahi saja ya surat kangen tak berisi apa-apa kecuali kalimat-kalimat gombal ini ...
empat kali empat sama dengan enam belas
sempat tidak sempat harus dibalas
Salam rindu,
Srintil
(tulisan ndak penting ini dibuat jam 1 dini hari saat otak sudah menyerah untuk diajak kerja lembur)

Kemarin, saya menikmati salah satu yang saya anggap menu utama dalam kombo relasi bernama "pacaran" ....
Nonton di bioskop berdua... sambil genit2an pegangan tangan heheheheheh
"The Shinjuku Incident" film-nya... Jacky Chan dan Daniel Wu, bintangnya.
Temanya sih sebenarnya ndak baru-baru amat... kisah imigran gelap Cina
Jacky Chan bermain bagus di film ini.... jadi orang baik yang terjebak pada situasi dan kondisi yang salah ...
tapi, lagi-lagi ... alih-alih fokus dengan isi filmnya ...
di awal-awal film, justru otakku seperti menghadirkan layar tancapnya sendiri ...
Saya jadi inget awal-awal merantau ke Jakarta
Dulu, ide untuk kuliah dan memulai hidup di Jakarta, jauh dari angan ....
Saya kepengin hidup yang datar-datar saja ... kepengin punya dinamika hidup seperti riak kecil di kolam yang kecil pula .. tenang.. tanpa kejutan besar disana sini.
Tapi sang hidup mengatakan hal yang berkebalikan.
Pada saat itu, Gusti Sing Paring Urip bilang saya harus memulai babak baru ... dan ke Jakarta adalah pintu dari babak baru itu.
Saya
"Bapak, kayaknya Agus ndak mau kuliah di Semarang deh .... aku mau nyoba kuliah di Jakarta"
Bapak
"Emang mau kuliah dimana? piye tho .. udah mahal-mahal dimasukin sekolah arsitek kok yooo njaluk sing ora-ora ... arep maring Jakarta... kuliah ning Jakarta ... emange' ora butuh duit gedhe opo piye?"
terjemahannya: "emangnye lo kesane kagak pake duit??? aneh-aneh aje pikiran lo .. udah mahal-mahal gue masukkin kuliah jurusan arsitek juga!"
Saya
"Aku mau nyoba kuliah di UI Pak ... D-3 Komunikasi aja!"
Bapak
"Emang berapa biaya kuliahnya kalau kamu keterima disana?"
Saya
"Pokoknya taun pertama ... termasuk sama tetek bengeknya yaaaa .. sekitar 5 juta pak!"
Bapak kemudian masuk ke kamar .. dan keluar membawa segepok uang
Bapak
"Nih ya .... ini uang 5 juta ... pilihannya sekarang adalah, kamu boleh ambil uang ini.. pergi ke Jakarta .. jangan balik sebelum keterima di UI ... dan satu tahun pertama, TIDAK SEPESER PUN UANG selain uang ini yang akan aku beri!"
Saya ambil opsi itu ....
Si Mamah waktu itu dilarang memberi uang sepeser pun sama si Bapak...
uang tabungan hanya 4 jutaan waktu itu ...
saya nekad ....
pergi lah saya ke Jakarta
Gusti Sing Paring Urip menepati janjinya... saya diterima di UI
problem selanjutnya menemukan kost yang muuuuuraaaaah buanget ....
"Wisma Palm" nama kost-nya .... ditengah kebun di daerah Kukusan Kelurahan .... tempatnya serem ... Jin aja males buang anaknya di tempat itu ...
katanya berhantu .. makanya nggak laku
dan memang berhantu ... gimana ndak ... dari 16 kamar ... waktu itu cuma terisi satu kamar saja .. itu pun tidak ditinggali .. tak ada kabar berita ... ia menghilang begitu saja.
tapi murah sekali .. hanya 60 ribu rupiah saja sebulannya ..
"Wisma Palm" mulai terisi oleh tiga orang rantau ... mari aku perkenalkan
Iis Juli Arnowo
mahasiswa rantau dari Bali .... tampilan macam kentang ... bulet .. putih ... dengan raut wajah yang selalu penuh senyum.
Agus Hariyo Purnomo
Mahasiswa rantau dari Semarang ... tampilan kurus kering kurang gizi ... dengan ambisi mau hidup sukses di kota besar layaknya anak-anak perantauan lainnya
Dwi Sandi Nafia
mahasiswa berdarah menado yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah yatim piatu di daerah Cipanas karena orang tuanya menjadi TKW di Jepang.... jago main gitar ... punya mimpi membahagiakan adik semata wayangnya supaya ndak mengalami getir hidup seperti yang Sandi alami
bertiga kami waktu itu membangun support sistem untuk satu sama lain
saling menguatkan
saling memotivasi
saling mengingatkan
dan kadang-kadang juga berantem hebat ...
sekarang,
Iis Juli Arnowo sudah sukses hidupnya! jadi pengusaha jasa konsultasi teknis penyiaran untuk tv lokal seantero indonesia
Dwi Sandi sudah sukse pula hidupnya! jadi cameraman handal di sebuah TV Swasta terkemuka
dan saya? ... saya sangat menikmati hidup dengan semua detil-detilnya ....
sehabis filmnya terputar ... selain saya terharu dengan ceritanya ....
saya juga rindu dengan "Geng Wisma Palm"!!!
reuni-an aaaah minggu depan

