Monday, June 22, 2009

Dari Makan Turun Ke Hati

Pemicu kenangan bisa macam-macam ... dari makanan misalnya. Berikut adalah makanan yang selalu sukses menghadirkan kembali rasa hati:


Bolu Kukus

ulu, setiap ulang tahun ... dijamin, pagi hari saya selalu menemui si Mamah di dapur. Kue bolu kukus buatan si Mamah dibuat dengan penuh rasa cinta. Dengan telaten Mamah memperlakukan adonan campuran telur, mentega, dan terigu
selayaknya hadiah istimewa... dengan tekun Ia mengaduk rata bahan-bahan itu menggunakan kocokan yang bentuknya seperti kumparan per dengan gagang kayu. Jangan berharap mixer elektrik... kami dulu ndak sanggup membelinya heheheh ....

lama sekali Mamah telaten mengaduk adonannya sampai mengembang sempurna. Bolu Kukus merekah sempurna seperti bunga mawar yang besar. uhhhhmmmm wangi sekali! legit bukan kepalang!

Bertiga, kami kemudian berkumpul di ruang tamu, yang berfungsi sekaligus sebagai ruang keluarga dan juga ruang belajar .....dan juga ruang bermain buat kami....
Bolu Kukus pengganti kue ulang tahun .... deretan bolu kukus dalam piring saji, seperti rangkaian bunga mawar mewah... merekah sempurna .... wang
i ... legit. Hadiah sederhana yang dilimpahi rasa cinta .... coba, apalagi yang kurang? kurasa ini adalah hadiah terindah setiap kami -saya dan Aan- berulang tahun.


Kue Ku

Mengingatkan pada indahnya masa kecil. Setiap liburan panjang tiba... saya selalu suka hati menyambutnya... karena itu berarti, waktunya saya "diungsikan" ke Yogya ... ke tempat Simbah Marto Utomo tinggal.

Setiap pagi, Simbah putri selalu membangunkan saya.... diajaknya saya ke pasar kecil di sebuah gang dekat rumah ... pasar senggol yang ... aduh, sungguh ... ritual pergi ke sana setiap pagi selalu membuat saya senang! jangan ditanya alasannya kenapa .... dimata saya waktu itu, kegiatan pasar kecil ini, membuat takjub!

tukang jual gudeg untuk sarapan yang ramai dirubung orang .... tukang jual ikan ... suara riuh rendah ... dan wangi bubur sumsum di ujung pasar senggol itu .... surga!

tapi ujung kegiatan kunjung pasar lah yang selalu saya tunggu... Simbah putri selalu menghadiahi saya satu bungkus Kue Ku, yang fresh from the oven! heheheh ....

Dulu, saya menamakan kue ini ... "kue mata kebo" .... soalnya bentuknya kayak mata kebo yang bulat dan besar heheheh .... aroma ketan yang manis .. dan pasta kacang hijau yang sungguh nikmat ... ditambah elusan tangan Simbah Putri di kepalaku .... sungguh, aku ingin sekali momen itu terulang sekali lagi.




Belut Goreng
Kalau lewat pasar Godean, Yogya ... saya jadi ingat,dulu ... saya hobi mancing belut dengan karib masa kecil... Danang, Ferry, Mbak Darsih dan Bulik Iyam .... kegiatan mancing belut bisa berlangsung seharian.

Ya, memang harusnya kegiatan mencari belut dilakukan malam hari... tapi apa mau dikata, kami yang masih kecil-kecil tentunya tidak diperbolehkan keluyuran malam hari di pematang sawah.... bisa diculik genduruwo nanti hahahah
alhasil seharian kami dipanggang terik matahari sampai kulit gosong dan aroma tubuh bau kecut dan amis paduan keringat, kotoran, dan lumpur sawah heheheh karena dilakukan pada waktu yang salah ... tentu hasilnya tidak maksimal ... paling banyak 10-15 belut kami dapat ... abaikan saja jumlahnya .... tidak sebanding dengan keasyikan kami pada waktu itu.

pulang menjelang sore, Simbah Putri menyenangkan hati kami semua dengan membersihkan hasil tangkapan .. membumbui dan menggorengnya sampai kemriyuk renyah.


Kadang, kalau Simbah ada uang lebih ... setelahnya ... sore hari, Simbah Kakung mengajak saya ke Pasar Godean mbonceng sepeda dan saya dihadiahi satu kantung belut goreng! wuuuuiih kayak dikasih emas murni! senang bukan buatan!




setelah menulis ini .... aku jadi bersyukur ... Gusti Sing Paring Urip kok kayaknya menghadiahi aku dengan kemampuan untuk mudah menyuntikkan rasa kedalam setiap hal yang aku lakukan atau alami ya .... terima kasih ya Gusti Allah, aku sudah dikasih hidup yang kaya warna ....

Wednesday, June 17, 2009

Bicara Ritual...


Hal-hal kecil yang membuat saya merindumu:

"Kamu tahu, setiap kita bertemu ... ruapan campuran aroma terpaan sinar matahari .. bau ketiak .. dan minyak wangi yang semilir berarak menubruk ... membuatku lolos lungkrah setiap sendi di kaki ... lemes rasanya ..."

"O iya, seremeh yang terbilang ... menggenggam tanganmu ... dan menyalurkan denyar-denyar rasa dari setiap pori-pori yang bergesekan kala itu ... selalu berhasil menyuntikkan dosis opium yang sukses membuatku menginginkanmu kembali"

"Saya benci setiap kali kamu melempar gurauan yang sungguh tidak lucu dengan air muka yang jauh dari elegan .. saya benci itu, karena selalu saja sesudahnya, saya menginginkanmu kembali untuk melakukannya lagi dan lagi"

"Kebiasaanmu membalas pesan singkat yang terkirim setiap saat ... cuma dibalas: OK POPOW ... YOI POPOW ... dan kata-kata pendek disetiap lusinan kata yang terkirim buatmu .... gemas merunyak perasaan ... tapi sesudahnya semakin aku paham ... demikianlah caramu mencintai dengan sederhana ..."

"Provokasi untuk makan sebanyak-banyaknya ... makan makanan yang memanja rasa. Sesebal yang terbilang ... nampaknya, badanku yang berpotensi melar dengan sukses tidak menjadi masalah untukmu ..."

"Kemampuanmu untuk mengusir lara dengan cara yang sederhana"

"Kemampuanmu untuk membuatku tersenyum dan yakin bahwa semuanya baik-baik saja"

"Kemampuanmu untuk membuatku melihat hal sederhana jadi sesuatu yang bermakna"

disudahi dulu ya ... kalau aku teringat satu dua hal lain yang membuatku merindumu ... tak segan kutulis lagi kok ...

Buah duku buah selasih ... sekian dan terima kasih



Sunday, June 14, 2009

Tentang S.E.X



Seperti dua lintah ...


"aroma tubuhmu serasa madu"

"boleh kusentuh disini?"

"Aaaah lagi-lagi kau membuatku seperti permen kapas yang melarut kala di dalam mulut"

"sentuh lagi aku disini!"


"Begini?"


"Iya begitu ..."


"lagi!..."


"Sekali lagi!..."


"Aaaah lagi-lagi kau membuatku seperti pertama kali membuka kotak perhiasan yang tertimpa sinar matahari pagi .... berkilauan ... membekukan nafas .."


"Aaahhh ketika rindu menjadi bumbu ..."


"Sekali lagi? ..."


"Pasti ..."

Tuesday, June 09, 2009

Bicara Rasa Rindu


Ketika kita nanti bertemu ...
Jangan mendekat dulu...

karena setiap pori di tubuhku akan menggila dan memaksa berlari
menubrukmu

...................................

Tatap mataku dulu

beri rinai gerimis

biarkan rekahan keringnya terisi perlahan rasa


..................................


biarkan aku tentukan iramanya
biarkan aku mengatur setiap denyutnya

kamu diam saja
nikmati saja

...............................

kalau nanti kita bertemu,

biarkan aku menjilati aroma manisnya

biarkan aku menyesap

biarkan aku menyelesap

biarkan aku meresap

dan kau dengar kemudian hanya sunyi senyap

yang diusik helaan satu-satu nafas kita.

setelahnya, engkau akan tau ...
seberapa besar ternyata aku merindu ....


Monday, June 08, 2009

Liburaaan Cuuuy...



Pembicaraan antara Saya, Aan adikku dan Si Mamah


Si Mamah

"Jalan-jalan yuk bertiga ...."


Saya "Aan udah punya anak .. udah punya bini!"

Si Mamah

"Aduuuh, masa nggak bisa cuma empat hari aja..." --mulutnya udah mulai manyun--

Aan

"Tumben, biasanya Mamah yang manyun kalo ndak ngajak Ana (istrinya Aan) sama cucu kesayanganmu Raihan"

Si Mamah

"Aku kepengen jalan-jalan bertiga tauuk" --mulai aneh arah pembicaraan--

Si Mamah

"Aku yang bayarin deh ... uangku kan banyak ..............dari kalian juga sih ........"

Saya & Aan
"Iyeeeee...."

Si Mamah

"Jadi kapan?"

Saya

"Aku sibuk pacaran! bwehehehe .. boleh bawa pacar nggak?"


Si Mamah

"ya nggak boleh dooong ... kan yang jadi bossnya pas liburan aku .. orang aku yang bayarin kalian juga kan?!"


Aan

"Pake uang siapa ya????"


Si Mamah

"Ya uang kalian lah .. uang siapa lagi ... tapi yang PEGANG DUITNYA? kan aku!"

Agus

"Baiklah ... tapi kapan?"


Si Mamah

"Bulan depan nggak bisa?"

Agus

"Abis gajian!"

Aan
"akuuur!.... tapi ada apa sih? ajaib banget"

Si Mamah
"AKU PENGEN DIMANJA SAMA ANAK-ANAKKU .... Ibu-ibu lain boleh diam saja tidak menyuarakan keinginannya yang ini ... tapi aku ndak malu bilang sama kalian .... AKU PENGEN DIMANJA SAMA ANAK-ANAKKU! ...."

Agus

"Emang pas liburan Mamah mau apa sih?"

Si Mamah

"Aku pengen digandeng sambil liat-liat kiri kanan .. belanja-belanja... aku pengen di rangkul sama anak-anakku yang sudah besar-besar ini ... aku pengen di sun pipi kiri kanan abis kita makan malam ... aku mau banyak hehehehehehe"


Agus

"hihihi lucu ah ..."