Sudah lama ndak pernah nulis-nulis ndak penting macam begini ... makanya, aku kok bingung ya mau memulai dari mana... yo wis, jadikan saja tulisan ini sebagai kumpulan nukilan kejadian antara saya dan boo boo yang terjadi beberapa minggu lalu ...
Berikut kumpulan sempalan pembicaraannya:
Saya
"Boo boo .... aku kangen deh! i love you boo boo!"
Boo Boo
"YOOOOOIIIIII popo!"
--wooooww ... sungguh jawaban ekstra romantis hahahahahha--
Saya
"Aku kok dipanggil popo?"
Boo Boo
"Hippotatamus ....."
--wooooow .. saya baru tahu kalau KUDA NIL memuat makna panggilan sayang--
.................................................................
Sempalan pembicaraan ini terjadi saat saya dan boo boo menghabiskan waktu menyenangkan, "ngopi-ngopi cantik" dengan Mas Fa, Kak Novi, Mas Anton, Kak Cink Cink dan Mas Sebastian .....
Saya
"Kok diem aja?! .... malu ya? ... Mbok yao nimbrung gitu lho kalo lagi pada ngobrol"
Boo Boo
"Ah macam mana pulak ... kalian kan sudah ramai ... aku dengarkan saja lah ... aku bingung soalnya popo ... yang satu belum tuntas ngomong .. yang lain sudah sambar menyambar menjadi satu... nanti salah pulak aku menanggapinya", -batak mode on.
--wooowww .... ternyata kami kalau ngumpul ngobrol-ngobrol menurut dia sudah selayak ramai dan cepatnya kereta api jepang shinkansen hahahahahaha--
Saya
"Enak kan Mango Tofu-nya?!"
Boo Boo
"Bah ... po, mending besok minggu kita makan kembang tahu yang di pasar itu lho ... yang kuahnya gula jahe itu ... lebih enak itu po... dan lebih murah ... yang ini NGGAK MANIS!.... besok kita ajak lah mereka makan durian medan di KOTA ... lebih puas po!"
--woooow.... alamat cepet kaya nih hahahahah ... boo boo-ku selayaknya salah satu dasa darma pramuka ... HEMAT, CERMAT DAN BERSAHAJA .... serta RAJIN, TRAMPIL DAN GEMBIRA hahahahahaha--
Cink Cink
"Aduh ... oleh-oleh ini SIAPA YANG MAU YA?"
Saya
"Buat gue aja!"
Boo boo
"Bah!!! buat apa pulak BORGOL BERBUNGKUS BELUDRU PUTIH macam tu?!"
--wooooww ... perlu pelajaran KINKY-isme nih kayaknya dia hahahahahaa--
..........................................................................
Semenjak Boo boo punya kartu kredit yang menawarkan banyak potongan harga 50% untuk makan di restoran-restoran mahal .... kami punya ritual baru ... BERBURU RESTORAN DISCOUNT!
Boo boo
"Aduh ... nggak ada yang SUKSES nih kita hunting restorannya"
Saya
"Emang kenapa sih?"
Boo boo
"Mungkin karena harga discount... kenikmatannya juga kena RABAT!"
--Iiiiihhh...........SOK banget sih! hahahahahahaha--
......................................................................
Boo boo
"Beli apa?"
Saya
"Beli kue-kue basah buat kita makan di kost ... panada, papais pisang, sama kue cucur"
Boo boo
"KUE CUCUR ANGET-ANGET!"
Saya
" ..............????!!!! maksudnya apaan? ndak ada angin ndak ada ujan kok nyeletuk begitu"
Boo Boo
"KUE CUCUR ANGET-ANGET ... MUKE LU ANCUR BANGET.... gitu lhoooo popo!" --raut wajah mesam mesem maksudnya bercanda tapi kok ya garing jatuhnya yaa--
Saya
".......?????????!!!!!!!!!!!!!"
--ADA YANG MAU NGGAK DAPET JATAH KAYAKNYA MALAM INI hahahahahah--
...................................................................
Duh .... tak sabar menunggu kembalinya akhir pekan .....

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Mas Fa ... karibku yang menulis tentang mimpi buruknya.
Kemarin, saya berbincang dengan seorang psikolog pemerhati tumbuh kembang anak. Ibu elly Risman namanya...
Salah satu anugerah besar yang didapat dari bagaimana saya mencari uang adalah kesempatan untuk bertemu dengan begitu banyak orang-orang yang mampu memperkaya mengenai bagaimana saya memaknai hidup.
Ibu Elly Risman adalah satu dari begitu banyak orang-orang tersebut. Pada waktu itu, kami bicara tentang mimpi dan bagaimana hal tersebut mengubah jalan hidup.
Saya percaya kekuatan doa dan harapan ... mimpi adalah harapan, menurut saya.
Begitu banyak mimpi yang sudah dikabulkan... pada porsi yang sesuai.. dan sungguh, kurang ajar sekali nampaknya kalau saya tidak banyak bersyukur atas hal tersebut.
Ibu Elly bertanya, "Sekarang, mimpimu apa nak?"
Ketika beliau bertanya hal itu, diluar dugaan, saya sulit sekali menjawabnya....
"Semua mimpi masa kecil saya sudah terjadi Ibu Elly.. saya bingung mau minta apa lagi... tinggal jalani saja lah ... bentuk bersyukur saya yaaaa begini ini... mengurangi keluh kesah... selalu berusaha senang!", jawabku
"Nak, kamu harus tetap punya SINEMA HARAPAN! buat mimpi baru.. perlakukan itu seperti film yang terputar tak berhenti di benakmu.. dan nikmati lagi sensasi rasa dari mimpi yang jadi kenyataan nak!", jawab Ibu Elly.
Selesai pembicaraan itu.. saya punya pekerjaan rumah baru...
BERMIMPI....
Semoga mimpinya ndak mimpi buruk kayak Mas Fa

Cerita ini sempat terlupa, karena kejadiannya sudah beberapa minggu lalu ... sebulan yang lalu lah kalau tidak salah...
Pada satu akhir pekan saya berkunjung ke rumah salah seorang karib saya ... Naomi namanya....
Ibu muda yang dititipi Gusti Sing Paring Urip sepasang anak kembar yang lucu
Annabel dan Sebastian ... umur 5 tahun ...
pembicaraan antara saya, Annabel dan Sebastian terjadi di depan kolam ikan koi di sebuah restoran di daerah Depok ...
Me
"Annabel ... Sebastian .... lihat, waaaahhh ikan koi-nya lucu-lucu yaa!"
Annabel dan Sebastian berteriak girang ...
ada empat koi paling besar dan paling cantik yang kami setujui bersama...
Me
"Hemmm .... kalo ikan koi-nya om Agus bisa beli ... Om Agus mau beliin buat kalian deh.... Annabel, kamu pilih yang mana?"
--Annabel dan Sebastian nampak berpikir keras .... empat ikan koi sungguh sulit memilih salah satu... semuanya baguuus!--
Annabel
"Yang merah aja Om!"
Sebastian
"AKU MAU SEMUANYA!"
--wajah si om Agus, heran mode on--
Me
"Annabel kenapa cuma milih yang merah?"
Annabel
"Ikan yang merah yang paling bagus .... ehmmmm ... bagus semua sih om, tapi yang merah, paling bagus! ..."
Me
"Sebastian, kenapa pengen semuanya?"
Sebastian
"Kan yang empat ini yang paling bagus diantara banyak ikan koi di kolam ini .... AKU MAU YANG PALING BAGUS! kalau emang ada empat... nggak apa-apa ... tiap hari aku bisa main dengan ikan koi yang paling bagus dan beda-beda ... senin, bisa mainin yang warnanya putih ... selasa, bisa mainin yang warnanya merah ... terus besoknya yang ada totol merah di kepala... terus besoknya lagi yang warna item!"
Me
"Tapi emang Sebastian bisa sayang sama semuanya?"
Sebastian
"Bisa! ... kan maen sama mereka giliran!"
Me
"Kalau ikan koi-nya ada yang iri satu sama lain gimana?"
Sebastian
"Nggak lah ... kan aku sayang sama semuanya!"
...... speachless