Si Mamah

"aku pengen punya waktu sebentar ... di kiri dan kananku di apit anak-anakku yang kubesarkan ... dan sudah jadi manusia-manusia yang bikin bangga Ibunya ... AKU INGIN MERAYAKAN ITU TAUUUK!"

Aan
"Ke Yogya aja ya ... biar Mamah ndak capek"

Agus

"Iya .. ke Yogya aja"

Si Mamah

"Duuuuh... aku lahir di Yogya ... gede di Yogya .. tua di Yogya ... LIBURAN KOK DI YOGYA JUGA"


Agus & Aan

-meringis mode on--

Si Mamah

"Ya udah, ke Yogya .. tapi nginep di hotel mahal!"

Agus & Aan

"Beres ..."


dan bulan Juli besok ..... dua anak manusia akan menunaikan tugas negara di Yogya


Thursday, June 04, 2009

Kalau Anak Dusun Saba Kota

Lihat gambar ini...


Juga gambar ini ...


gambar ini terambil hampir 12 tahun yang lalu ... jaman dimana saya memberanikan nyali untuk bersekolah di kota besar dengan modal yang sungguh pas-pasan ... tidak perlu diragukan, gambar diatas menjelaskan semuanya ...
sungguh kurang gizi ... pernah nonton film Dono Kasino Indro yang bercerita mereka kuliah di UI dan kost dengan Camelia Malik sebagai Ibu kostnya dan mereka harus mau untuk menerima kenyataan bahwa mereka cuma punya kesempatan makan sekali sehari untuk menunggu kiriman uang dari kampung setiap awal bulan? naaahh semiris yang terbilang, 12 tahun lalu saya pernah mengalami juga hal itu hahahahaaha ...

sungguh anak dusun sejati .... saya datang ke Jakarta ... kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri yang mimpi pun saya ndak pernah, untuk bisa berkuliah di situ ... dan jalan hidup mengatakan sebaliknya ...

kata anak-anak dulu, tampilan saya macam anak pendeta yang dibolehkan sekolah diluar sekolah teologi hehehehe ...

kemeja kebesaran 2 size dari seharusnya... motif kotak-kotak selalu ... T-shirt merk Hammer atau Posh Boy juga selalu lebih besar dari ukuran seharusnya .. celana jeans merek TIRA atau Linson dari Bandung yang murah meriah .... dan tas punggung lusuh yang lamaaaaa banget nggak bisa beli gantinya biar lebih gaul dikit ...

tapi, masa kuliah adalah masa yang paliiiing menyenangkan buat saya ... bukan jaman SMA .. apalagi SMP ...

Jaman SMP dan SMA adalah jaman-jaman j
ahiliyah dimana saya sering di-bully sama senior-senior menyebalkan heheheehe ...

Selesai kuliah, atas nama cinta ... ndak ada kepikiran untuk bekerja dan mencari makan di Jakarta .... Opium (mantan) dan saya dulu memutuskan untuk hidup di Semarang ... sementara kawan-kawan mengejar mimpi (mimpi saya juga sih) untuk bekerja di industri komunikasi ... saya waktu cukup puas untuk hidup dan bekerja di Semarang, jadi penyiar radio ....

tapi kemudian Gusti Sing Paring Urip memamerkan kembali selera humornya

Hidupku di jungkir balik


dan lihat gambar ini,



masih dengan tampilan mas-mas ... saya beruntung bisa bekerja di sebuah rumah produksi internasional yang memproduksi program TV yang dulu saya ndak pernah bayangkan bisa bekerja didalamnya

Ini adalah tim produksi pertama saya... Famili 100 sodara-sodara! ... kerjaan pertama di Jakarta sebagai asisten produksi yang harus mengurus ribuan keluarga yang ngiler pengen dapat hadiah jutaan rupiah ... seperti menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membagi rejeki sama orang hahahaha ... habis, sini kan yang nentuin cinnn .. siapa aja keluarga yang layak undang bwehehehehe ...

kemudian saya di damparkan lagi di sini:




di sebuah program tebak-tebakan lagu yang proses pembuatan programnya sungguh membuat hati gembira mengabaikan ada juga drama-drama nggak pentingnya heheheh betul begitu saudara Miund -colek Miund-

dan kalau liat kondisi saya sekarang ................. duh, bersyukuuuuuuur sekali sama Gusti Allah ... IA demikian baik ...

apalagi coba yang mau diminta ... dikasih sehat iya .. dikasih rejeki iya ... dikasih teman-teman yang menyenangkan, iya juga... dikasih kerjaan yang menyenangkan, iya juga ...

pagi ini, mutlak banget .. aku ndak punya alasan untuk mengeluh dan menggerutu ... semangaaaat!!!


Sunday, May 17, 2009

Yu Srintil di Kudeta di Bali


Raka,

surat ini ditulis dengan rasa agak gamang karena mungkin perut, kepala, logika dan rasa mulai dijajah reaksi kimia dari beberapa gelas anggur merah sedari tadi aku duduk disini ...

Ooooo.... jadi kayak begini ya, tempat bernama Kudeta yang sering kamu ceritakan itu ...


aku sebal dengan para pelayannya ...


aku dijemput dengan tatapan mencibir
dia pikir, orang-orang berkulit sewarna madu macam kita ndak akan bisa membayar pelayanan dan makanan di tempat bernama Kudeta ini ...