Ditengah pekerjaan yang sungguh membuat lelah dan tenggat waktu untuk setiap detilnya
Saya harus menulis
tentang apa pun ...
sebelum otak saya malah mogok dan mau disuruh bekerja ...
Baiklah ... ehmmm aku mau nulis apa ya ... sembari mengetik, sebenarnya ndak tau sih mau menulis apa ...
O iya,
tadi pagi, saya menemukan benda yang sarat kenangan ...
sepasang sepatu olahraga ... terbungkus rapih dalam koper yang saya ingin pindahkan isinya ke dalam lemari. Isi koper itu tak pernah tersentuh sebelumnya karena memang hanya "sampah" yang ada di dalamnya...
"sampah" yang membawa rasa ... dan salah satunya si sepasang sepatu olahraga lusuh itu.
penyakit memang, saya sulit sekali berpisah dengan barang-barang yang menautkan saya dengan rasa...
Sepasang sepatu olahraga itu saya keluarkan dari bungkusnya ...
Ingat sekali, sepatu olahraga merk BATA ini dibelikan Opium, si mantan pacar pertama ....
selayaknya menamakannya Opium karena Ia sudah berhasil membuat saya --dulu-- ketagihan dengan kehadirannya di setiap saat menjalani hidup... sepatu ini pun berhasil membuat saya seperti balerina di dongeng anak-anak yang tak bisa melepaskan sepatu balerinanya dan terus menari bersama sampai Ia kehabisan napas dan kemudian mati ...
Ingat sekali, Opium membelikannya saat saya bersiap-siap untuk mendaftar seleksi masuk AKABRI dulu ....
"Opium, aku mau buktikan sama Bapak kalo aku bisa lebih sukses dari dia! ... aku mau masuk AKABRI .. ini niat aku dan Aan! .. kalo aku gagal, Aan mesti berusaha mewujudkan niat ini!"
dan hadiah ulang tahun saya, dibelikanlah olehnya sepatu olahraga
setiap pagi, Opium membangunkan saya
setiap pagi, berlari lah saya selama satu jam dengan sepatu itu
setiap kali saya kecil hati, sepatu itu dulu berlaku layaknya dopping untukku ...
dia bilang, "Ayo lari lagi Agus ... ayo lari!"
Sang sepatu membawa saya lolos tes masuk AKABRI tingkat Jawa Tengah
Sang sepatu menjadi saksi saya melewati seleksi AKABRI nasional di Magelang dan gagal ...
Sang sepatu menjadi teman saat saya sedih bukan kepalang sampai saya termangu berjam-jam di sebuah lapangan setelah pengumuman kegagalan ...
Sang sepatu menjadi teman saat saya seperti orang idiot berdiri berjam-jam di terminal bus Magelang dan serasa tak tau jalan untuk pulang ke Semarang ...
Sang sepatu menjadi saksi saat saya di jemput di Terminal Terboyo Semarang oleh Opium dan saya tanpa malu memeluknya erat kemudian menangis lama sekali di pelukannya
Opium bilang waktu itu, "Kamu sudah membuktikan bahwa kamu itu pejuang ... kamu ndak menyerah sampai ujung akhirnya .... ayo kuat!"
Setelah kejadian itu, salah satu benda yang selalu saya lihat... saya keluarkan dari bungkusnya .. ya si sepatu itu ...
bahkan ketika merantau ke Jakarta... ada satu koper khusus dimana saya membawa semua benda yang membawa rasa ... pengingat bahwa saya harus selalu kuat menghadapi apa pun masalah, karena saya dulu pernah menghadapi tantangan hidup yang lebih berat dari sekarang ...
Gusti Allah sungguh ajaib...
Pagi tadi, saat saya sedang butuh dikuatkan ...
IA menuntun saya untuk membuka koper itu ...
dan menemukan sang sepatu.
Gusti Allah ternyata bilang, "Agus ... yang kuat ya nak!" tadi pagi

Membaca catatan-catatan yang ditulis oleh Mbak Tatyana, selalu membawa sejuta makna buat saya ...
Mungkin karena Mbak Tatyana sering sekali menulis tentang masa kecilnya ... hubungan Ibu dan Anak .. dan polah tingkah anak semata wayangnya Adi
Satu topik yang selalu berhasil menguatkan saya kala hati sedang rawan ...
Satu topik yang walaupun sesedih apa pun kenangannya .. di ujung, saya selalu berhasil tersenyum ... dan bersyukur
Kemarin Mbak Tatyana menulis tentang Janji dan Bahagia ...
ada satu nukilan lagu anak-anak yang terngiang dan tertulis di catatannya:
"Jika 'ku sudah besar nanti, 'ku pergi dengan Ibu
Ibu boleh pilih sendiri ke mana yang dituju
Jika Ibu pilih Jogja, Bandung dan Semarang
Aku yang beli karcisnya, karcis kapal terbang..."
..................................................
Satu pertanyaan yang selalu muncul saat saya berbicara dengan si Mamah dan tak pernah bosan saya menanyakannya ... jawabannya selalu sama ... tapi mungkin saya selalu butuh untuk diyakinkan ...
"Mamah ... Agus udah bikin Mamah Senang?"
Mamah menjawab, "Kamu senang dengan hidupmu thole cah bagus?"
"Senang Mah ... senang sekali"
"Thole anakku ... kalau kamu senang dengan hidupmu, menjalaninya selalu dengan gembira dan melangkah ringan tanpa beban ... kamu sudah berhasil bikin aku senang bahagia Nak"
ada banyak janji ... ada banyak hal menyenangkan yang ingin saya lakukan buat si Mamah ...
semoga saja janji-janji itu bisa dilunasi saat si Mamah masih bisa menikmati hidup dengan penuh ...
satu tahun kemarin, kalau dirunut, banyak sekali janji yang sudah dipenuhi:
1. Jalan-jalan berdua di pantai kuta dan lombok .. walaupun di lombok cuma sehari
2. Mbeliin ibu saya PS2 ... walaupun sekarang sudah rusak dan minta dibeliin Nintendo Wii (lagi) supaya beliau bisa main game masak-masakan dan mancing dengan adik-adik tiri ku yang sungguh membuat kangen belakangan ini
3. mengurangi kebiasaan merokok jadi satu bungkus untuk tiga hari ... dengan catatan, kalau syuting ..ya ndak janji bisa begitu hahahah ... satu bungkus sehari saat syuting
4. Lebih banyak nemenin si Mamah ke Pasar Peterongan, belanja-belanja saat saya bisa pulang ke Semarang .... toh jalan-jalan sama Phillip dan Sebastian, dua karibku di sana lebih banyak dilakukan malam hari hahahah ... maklum, mereka kan anak malam dan sosialita inggil Semarang gitu lho hahahaha
5. Lebih sering menelpon beliau supaya ndak kesepian .. katanya belakangan ini, Mamah gampang sekali kangen sama anak-anaknya ....
6. Kembali ke jalan yang benar dengan mencari pasangan hidup yang "nggenah" ... serius ... ndak lagi semata karena disetir kelamin hihihii ... tuh, berapa banyak lelaki yang jujur sama Ibunya menceritakan dengan terbuka "petualangannya" hahahah....
7. Ndak mabuk-mabukan kalau kebetulan diajak teman pergi menjajah lantai dansa heheheh ... ya ya ya Bir satu gelas masih ditolerir .. lha wong biasanya minum bir juga kalo pulang ke rumah .. ya kan Mah?! hehehehehehe
Daftar utang janjinya untuk si Mamah masih panjaaaaang .... mungkin ndak akan pernah bisa dilunasi semuanya .... tapi kata-kata si Mamah:
"Thole anakku ... kalau kamu senang dengan hidupmu, menjalaninya selalu dengan gembira dan melangkah ringan tanpa beban ... kamu sudah berhasil bikin aku senang bahagia Nak"
jaminan buat saya ....