Mungkin aku harus menceburkan diri dulu ke dalam mesin cuci yang berisi air rendaman pemutih dan merelakan hidungku dibetot tang inggris seharian baru aku bisa membayar sedikit senyuman dari mereka ...


iyooo iyooo ... uwis aku ndak akan merepet kesana kemari ...


nanti kau buang lagi lembaran surat berikutnya karena kesal dengan keluhanku
padahal kan surat ini adalah surat rindu .. hehehehe

Raka,
aku ndak pernah suka pantai ...

kulit sewarna maduku akan berubah jadi warna karamel gosong karenanya.

aku akan semakin diyakini semirip Dakocan karenanya, meskipun terus terang, aku belum pernah seumur hidup melihat, kayak apa sih dakocan itu.... apa ia seimut aku? apa ia juga jago masak bolu kukus seperti aku? apa ia punya manuver cantik di ranjang sampai membuat engkau selalu melentik dan berteriak gaduh? ...

aku tak tahu .. yang aku tahu, Dakocan itu katanya berkulit hitam dan berbibir penuh .... hemmmmm.... berbibir penuh ya? ........seperti Naomi Campbell atau Alex Wek?

satu-satunya yang menautkan diriku dengan pantai ... ya kamu itu, Raka

Dulu, tak habis aku kagum dengan pantat bulat bundar sempurna yang membayang dibalik celana selancar yang basah...

percaya lah Raka ... aku basah atas bawah karenanya ...


Dulu, aku selalu sabar menatap kamu di atas papan selancar dan kamu menatap arah matahari, berharap ombak tidak mangkir untuk berciuman dengan bibir pantai ...

dan air mukamu isyaratkan birahi setiap sang ombak telanjur ereksi tak sabar bertemu bibir pantai


aaaah ... kenapa kalau aku rindu, setiap kata selalu isyaratkan birahi !


hadapi kenyataan saja Raka ... engkau sedang berpacaran dengan seorang binal.

demikian ritualnya dulu...

setiap hari
setiap pagi

Kalau saja tempat bernama Kudeta ini adalah kedai kopi ...


serasa menikmati aturan gambar kilas balik di layar tancap ....


Ingatkah yang pernah kita lakukan pada satu malam di kedai kopi ?


pada satu saat, aku ingin sekali menulis segala hal yang pernah kita lakukan di sebuah kedai kopi


menulis tentang rasa ...


tapi sekarang, kusudahi dulu suratnya ...


belum tuntas cerita ...
tapi kepalaku sudah diperbudak oleh angin laut, dan gelontoran beberapa gelas anggur merah cium rindu ...

cium sayang
Srintil

Tuesday, April 28, 2009

Mari Makan Nak ...



Mari kita bicara tentang makanan

Saya cuma mengenal dua kategori soal makanan ...

Enak dan enak banget!

Mungkin ini disebabkan jaman kami masih kecil dan hidup prihatin...

Kami terbiasa memanipulasi rasa dan benak bahwa tidak ada makanan yang tidak enak ...

Mau yang ada di depan kami saat itu cuma nasi dan garam ... buat kami ya enak-enak saja tuh rasanya ...

Jadi sekarang, kalau sampai aku bilang satu makanan itu ndak enak ... walah, berarti rasanya memang ndak enak bukan kepalang hehehehehe

Saya juga suka sekali berkunjung ke rumah makan yang mempersilahkan tetamunya melihat si juru masak sedang bekerja ... 'open kitchen' ya istilahnya kalo ndak salah ...

setiap saya lihat juru masak dengan penuh konsentrasi melakukan pekerjaannya ...

atas nama 'menyek-menyek' momen mode on ... dan panggilan jiwa penuh drama ...

kegiatan juru masak dan masakannya selalu melemparkan saya ke masa kecil ...

Si Mamah, walaupun pembawaannya preman begitu .... tapi kalau sudah turun ke dapur

Bah! .... bagaikan Ibu Peri !

Dulu, jaman masih kecil ... kalau tandanya di meja makan cuma ada indomie goreng, nasi, dan telor ceplok ...

kami ndak berat hati .... karena kami tahu, ini adalah upaya si Mamah untuk melakukan penghematan gila-gilaan di akhir pekan supaya kami bisa menikmati salah satu dari tiga hal berikut ini:

1. Jalan-jalan ke toko buku Naga Mulia, Bogor dan memilih buku apa pun yang kami suka

2. Pergi ke toko kaset di jalan Merdeka Bogor dan memilih kaset yang kami suka

3. Si Mamah belanja ke Pasar Ciluar untuk memasakkan kami makanan istimewa

Naaaah, kalau opsi yang ketiga yang dilakukan ...

kami berdua --saya dan aan adikku-- tak henti dan tak bosan untuk ikutan ngendon di dapur sempit rumah kami ....

untuk menikmati pemandangan meneduhkan ...

raut wajah si Mamah yang mengendur tegangnya ... dan menghalus ronanya

air muka si Mamah yang seperti penuh senyum

masakan yang dibumbui rasa hati yang penuh cinta buat anak-anaknya

menikmati bagaimana si Mamah seperti melupakan sejenak lara hati.

hilang sudah untuk kami, rasa berat hati harus makan indomie goreng dan telor ceplok (dulu)

hilang sudah untuk kami, rasa berat hati mendengar teriakan si Mamah, "Mbak Saodaaaaah, anak-anak laper, beliin nasi bungkus di depan dooooong!!" dari senin-jumat (jaman kami udah beranjak besar dan kondisi ekonomi memungkinkan kami punya pembantu rumah tangga, juga mampu beli nasi bungkus hehehehe)

dan sekarang, saya sungguh rindu rumah .... saya rindu dimasakin babi merah .. babi kecap .. ikan bakar ... sambel mentah.. sambel mangga ... kangkung belacan ... sluurrrrp!!!