Semenjak berteman dengan Ibu-Ibu muda ... menikmati segala cerita mereka tentang kelakuan anak-anaknya ... saya semakin tergugah rasa keibuannya .. lho, hahahaha ...
Maksudku, aku semakin paham perasaan mereka ...
Untuk mereka yang masih punya anak balita, aku semakin paham betapa hampir frustasinya mereka-mereka ini, karena walaupun udah dijaga sedemikian rupa ... selalu saja, buah hatinya gampang jatuh sakit ... dan wahai Ibu, saya baru tahu.. kalau balita itu jatuh sakit 6 kali dalam setahun, itu masih normal-normal saja. Maklum, mereka ini masih ada di fase oral .. semuanya dimasukin ke mulut! gampang sekali kemasukan kuman ... padahal daya tahan tubuh mereka ini dimulai dari saluran cerna :) jadi, tolong ... untuk anda yang punya anak balita, jagalah kesehatan saluran cernanya Ibu-Ibu muda hehehehe ....
Mbak Tatyana, kemarin bercerita di notes-nya tentang rasa kuatir .... bagaimana Mas Adi, anak semata wayang yang sungguh disayang tiba-tiba saja menghilang ndak ada kabar .. orang satu rumah ndak ada yang tau Ia dimana ... udah lah, Mbak Tatyana seperti kebakaran wig ... aku mau nulis kebakaran jenggot, tapi ......... punya ndak ya Mbakyu ku yang cantik itu jenggot? .. kurasa sih ndak ada ... terakhir aku ketemu beliau kayaknya sih ndak berjenggot .. lha wong cuantik jheee heheheheh.
Membaca tulisannya, saya jadi teringat kembali masa-masa kecil saya ... sekaligus rasa terbit rasa bersalah heheheh ...
Dulu, saya .. eh ralat, kami --Aku dan adikku Aan-- sering sekali membuat si Mamah kuatir ....
sebagian dari rambut putih yang dimilikinya sekarang, kami mungkin ikut andil hahahahah
Dulu, kami ini baduuuuung sangat!
Apalagi kami ini tinggal di pinggiran kota Bogor .. Kabupaten Bogor ... daerah Kampung Kramat namanya.... komplit lah sudah situasi mendukung kebadungan kami ...
ada sawah, lapangan luas ... sejuta pohon untuk dinaiki .. sungai ... kebun singkong ... nah, anak kecil mana yang tak tergoda untuk lebih banyak bermain daripada duduk manis belajar.
Semua kenakalan khas anak kecil yang rada nyrempet maut pernah kami lakukan.
Diseruduk kerbau ngamuk sampai hampir pingsan ... pernah
keseret arus sungai yang tiba-tiba deras dan serasa jadi karambol hidup terantuk-antuk batu sungai segede kerbau .... pernah
diserang sekawanan tawon ngamuk karena sarangnya ndak sengaja kami jatuhkan dari pohon ... pernah
digigit ular sawah karena kami sangka belut raksasa ... pernah
macam-macam lah ...
coba bilang, Ibu mana yang ndak kuatir ketika anaknya pulang, badan babak belur nangis-nangis setelah kejadian macam di atas .. dan ndilalah kok anak-anaknya ndak kapok gitu lho ... hahahahaha
Mamah dulu cuma ngurut dada .. udah capek marah-marah hahahahah
Ibu mana yang mau beli baju mahal-mahal kalau setiap hari .. bajunya koyak ... bau lumpur .. bau matahari ... alhasil ... kami cuma dibelikan baju-baju murah di pasar ciluar .. belinya lusinan pula! hahahahahah
Ibu mana yang mau beli sabun dan sampo mahal kalau setiap hari .. anaknya pulang bau sangit terbakar matahari .. kulit terkopek-kopek karena keseringan mandi di kali ... dan rambut merah jagung karena keseringan maen layangan ... walhasil, kami cuma dibelikan itu lho .. sampo merk KAO yang kayak bubuk detergen hahahahahah
baru sekarang .. setelah gede ... nyadar buanget ... kalau dulu, kami ini adalah pemicu serangan jantung buat si Mamah ... aduh aduh aduh, maafkan lah kami ini, anak-anakmu ya Mah ...
Tapi, mengabaikan kami badungnya ampun-ampunan ...
kami berdua selalu juara kelas ...
kami berdua haram hukumnya tak naik kelas ...
bukan karena kami pintar ...
tapi untuk yang satu ini, Si Mamah punya kalimat dahsyat yang sukses bikin kami takut bukan buatan! ...
untuk yang satu ini .. Si Mamah berkata:
"Mamah nggak peduli kalian sebadung apa .... nggak peduli kalian mau ngerjain PR atau nggak .. nggak peduli kalian mau belajar atau nggak .. tapi awas, KALAU KALIAN SAMPAI NGGAK NAIK KELAS!!!!! KALIAN MAMAH KIRIM KE RUMAH YATIM PIATU!!!!! percuma capek-capek cari uang kalau begitu .. mending kalian di urus orang lain .. uang yang Mamah punya, Mamah pake buat senang-senang sendiri!"
Naaaah, itu yang bikin kami takut ahhahahahahahahah ....
badung jalan terus .... tapi juara kelas???? sudah pasti!