Oalaaaah thole cah ngganteng .... mau nulis kangen simbok aja kok segini panjangnya

hahahahahahahaha


Wednesday, April 22, 2009

Bukan Gigi Biasa....


Beberapa hari kemarin aku ngimpi buroook sekali ...

aku terhimpit diantara ribuan gigi palsu


gigi-gigi palsu itu berteriak riuh rendah
Agus jahat .. Agus jahat ...

katanya
ngimpi sampe terasa ndak bisa bernapas

edan! sekalinya mimpi buruk kok yo ngimpiin gigi ...

mbok ya, sekali-kali ngimpi duet sama Rhoma Irama gitu lho.... eh, itu sih ndak mimpi buruk ya heheheheh


begitu terbangun, ndilalah di depan mataku kok yooo langsung ngeliat tiga buah gigi palsu dalam gelas yang berisi cairan pembersih gigi ...

Agus jahat! mereka berkata halaaaah halaaaaah ...

mimpi buruk kok ada part kedua-nya
belakangan ini, aku memang berencana berpisah dengan gigi palsu bongkar pasang yang selama ini sudah setia menampilkan sisi estetis dari senyum manis makhluk kece bernama Agus Arya ...

berbagai macam suka duka sudah dilewati ...
dari yang memalukan ...............sampai yang .......................DOUBLE memalukan hehehehehehe

seingatku, begini pengalamannya:


setting:

warung pinggir jalan sop kaki kambing Dua Saudara, Simpang Lima, Semarang


Agus item sedang horny-hornynya kepengin makan sop kaki dan diyakinkan sama pak dokter ahli pembuat gigi palsunya bahwa gigi buatannya mumpuni untuk diajak mbrakot tulang kambing


DAN SANG GIGI PALSU MENCELAT DENGAN INDAHNYA KEMUDIAN NYEMPLUNG KE DALAM SEMANGKUK SOP KAKI SEPASANG KEKASIH DI DEPAN MAKHLUK MANIS --YANG TIDAK MANIS LAGI-- BERNAMA AGUS ITEM


Olalalalalala .... BUMI TELANLAH AKU!!!


setting:
diskusi badai otak dengan para petinggi kantor Agus item sedang dalam status pede tingkat tinggi berbicara ini itu tentang ide-ide briliannya .... para petinggi kagum .... sampai

SANG GIGI PALSU LONCAT INDAH KETIKA CANDA TAWA YANG DITEBAR SAAT BADAI OTAK MENGHASILKAN CEKAKAKAN DAHSYAT DAN MEMPERSILAHKAN RONGGA MULUT AGAK KENDOR ... DAN SANG GIGI PALSU KEGIRANGAN MAU LIHAT DUNIA LUAR!

Olalalalala .. .BUMI TELANLAH AKU!!!!
...................................

Diputuskan untuk mengetatkan ikat pinggang dan menabung lebih riang supaya bisa menaman gigi ...


ada lagu menanam jagung di kebun kita


sekarang, ada lho lagu baru
menanam gigi di gusi kita

tapi harus dibayar dengan biaya sangat mahal .. sigh ...


dan sekarang....

gigi palsu sadar posisinya akan hilang edar

gigi palsu meradang

aku diserang
lewat mimpi buroooookkkk .... sigh ...........


Tuesday, April 21, 2009

Surat Kangen Yu Srintil

Raka,
Rinai hujan selalu saja berhasil membuat merindu.
tetesan air yang berarak-arak dari kejauhan
aroma manis tanah saat bergesekan dengan tetes air
seperti mekanis rel pemutar film yang memainkan momen saat saya pertama kali bertemu denganmu...

ndak pernah aku melankolis macam begini.

kenyang aku dengan paparan cerita roman picisan dari jaman aku masih kecil sampai sekarang.
kekasih yang merindu pasangannya yang jauh ada di seberang
kekasih yang selalu mengirimkan pesan singkat bertulis "Aku sayang kamu"
kekasih yang selalu bertanya "sudah makan belum?" di tiap rehat siang
dan berbagai macam perlakuan yang dianggap konyol lainnya... yang selalu aku baca di buku cerita, sinetron dan film kelas kacang goreng...

ternyata, yang konyol-konyol tadi...jadi ndak konyol sama sekali kalau sedang jatuh cinta

jopa japu tai asu roso keju ...

yang bau pun jadi berasa wangi ....

tapi aku ndak mau bercerita padamu tentang tai asu

atau tentang bau ...

kamu tentu tau kenapa aku merindu

aku merindu lelaki yang selalu menemaniku menikmati uap aroma biji kopi yang menyerah kalah ketika berkencan dengan air panas di dalam cangkir

aku merindu lelaki yang selalu melotot kagum setiap membuka kotak makannya berisi bolu kukus merekah sempurna dengan wangi pandan legit yang selalu aku beri untuknya

aku merindu lelaki yang selalu berhasil menjebol setiap pori-pori kulitku saat kulitnya menempel seperti lintah

aku selalu merindu lelaki yang selalu bilang aku nggak akan pernah bisa gendut meskipun di depan matanya perutku ini melambai-lambai seperti genderang marching band .... apa mau dikata, aku memang suka hal-hal gombal

merindu lelaki yang tak pernah menolak untuk bermain bersama rinai hujan sambil pelan-pelan kubuka kain yang membungkus tubuhnya dan aku lihat jelas kelaminnya gagah menyongsong rinai hujan... apa mau dikata, aku memang sedikit nakal dan liar

dan sekarang, saat aku menulis surat kangen ini

aroma biji kopi frustasi karena ditinggal pergi

bolu kukus wangi pandan, rekahannya melayu

pori-pori kulitku menguncup

dan kelaminku sudah siap-siap migrasi ke lemari pendingin

o iya, satu hal lagi Raka ...