Kita diciptakan dengan keajaibannya sendiri-sendiri ...
Ada tugas menuliskan 25 hal unik tentang saya dari beberapa karib ... yah, sembari menunggu tenggat waktu pekerjaan berikutnya, saya sempatkan menuliskannya.
Begini daftarnya:
- Sampai sekarang saya tidak pernah bisa mencari pengganti yang mampu mengalahkan kenikmatan sarapan pagi berupa nasi putih hangat yang diberi susu kental manis rasa coklat. Aduh, membayangkannya saja sudah membuat air liur sukses terbit.
- Salah satu G-Spot saya ada di mata kaki .. hahahaha ... coba dijilat, saya bakal menggelinjang nikmaaaat .. ok, too much information here ...
- Tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan nonton film di bioskop! untuk film-film yang saya suka ... saya bisa menontonnya berulang kali di bioskop ... terakhir kali, saya menonton film Valkrye sampai 4 kali ... rekornya adalah nonton "Titanic" 19 kali ... "Speed" 12 kali ... "Life Is beautiful" 15 kali kalau ku tak salah ingat.... "Kungfu Panda" 10 kali .... ya ya ya ... saya punya DVD bajakannya .. tapi mendengar deru suara yang "bergerak" dari sisi kiri ke kanan atau dari depan ke belakang di ruangan gelap dan kursi yang nyaman .. wah, sungguh tidak ada bandingannya
- Saya suka ke pasar tradisional ... makan kue basah ... dan melihat wajah orang-orang .. melihat hiruk pikuk di pasar ... menyenangkan sekali
- Saya magnet untuk anak kecil ... entah kenapa, anak-anak kecil itu mudah sekali akrab ... ini menguntungkan sekali karena belakangan ini saya harus menghandle aktivitas komunikasi sebuah brand susu untuk balita dan kebanyakan talent-nya balita-balita yang gampang sekali mengamuk ... somehow, begitu "pawangnya" dateng .. sumringah semua mereka hahahahahah
- Menurut saya, orang yang bisa memasak.. bertambah keseksiannya!!! mau itu lelaki atau perempuan .. sukaaa sekali melihat koki memasak! heheheh seksiii sekali!" sungguh aneh ... padahal, saya termasuk "buta rasa" ... kata karib dekat ... buat saya, cuma ada dua kategori rasa makanan: enak dan enak banget! .. jadi kalau saya bilang satu makanan itu enak... berarti sebenarnya rasanya cuma lumayan hahaha ...
- Pencabik bass gitar juga menurut saya seksi!!! hahahahahah aduuuuh, cabiiikk akuuu! ....ok, stop it agus!
- Saya pengen sekali duet karaoke dengan Rhoma Irama! kalau ternyata mimpi ini terkabul, saya ingiiiin sekali duet lagu "Mandul"
- Ini hanya bisa dilakukan kalau saya lagi banyak duit.... saya suka sekali naik taksi malam hari dan keliling-keliling tak tentu arah sambil menikmati suasana malam ... saya cuma bilang sama supir taksinya: "Paak .. keliling Sudirman, terus abis itu keliling jalan-jalan protokol ya .. yang banyak lampu-lampunya ... kalo saya udah puas, balik lagi ke sini" .... cuma menikmati suasana jalan.. sesudah itu pulang
- Tak ada yang bisa menggantikan sapu tangan buat saya ... tissue itu ndak ada artinya heheheh pokoknya harus sapu tangan .. jeleknya, mudah sekali rasanya menghilangkan benda ini ... kadang tertukar waktu dicuci sama si mbak .. kadang tertinggal .. macam-macam lah ....
- Klepon ... tau kan jajan pasar bernama klepon ... terbuat dari tepung ketan, isinya gula jawa dan dibalur parutan kelapa muda ... nah, buat saya .. siapa pun yang menemukan makan ini ... GENIUS!!!! Klepon adalah makanan paling enak sedunia menurutku ...errrrrrrrrrrrrrr.... wait, klepon sebanding lah dengan babi panggang!
- Paling jago menghapal lirik lagu! hahahaha ... teman-teman menjuluki saya Juke Box berjalan untuk kemampuan yang satu ini.
- Mulut saya terkoneksi langsung dengan apa yang sedang dipikirkan ... kadang saya mengucapkan tanpa sadar apa yang sedang ada di dalam kepala ....agak berbahaya, karena celetukannya biasanya JUJUR tanpa basa-basi hehehehe
- Satu lagu yang selalu berhasil membuat saya semangat kala hati sedang lara karena cinta .. tsaaaah heheheh ... "Your Song" dan harus Elton John yang nyanyi .. selain dia .. berkurang dampaknya!
- Pepaya Hawai adalah buah terenak yang pernah diciptakan Tuhan nampaknya hahahahah
- Satu mimpi yang hanya akan jadi mimpi saja nampaknya .... pengen tau apa rasanya jadi penari telanjang
- Ini satu hal yang membuat kalang kabut kalau sedang melancong ... saya susah buang air besar di tempat yang baru .. butuh waktu sekitar dua atau tiga hari untuk bisa ploooong buang hajat di tempat baru ... hahahahaha
- Saya suka makan rujak uleg pakai nasi putih anget
- saya suka membayangkan adegan karikatur saat sedang berkumpul ... mau itu lagi ngopi-ngopi cantik ... atau lagi makan bersama .. ngobrol ... kadang suka asik dengan adegan-adegan yang cuma ada di kepala saya ... jadi mohon dimaafkan kalau terlihat 'pendiam' saat berkumpul ... bukannya ndak enjoy, tapi ya itu tadi .. HERI alias heboh sendiri hahahahaha
- saya takut dengan kucing!
- saya takut dengan kepala lele ... makanya, selalu wanti-wanti kalau lagi makan pecel lele ... untuk membuang lebih dahulu kepalanya sebelum disajikan
- kecanduan dengan pijat refleksi
- kalau sedang susah tidur, putarkan saja lagu "Unchained Melody" Righterous Brothers ... cesplenggg!!!! dua kali puteran lagu .. bablas!!!!
- Setiap dengar lagu Frank Sinatra ... aku selalu bergairah ahahahahaha ....
- pengen nyobain gabung di sebuah grup musik reggae!
Naaah, sudah selesai ... ayooo sekarang giliran kaliaaan!!!!

Kemarin,
Saya punya kesempatan untuk bertemu dengan banyak kawan lama ... dan juga kawan baru
menyenangkan sekali.
Sekarang, setiap punya kesempatan berkumpul ... saya cenderung lebih banyak mendengar ... menimpali sesekali saja.
senang mendengar mereka bercerita tentang pencapaian mereka
ikut bangga ...
di tengah keramaian yang sungguh menyenangkan itu, dalam hati sungguh saya berdoa ...
semoga saya dijauhkan dari rasa iri ...
karena saya tidak mau kehilangan rasa hangat di dada ini, setiap kali saya berkumpul dan mendengar mereka bahagia dengan pencapaiannya ...
berkumpul dengan mereka ... bikin rasa hati hangat sekali

Saya sedang sangat menikmati catatan yang ditulis Mbak Tatyana... salah seorang karibku.
Sungguh aneh, bagaimana saya merasa sedemikian dekat dengan seseorang yang cuma saya temui satu kali, kemudian tak pernah bertukar kabar sekian lama dan karena facebook, kami dipertemukan kembali ...
Saya menikmati sekali bagaimana dengan caranya sendiri, Mbak Tatyana berusaha membuat segala kejadian... pembicaraan ... hal-hal kecil antara Mbak Tatyana dan anak semata wayangnya Adi menjadi begitu bermakna.
Tidak hanya untuk Adi ... tapi kurasa untuk Mbak Tatyana sendiri.
Seperti kemarin, Ia bercerita bagaimana kucing punya pertalian makna antara dirinya dan Adi ...
Aduhai,
indah nian ...
satu benda ...
satu waktu ...
satu tempat ...
bisa jadi penanda rasa.
Saya lupa, apakah saya pernah menulis ini atau belum ....
manusia kan gudangnya lupa,
jadi biarkan saja tertulis dua kali ...
ada beberapa tempat yang sukses menjadi penanda rasa buat saya ...
setiap saya lihat tempat itu ...
sepintas lewat ...
atau bahkan ketika tempat itu selintas muncul dalam benak saya
ada satu penanda rasa yang muncul ....
Mari kita tengok:
Kolam Renang Milakancana Bogor
Sederhana saja ... tempat ini mengingatkan rasa senang makan ubi goreng, dinikmati selepas renang yang hanya 100 rupiah untuk satu gorengan besar .... rasa lapar memang bumbu legit untuk nikmat, begitu nikmat di dapat, sensasinya menjalar sampai ke hati :)
Sederhana saja ... tempat ini sukses membuat saya terngiang-ngiang dengan suara Dian Piesesha yang berjodoh dengan setiap kedatangan saya di kolam renang itu .... lagu Dian Piesesha karangan Pance Pondaag terputar berkali-kali setiap saya kesana ....
"Malam ini tak inggggiiiiin akuuuuuu sendiiriiiiiiiiiii ..... kucariiiii damaaaaaaiiii bersamaaaaa bayangaaaaanmuuuuu ... hangaaat pelukaaaan yang masiiiih kurasaaaaa"
yap, begitu lah nukilan liriknya, kawan :)
sederhana saja ... tempat ini mengingatkan saya pada satu pesan moral:
"Kalahkan rasa takutmu, dan kamu akan berhasil"
di kolam renang ini, waktu kecil saya pernah diceburkan paksa ke kolam sedalam satu meter oleh Bapak ... saya dibiarkan megap-megap hampir tenggelam sementara Bapak diam saja tak menolong cuma berdiri di pinggir kolam ... waktu itu saya yakin sekali ... bahwa Bapak akan membiarkan saya mati tenggelam! wajahnya datar tak memperlihatkan keinginan menolong.
pilihannya adalah berusaha mengambang sekuat mungkin ... atau mati
dan saya mengambang ... belajar berenang ... dalam cara yang sungguh spartan.
ketika saya berhasil belajar mengambang, Bapak cuma bilang,
"Tuh kan, bisa kan?!" .... sigh
Gedung Sarinah Thamrin
ketika punya kesempatan ke Jakarta bersama si Mamah ... dalam bus kota yang melintas gedung itu, saya pernah berkata
"Mah, pada satu saat... aku akan bekerja di gedung bertingkat itu! aku berdasi... wangi .. tanpa muka berkeringat kusut masai kepanasan ... dan bergaji besar, cukup besar untuk membelikan apa pun yang engkau mau Mah"
aih, sungguh impian ala pemuda desa saba kota ..
aih, sungguh nyata betapa film-film yang ditonton di era 80-an berhasil mencuci otakku tentang bagaimana potret kesuksesan ...
sekarang, setiap kali melihat gedung itu
saya sering tersenyum geli dalam hati ...
membayangkan betapa konyolnya penampilan saya dengan celana baggy ber-ploy dua garis ala celana "Mobile Power" .... kemeja lengan panjang ... ala eksekutif muda seperti yang ada di benak saya waktu itu ...
hehehe ... nggak banget ya!? ...
Gazebo FISIP UI
Dulu, di dalam kampus FISIP UI ... ada satu Gazebo ... setiap saya menunggu kelas kuliah berikutnya... saya selalu duduk disana
mbeli brownies yang rasa coklatnya meninggalkan getir di langit-langit lidah (tapi nggak pernah kapok) ... dan juga pisang coklat ... penjualnya legenda FISIP UI lah ... Mang Pendi namanya kalau tak salah kuingat
tempat itu meninggalkan banyak rasa buat saya
Dulu, saya sering bengong sendiri melihat mahasiswa lain lalu lalang dan tak habis pikir,
"Laaah ... pegimane carenyeeeee kiteee bisee adeee disiniiii yaaaak?!"
Jalan hidup memang ajaib... saya selalu terheran-heran ...
si bodoh ini, berhasil saba kota .. kuliah di kota besar ... dengan cara yang sungguh ajaib ... hemmmm ........ pada satu saat akan kutulis lengkap bagaimana caranya saya terdampar di Jakarta untuk kali pertama
Dulu, di gazebo itu pula lah saya bertemu muka dengan pengarang idola saya ...
Seno Gumira Adjidarma ...
ketika kali pertama saya menyadari bahwa yang di depan saya itu adalah Seno Gumira ... kurasa ....................... aku ................................ngompol ..........................sedikiiiiiiiiiiiiiiiit ...
saya pandangi betul orang itu ...
sampai beliau risih dan disangkanya saya homo yang jatuh cinta pada pandangan pertama, sepertinya ....
sangking terpesonanya... saya waktu cuma bersalaman dan bilang
"Mas Seno .. saya agus ... makasih mas!"
dan terbirit-birit pergi ... tanpa minta tanda tangan atau ngobrol-ngobrol ...
kawan, kalau ada diantara kalian mengenal orang ini .... sudi lah mintakan padanya tanda tangannya untukku ........
Masih banyak tempat penanda rasa lainnya ...
tapi aku sudah mengantuk ...
apa obat mengantuk ? tidur pastinya
ceritakan padaku kawan,
tempat penanda rasa mu ....

Mbak Tatyana adalah pemicunya!
Salahkan beliau karena saya kemudian tergelitik menulis ini.
Mbak Tatyana saya kenal saat saya bekerja menjadi seorang producer radio program di sebuah station radio cukup kondang ...
Dulu, Ia pernah menjadi salah satu tamu siar yang saya undang untuk mempromosikan album musikalisasi puisi-puisi yang sungguh indah dari Bapak Sapardi Joko Damono ...
"Dua Ibu" nama grupnya ... ada Mbak Tatyana sama Mbak Reda Gaudiamo kalo tak salah ingat... Mbak Reda, kalo nggak salah lagi, dulu bekerja sebagai pemimpin redaksi sebuah majalah yang banyak bicara tentang bagaimana memuaskan si "Mr. Happy" dan membuat para perempuan ibukota punya sikap "Fun Fearles Female" ... bweeeeeh beraaaats! hahahah
tuh kan, malah ngalor ngidul :)
Mbak Tatyana kemarin memasukkan saya dalam daftar nama di salah satu notes yang Ia tulis
Ia menulis pembicaraan khas Ibu dan Anak ... tentang cinta ... dan mencintai ...
menyentuh sekali ... dan lucu ...
saya sungguh iri dengan mereka-mereka yang bisa menulis sesuatu yang indah dengan penuh rasa humor ... susah lho ...
setiap saya mencoba menulis dengan penuh rasa lucu ... kok jatuhnya --katanya teman sih-- jadi "black comedy" ....rada getir-getir gimanaaaa gituh heheheh
susah,
ada bilang : "Muka Rambo ... Hati Rinto" ...
lha kalo saya ini: "Muka Rinto ...... hati Waldjinah" .... mendayu ndayu hahahahah ....
anyway ...
saya mau bicara tentang bagaimana dulu saya diajarkan bagaimana cara mengasihi sepenuh hati oleh Ibu saya ...
seperti yang pernah aku bilang kawan...
kami dulu pernah punya satu buku tulis besar yang wajib kami tulis setiap malam menjelang tidur .. dan pagi hari sesegera sesudah kami bangun .. kami kembali baca ...
satu saat,
pada satu malam, Si Mamah menulis di buku itu ...
lama sekali ia terpekur di depannya ...
kami mencuri pandang ...
tak sabar rasanya mau tahu... mimpi apa yang sedang Ia tulis .. untuknya.. untuk kami ...
tapi malam telanjur larut ...
kami tertidur
keesokan paginya ... baru kami membaca tulisan si Mamah tadi malam ...
kabur dalam ingatan saya sekarang bagaimana persisnya tulisan itu ...
coba mengingat :
"Mas .. Adek ... anak-anakku ... pada satu saat kalian akan jatuh cinta. Percaya lah nak, rasanya akan sama seperti Mas dan Adek senang sekali Mamah ajak ke toko buku Naga Mulia di jalan Merdeka itu. Mencinta lah sepenuh hati ya anak-anakku ... jangan berkata dusta ... jangan khianat ... perempuan itu ditakdirkan untuk dihormati dan dihargai sepenuh hati. Dalam setiap perempuan, sebenarnya mereka ratu kecil yang harus kalian puji kalau mereka sedang sedih ... harus di peluk supaya mereka tahu kalau Ia kalian kasihi .. harus dibanjiri ciuman supaya mereka tahu bahwa mereka merasa tak salah merindu ..."
begitu kira-kira ...
selamat hari kasih sayang buat anda yang merayakan ....
yang tidak merayakan ...
ke MUSRO aja yuuuuk .....