Jaket yang kamu tinggalkan untukku sudah mulai ngambek menebarkan bau kecut karena aku ndak pernah rela melepasnya bergumul dengan mesin cuci.

samar, eksistensimu terasa setiap aku pakai jaket itu ....

iya, setiap kata yang ditulis di kertas ini ... aku membayangkan kamu sedang mesam mesem .. ngguyang guyu ... senyum-senyum di depanku ...

jauh dimata, dekat di hati bouw .... hehehehehe

aku ndak mau telpon ... nelpon kamu selalu meninggalkan residu lidah kelu dan mata mbrebes mili mau nangis ... percaya deh, ndak enak rasane'....

mending surat-suratan saja ya ...

sensasi membayangkan kamu menikmati lembar demi lembar surat ku ... jauh lebih cihuy dibanding aku nulis surel ... alias surat elektronik ... alias e-mail ....

menurutku, menulis e-mail kayak bersenggama dengan pekerja seks komersial .... tautan batiniahnya tereduksi gila-gilaan

Raka, rinai hujan masih setia menunggu aku selesai menulis surat ini ... Ia tak sabar mendengar kaki menandak menginjak tanah becek hasil persetubuhan tanah dan air

aaah ... nampaknya sekarang sensasi rinai hujan lebih menarik hati daripada berpanjang-panjang menulis surat untukmu

aku sudahi saja ya surat kangen tak berisi apa-apa kecuali kalimat-kalimat gombal ini ...

empat kali empat sama dengan enam belas

sempat tidak sempat harus dibalas


Salam rindu,


Srintil


(tulisan ndak penting ini dibuat jam 1 dini hari saat otak sudah menyerah untuk diajak kerja lembur)

Monday, April 06, 2009

Geng Wisma Palm


Kemarin, saya menikmati salah satu yang saya anggap menu utama dalam kombo relasi bernama "pacaran" ....

Nonton di bioskop berdua... sambil genit2an pegangan tangan heheheheheh

"The Shinjuku Incident" film-nya... Jacky Chan dan Daniel Wu, bintangnya.

Temanya sih sebenarnya ndak baru-baru amat... kisah imigran gelap Cina

Jacky Chan bermain bagus di film ini.... jadi orang baik yang terjebak pada situasi dan kondisi yang salah ...

tapi, lagi-lagi ... alih-alih fokus dengan isi filmnya ...

di awal-awal film, justru otakku seperti menghadirkan layar tancapnya sendiri ...

Saya jadi inget awal-awal merantau ke Jakarta

Dulu, ide untuk kuliah dan memulai hidup di Jakarta, jauh dari angan ....

Saya kepengin hidup yang datar-datar saja ... kepengin punya dinamika hidup seperti riak kecil di kolam yang kecil pula .. tenang.. tanpa kejutan besar disana sini.

Tapi sang hidup mengatakan hal yang berkebalikan.

Pada saat itu, Gusti Sing Paring Urip bilang saya harus memulai babak baru ... dan ke Jakarta adalah pintu dari babak baru itu.

Saya
"Bapak, kayaknya Agus ndak mau kuliah di Semarang deh .... aku mau nyoba kuliah di Jakarta"

Bapak
"Emang mau kuliah dimana? piye tho .. udah mahal-mahal dimasukin sekolah arsitek kok yooo njaluk sing ora-ora ... arep maring Jakarta... kuliah ning Jakarta ... emange' ora butuh duit gedhe opo piye?"

terjemahannya: "emangnye lo kesane kagak pake duit??? aneh-aneh aje pikiran lo .. udah mahal-mahal gue masukkin kuliah jurusan arsitek juga!"

Saya
"Aku mau nyoba kuliah di UI Pak ... D-3 Komunikasi aja!"

Bapak
"Emang berapa biaya kuliahnya kalau kamu keterima disana?"

Saya
"Pokoknya taun pertama ... termasuk sama tetek bengeknya yaaaa .. sekitar 5 juta pak!"

Bapak kemudian masuk ke kamar .. dan keluar membawa segepok uang

Bapak
"Nih ya .... ini uang 5 juta ... pilihannya sekarang adalah, kamu boleh ambil uang ini.. pergi ke Jakarta .. jangan balik sebelum keterima di UI ... dan satu tahun pertama, TIDAK SEPESER PUN UANG selain uang ini yang akan aku beri!"

Saya ambil opsi itu ....

Si Mamah waktu itu dilarang memberi uang sepeser pun sama si Bapak...

uang tabungan hanya 4 jutaan waktu itu ...

saya nekad ....

pergi lah saya ke Jakarta

Gusti Sing Paring Urip menepati janjinya... saya diterima di UI

problem selanjutnya menemukan kost yang muuuuuraaaaah buanget ....