Pagi ini, di dalam bus ... dalam perjalanan menuju kantor
saya melihat satu kejadian.
tiga baris dibelakang saya duduklah seorang Ibu paruh baya dengan anaknya, berseragam abu-abu.
Mungkin dulu, Ibu ini menikah di usia yang sudah berumur ...
Jadi, ketika sang anak sedang mekar-mekarnya jadi perawan ...
Sang Ibu sudah sudah berumur lebih kurang 50 tahun kalau aku tidak salah menakar ....
selewat, saya lihat sang Ibu bercerita panjang lebar dan si anak sepertinya diam, tak mengacuhkan cerita sang Ibu dan asik dengan telepon genggamnya.
sampai kemudian, tiba-tiba sang anak berkata ketus
"Duh Mamah bisa diem nggak sih??..."
--------------------
Darah saya langsung naik ke kepala
Huh.. anak tak mengerti diuntung!
Adik cantik, ketika kamu cuma bisa menangis menjerit saat sakit panas... menangis tidak berhenti malam hari .. ku rasa, Ibumu tak pernah berkata,
"Nak, kamu bawel sekali sih! bisa diem nggak??? Ibu mau tidur tauk!"
Adik cantik, mungkin saja Ibumu ingin memaksimal kan waktu berbicara denganmu anaknya yang terkasih .. karena habislah waktunya dari pagi sampai sore bekerja supaya beliau bisa membelikan handphone canggih yang kau pakai sekarang...
---------------------
Saya jadi teringat dengan kondisi si Mamah ...
Si Mamah adalah versi hidup dari legenda Samson buat kami --saya dan Aan, adik saya--
beliau adalah perempuan terkuat yang pernah kami kenal ...
dan dia tidak seperti Samson di film "Samson Betawi" yang ketika bulu keteknya di cukur habis .. habis pula kedigdayaannya ...
beliau berhasil membawa kami selamat dan mengambil pelajaran dari semua hal yang terjadi dalam hidup kami ...
beberapa waktu yang lalu, saat kami punya kesempatan berkumpul dan ngopi-ngopi
beliau berkata,
"Agus .. Adek .. kalau Mamah minta di telp sama kalian dan aku bicara panjang lebar tentang hal-hal yang menurut kalian nggak penting ... dimaklumi ya nak ...
mungkin Mamah cuma pengen punya lebih banyak momen menyenangkan dengan anak-anaknya ...
semakin tua, semakin mudah nampaknya kita kesepian dan merasa nggak berguna banyak lagi buat anak-anaknya ... melihat anak-anakku berhasil dalam hidupnya selalu saja bikin aku merasa bersyukur bahwa kalian sudah jadi manusia yang tahu apa yang dimau dan bagaimana kamu mau menjalani hidup ... cuma, nak .. disisi lain, aku sering merasa sepi .... jadi, pahami aku ya nak"
.... Iya Mamah .... kamu boleh bicara denganku kapan pun engkau mau

Menghabiskan satu minggu kemarin dengan sangat menyenangkan.
Terutama karena saya banyak bertemu dengan orang-orang yang memberi saya begitu banyak energi positif ...
salah satunya Pak Apud ...
Pak Apud ini adalah office boy si sebuah station radio dimana saya dulu pernah menjadi radio producer untuk program siaran pagi...
saya bertemu kembali dengannya saat saya harus mengawasi jalannya sebuah radio talk show untuk sebuah brand yang kami pegang kegiatan komunikasinya...
Dulu, saat saya bekerja di radio kondang itu ... saya harus berangkat dari rumah jam setengah lima pagi ... dari kost saya di Depok ... naik motor ...
dinginnya bukan kepalang ...
siaran dimulai jam lima pagi ...
selain penyiar dan operator ... Pak Apud ini lah yang saya temui setiap pagi ...
selalu dengan wajah penuh senyum ...
sepertinya selalu yakin bahwa satu hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan ...
raut wajah yang penuh empati ... mengerjakan segala yang menjadi tanggung jawabnya dengan rasa senang ...
setiap pagi, kami --producer, penyiar dan operator-- diperlakukan seperti anak-anaknya yang harus diperhatikan ...
teh hangat selalu disajikan untuk saya
kopi tubruk untuk penyiar dan operator
Ia menjalani hidupnya dengan R-A-S-A ...
waktu itu, kalau suasana hati sedang gundah dan merasa hidup sedang tak berpihak ... setiap saya lihat Pak Apud bekerja dengan hati ... saya selalu berhasil diingatkan.. bahwa hidup ini harus dijalani dengan ikhlas supaya hati ringan dan kita bisa melihat banyak kesempatan untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi ...
dan ketika bertemu kembali dengannya kemarin ...
Ia tetap memancarkan rasa yang sama ....
............................................................................................
ditengah mulai maraknya kampanye para caleg ....
ditengah mulai maraknya kampanye partai politik
yang menjanjikan akan membawa kita , Indonesia ... ke arah perubahan yang lebih baik ...
saya lebih percaya ... bahwa Indonesia akan menjadi lebih baik kalau setiap kita menjalani hidupnya dengan rasa ... mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan hati ...
mencintai apa yang kita kerjakan dengan sepenuh hati ...
mengurangi keluh kesah ...
dan selalu memulai hari dengan senyum ....
terima kasih Pak Apud ...
saya kembali diingatkan ...
--tulisan ndak karuan ini dibuat pukul 3 dini hari sepulang preview offline editing, dengan kondisi isi kepala pating tumpang tindih dan setengah ngelindur , makanya tiba-tiba SOK mikir kondisi negara hehehehehe--

Semalam, seorang sahabat berkeluh kesah ...
Bagaimana Ia merasa bahwa saat ini adalah masa-masa paling berat dalam fase hidupnya
Sedih mendengar sahabat saya ini bercerita...
Dulu, awal merantau ke Jakarta, Ia salah satu orang yang menemani saya melewati masa-masa sulit. Pertemanan saya dengannya sudah teruji melewati masa tidak menyenangkan.
Kami sekarang beda kota. Sungguh prihatin rasanya mendengar orang yang selalu saya anggap sebagai pribadi yang kuat ... yang dulu selalu saya jadikan salah satu sosok yang menguatkan di saat sulit, ambruk dan terkesan tanpa daya.
Mas Bayu namanya...
Dulu, Mas Bayu dan Mbak Niken --yang sekarang menjadi istrinya-- menganggap saya anak bawang hehehe ... uang saya--yang waktu itu pun tak seberapa jumlahnya, haram katanya untuk keluar dari dompet kalau mereka mengajak saya senang-senang ... kalau saya sedang rindu dengan rumah, mereka akan memaksa saya untuk tidur di rumah salah satu dari mereka, supaya saya bisa menikmati betapa menyenangkannya makan malam bersama di meja makan atau asyiknya karaoke di ruang keluarga ...
Mereka berdua sekarang tinggal di Papua.
Mas Bayu dan Mbak Niken,
Saat ini saya sedang terkagum-kagum dengan laptop baru yang belum lama ini saya beli ... kagum sekali dengan performa baterainya yang sungguh dahsyat!
baterai laptop baru saya ini memungkinkan untuk digunakan bekerja luar ruang dan tahan berjam-jam tanpa perlu menghubungkan adaptornya dengan stop kontak listrik.
dalam buku panduan penggunaannya, saya membaca .. bahwa, untuk menjaga agar performa baterai tetap dalam kondisi prima... disarankan untuk pada periode tertentu melakukan kalibrasi pada si baterai
K-A-L-I-B-R-A-S-I
Apakah KALIBRASI itu ... katanya, ketika batu baterai yang kita pakai sudah di isi penuh 100% ... perbudaklah baterai tersebut sampai ia habis daya dan jatuh di 0% ... matikan laptop ... lepas sang baterai .. tunggu beberapa saat, jangan digunakan ... baru kemudian isi ulang kembali sampai ia mencapai daya maksimal 100%
dan niscaya, si baterai akan setia menampilkan performa maksimalnya meskipun sudah sekian kalinya digunakan ...
Aku pikir,
Kita ini seperti baterai pada laptop itu ...
Semakin kita beranjak tua ...
daya tahan kita untuk menghadapi beban hidup akan berangsur-angsur menurun ...
bagaimana cara Gusti Sing Paring Urip merawat kita supaya kita selalu ada dalam performa maksimal untuk menjalani hidup ?..
tidak ada cara lain, kecuali melakukan KALIBRASI
pada periode tertentu ....
Ia ... Gusti Sing Paring Urip akan MENGGUNAKAN kita untuk melakukan PEKERJAAN-NYA sampai akhirnya kita akan lemas tak berdaya di titik 0%
kemudian, kita akan dibiarkan dulu sendirian beberapa saat ...
baru sesudah itu ... Ia akan mengisi ulang kembali baterai kita sampai akhirnya hidup kita ini kembali penuh ...
Mas Bayu, Mbak Niken ...
Mungkin Gusti Yang Memberi Hidup sedang melakukan kalibrasi pada baterai Mas dan Mbak ...
supaya Mas dan Mbak selalu bisa menikmati hidup yang penuh ...
Sing sabar yo Mas ... sing sabar yo Mbak ...
Aku turut berdoa untuk kalian ...
karena aku selalu percaya, salah satu esensi dari keajaiban doa ... adalah sabar ...
Kalau ada rejeki, semoga aku bisa menyambangi kalian ke Papua ...

Tulisan ini terinspirasi dari nukilan pembicaraan menyenangkan saya dengan Cink Cink dan Fa saat kami membunuh waktu untuk dengan tidak sabar pergi ke sebuah klub disko yang kali pertama akan saya kunjungi ....
Malam menyenangkan, untuk pertama kalinya juga bertemu dengan Novi, adith si badan besar tapi sukses mencengangkan kami semua dengan kelincahan tubuhnya ... kurasa, ilmu peringan tubuhnya sudah kelas wahid ... lantai dansa tidak runtuh terguncang hentakan tubuhnya.
Anyway, malam di lantai dansa intinya menyenangkan :)
sebenarnya yang lebih menyenangkan dari itu adalah pembicaraan saya dengan Cink Cink dan Mas Fa
yang kemudian melemparkan saya kembali untuk merunut ulang mengapa saya sangat suka menulis ...
dan kenapa sekarang saya termasuk golongan banci tampil ... liat tustel ...errr.. maaf, saya agak susah mengucap "kamera" untuk benda yang satu itu... soalnya, dari kecil udah kebiasa memanggil benda itu dengan sebutan "tustel" heheheh ...
ok, saya termasuk banci tampil ... liat tustel langsung horny ...hahahah ...
tiap orang punya cara bagaimana membekukan peristiwa ... menyimpannya untuk kemudian bisa merasakan kembali sensasi rasa yang terjadi pada peristiwa itu ...
tustel... foto adalah satu satu cara ...
tapi tidak untuk saya ... dulu .. hehehe
dulu, tustel adalah benda sangat mewah untuk kami .... bisa dihitung dengan jari, berapa kali kami pergi ke studio foto saat itu ...
akhirnya, foto adalah benda sangat asing buat kami ...
bahkan sampai sekarang, saya tidak pernah tertarik untuk membeli tustel ... seaneh yang terbilang ... tustel adalah tetap dianggap benda mahal dimata saya meskipun sebenarnya dengan penghasilan sekarang ... membeli satu tustel sih bisa-bisa saja heheheheh ...
jadi, sensasi menyenangkan menarik kembali rasa dari peristiwa lewat foto-foto adalah hal baru ...
aaah untung ada facebok dan jejaring pertemanan yang lain yang saya bisa unduh semua foto-foto dimana saya ada didalamnya ... terima kasih teman-teman ...
lalu, bagaimana kami --saya, aan adik saya dan Mamah, membekukan rasa peristiwa ...
betul, dengan menulis ...
saya masih ingat, ketika itu Ibu saya pada satu malam meminta kami berkumpul di kamar , sebelum tidur, sambil membawa buku tulis tebal berwarna biru dan berkata,
"Agus ... Aan ... ini adalah BUKU MIMPI ... mulai malam ini kita punya kewajiban untuk menulis semua hal yang kita inginkan disini ..."
Aan
"Apa aja Mah?"
Mamah
"Iya, apa aja .. Adek boleh tulis apaaaa aja ... adek kesel, tulis disini .. adek, pengen es krim tulis disini!"
dan mulai lah kami menulis apa pun di buku tebal warna biru itu ...
satu hal yang saya lekat ingat sampai sekarang... setiap kata, setiap rasa yang tertulis di buku biru tebal itu adalah begini:
"Adek... Mamah ... Mas pengeeen banget jadi penyiar radio ... kerja buat Nisrina Nur Ubay di TVRI ... nulis-nulis buat majalah Tom Tom sama Kawanku ... pengen jadi penyanyi kayak Hana Pertiwi sama Novia Kolopaking ... sama ngatur-ngatur orang"
Gusti Sing Paring Urip itu memang selalu menjawab permintaan kita anak-anakNya ...
semua mimpi saya dijawab dalam porsinya masing-masing
Saya jadi penyiar radio daerah walaupun ndak terkenal amat .. tapi rasa pernah punya penggemar sih aku pernah lah mengalaminya heheheh ....
kerja di station televisi pun pernah ... kerja untuk sebuah rumah produksi TV Program kondang .... yang berhasil mengeluarkan Idola Indonesia
pernah menyanyi dari kafe ke kafe ... meskipun kadang hanya dinikmati oleh para pelayan-pelayan di kafe itu karena kafenya sepi melompong
ngatur-ngatur orang pun pernah ... jadi production assistant yang bertugas meng-audisi kontestan yang kepengin masuk TV ...
....................
setiap kali kami melihat ulang buku itu, kami bertiga selalu terkejut bahwa setiap permintaan... bahkan yang sepele sekali pun ... ternyata dijawab sama Gusti Sing Paring Urip ...
Dalam kadar tertentu, buku itu secara tidak langsung merupakan perjalanan religi kami untuk melihat bukti bahwa Tuhan tidak pernah tidur buat kami ...
Buku itu adalah foto-foto masa kecil yang tak pernah kami punya ....