"Wisma Palm" nama kost-nya .... ditengah kebun di daerah Kukusan Kelurahan .... tempatnya serem ... Jin aja males buang anaknya di tempat itu ...

katanya berhantu .. makanya nggak laku

dan memang berhantu ... gimana ndak ... dari 16 kamar ... waktu itu cuma terisi satu kamar saja .. itu pun tidak ditinggali .. tak ada kabar berita ... ia menghilang begitu saja.

tapi murah sekali .. hanya 60 ribu rupiah saja sebulannya ..

"Wisma Palm" mulai terisi oleh tiga orang rantau ... mari aku perkenalkan

Iis Juli Arnowo
mahasiswa rantau dari Bali .... tampilan macam kentang ... bulet .. putih ... dengan raut wajah yang selalu penuh senyum.

Agus Hariyo Purnomo
Mahasiswa rantau dari Semarang ... tampilan kurus kering kurang gizi ... dengan ambisi mau hidup sukses di kota besar layaknya anak-anak perantauan lainnya

Dwi Sandi Nafia
mahasiswa berdarah menado yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah yatim piatu di daerah Cipanas karena orang tuanya menjadi TKW di Jepang.... jago main gitar ... punya mimpi membahagiakan adik semata wayangnya supaya ndak mengalami getir hidup seperti yang Sandi alami

bertiga kami waktu itu membangun support sistem untuk satu sama lain

saling menguatkan

saling memotivasi

saling mengingatkan

dan kadang-kadang juga berantem hebat ...

sekarang,

Iis Juli Arnowo sudah sukses hidupnya! jadi pengusaha jasa konsultasi teknis penyiaran untuk tv lokal seantero indonesia

Dwi Sandi sudah sukse pula hidupnya! jadi cameraman handal di sebuah TV Swasta terkemuka

dan saya? ... saya sangat menikmati hidup dengan semua detil-detilnya ....

sehabis filmnya terputar ... selain saya terharu dengan ceritanya ....

saya juga rindu dengan "Geng Wisma Palm"!!!

reuni-an aaaah minggu depan

Sunday, April 05, 2009

Romantis Ala Kami ....



Sudah lama ndak pernah nulis-nulis ndak penting macam begini ... makanya, aku kok bingung ya mau memulai dari mana... yo wis, jadikan saja tulisan ini sebagai kumpulan nukilan kejadian antara saya dan boo boo yang terjadi beberapa minggu lalu ...

Berikut kumpulan sempalan pembicaraannya:

Saya
"Boo boo .... aku kangen deh! i love you boo boo!"

Boo Boo
"YOOOOOIIIIII popo!"

--wooooww ... sungguh jawaban ekstra romantis hahahahahha--

Saya
"Aku kok dipanggil popo?"

Boo Boo
"Hippotatamus ....."

--wooooow .. saya baru tahu kalau KUDA NIL memuat makna panggilan sayang--

.................................................................

Sempalan pembicaraan ini terjadi saat saya dan boo boo menghabiskan waktu menyenangkan, "ngopi-ngopi cantik" dengan Mas Fa, Kak Novi, Mas Anton, Kak Cink Cink dan Mas Sebastian .....

Saya
"Kok diem aja?! .... malu ya? ... Mbok yao nimbrung gitu lho kalo lagi pada ngobrol"

Boo Boo
"Ah macam mana pulak ... kalian kan sudah ramai ... aku dengarkan saja lah ... aku bingung soalnya popo ... yang satu belum tuntas ngomong .. yang lain sudah sambar menyambar menjadi satu... nanti salah pulak aku menanggapinya", -batak mode on.

--wooowww .... ternyata kami kalau ngumpul ngobrol-ngobrol menurut dia sudah selayak ramai dan cepatnya kereta api jepang shinkansen hahahahahaha--

Saya
"Enak kan Mango Tofu-nya?!"

Boo Boo
"Bah ... po, mending besok minggu kita makan kembang tahu yang di pasar itu lho ... yang kuahnya gula jahe itu ... lebih enak itu po... dan lebih murah ... yang ini NGGAK MANIS!.... besok kita ajak lah mereka makan durian medan di KOTA ... lebih puas po!"

--woooow.... alamat cepet kaya nih hahahahah ... boo boo-ku selayaknya salah satu dasa darma pramuka ... HEMAT, CERMAT DAN BERSAHAJA .... serta RAJIN, TRAMPIL DAN GEMBIRA hahahahahaha--


Cink Cink
"Aduh ... oleh-oleh ini SIAPA YANG MAU YA?"

Saya
"Buat gue aja!"

Boo boo
"Bah!!! buat apa pulak BORGOL BERBUNGKUS BELUDRU PUTIH macam tu?!"

--wooooww ... perlu pelajaran KINKY-isme nih kayaknya dia hahahahahaa--

..........................................................................

Semenjak Boo boo punya kartu kredit yang menawarkan banyak potongan harga 50% untuk makan di restoran-restoran mahal .... kami punya ritual baru ... BERBURU RESTORAN DISCOUNT!

Boo boo
"Aduh ... nggak ada yang SUKSES nih kita hunting restorannya"

Saya
"Emang kenapa sih?"

Boo boo
"Mungkin karena harga discount... kenikmatannya juga kena RABAT!"

--Iiiiihhh...........SOK banget sih! hahahahahahaha--

......................................................................

Boo boo
"Beli apa?"

Saya
"Beli kue-kue basah buat kita makan di kost ... panada, papais pisang, sama kue cucur"

Boo boo
"KUE CUCUR ANGET-ANGET!"

Saya
" ..............????!!!! maksudnya apaan? ndak ada angin ndak ada ujan kok nyeletuk begitu"

Boo Boo
"KUE CUCUR ANGET-ANGET ... MUKE LU ANCUR BANGET.... gitu lhoooo popo!" --raut wajah mesam mesem maksudnya bercanda tapi kok ya garing jatuhnya yaa--

Saya
".......?????????!!!!!!!!!!!!!"

--ADA YANG MAU NGGAK DAPET JATAH KAYAKNYA MALAM INI hahahahahah--

...................................................................

Duh .... tak sabar menunggu kembalinya akhir pekan .....


Tuesday, March 17, 2009

Ngimpi Duluuu Yuuuukkk ...


Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Mas Fa ... karibku yang menulis tentang mimpi buruknya.


Kemarin, saya berbincang dengan seorang psikolog pemerhati tumbuh kembang anak. Ibu elly Risman namanya...

Salah satu anugerah besar yang didapat dari bagaimana saya mencari uang adalah kesempatan untuk bertemu dengan begitu banyak orang-orang yang mampu memperkaya mengenai bagaimana saya memaknai hidup.

Ibu Elly Risman adalah satu dari begitu banyak orang-orang tersebut. Pada waktu itu, kami bicara tentang mimpi dan bagaimana hal tersebut mengubah jalan hidup.
Saya percaya kekuatan doa dan harapan ... mimpi adalah harapan, menurut saya.
Begitu banyak mimpi yang sudah dikabulkan... pada porsi yang sesuai.. dan sungguh, kurang ajar sekali nampaknya kalau saya tidak banyak bersyukur atas hal tersebut.

Ibu Elly bertanya, "Sekarang, mimpimu apa nak?"

Ketika beliau bertanya hal itu, diluar dugaan, saya sulit sekali menjawabnya....
"Semua mimpi masa kecil saya sudah terjadi Ibu Elly.. saya bingung mau minta apa lagi... tinggal jalani saja lah ... bentuk bersyukur saya yaaaa begini ini... mengurangi keluh kesah... selalu berusaha senang!", jawabku

"Nak, kamu harus tetap punya SINEMA HARAPAN! buat mimpi baru.. perlakukan itu seperti film yang terputar tak berhenti di benakmu.. dan nikmati lagi sensasi rasa dari mimpi yang jadi kenyataan nak!", jawab Ibu Elly.

Selesai pembicaraan itu.. saya punya pekerjaan rumah baru...
BERMIMPI....

Semoga mimpinya ndak mimpi buruk kayak Mas Fa

Sunday, March 15, 2009

Ikan Koi ...


Cerita ini sempat terlupa, karena kejadiannya sudah beberapa minggu lalu ... sebulan yang lalu lah kalau tidak salah...

Pada satu akhir pekan saya berkunjung ke rumah salah seorang karib saya ... Naomi namanya....

Ibu muda yang dititipi Gusti Sing Paring Urip sepasang anak kembar yang lucu

Annabel dan Sebastian ... umur 5 tahun ...

pembicaraan antara saya, Annabel dan Sebastian terjadi di depan kolam ikan koi di sebuah restoran di daerah Depok ...


Me
"Annabel ... Sebastian .... lihat, waaaahhh ikan koi-nya lucu-lucu yaa!"

Annabel dan Sebastian berteriak girang ...

ada empat koi paling besar dan paling cantik yang kami setujui bersama...

Me
"Hemmm .... kalo ikan koi-nya om Agus bisa beli ... Om Agus mau beliin buat kalian deh.... Annabel, kamu pilih yang mana?"

--Annabel dan Sebastian nampak berpikir keras .... empat ikan koi sungguh sulit memilih salah satu... semuanya baguuus!--

Annabel
"Yang merah aja Om!"

Sebastian
"AKU MAU SEMUANYA!"

--wajah si om Agus, heran mode on--

Me
"Annabel kenapa cuma milih yang merah?"

Annabel
"Ikan yang merah yang paling bagus .... ehmmmm ... bagus semua sih om, tapi yang merah, paling bagus! ..."

Me
"Sebastian, kenapa pengen semuanya?"

Sebastian
"Kan yang empat ini yang paling bagus diantara banyak ikan koi di kolam ini .... AKU MAU YANG PALING BAGUS! kalau emang ada empat... nggak apa-apa ... tiap hari aku bisa main dengan ikan koi yang paling bagus dan beda-beda ... senin, bisa mainin yang warnanya putih ... selasa, bisa mainin yang warnanya merah ... terus besoknya yang ada totol merah di kepala... terus besoknya lagi yang warna item!"

Me
"Tapi emang Sebastian bisa sayang sama semuanya?"

Sebastian
"Bisa! ... kan maen sama mereka giliran!"

Me
"Kalau ikan koi-nya ada yang iri satu sama lain gimana?"

Sebastian
"Nggak lah ... kan aku sayang sama semuanya!"

...... speachless

Thursday, March 12, 2009

Sepatu Oh Sepatu


Ditengah pekerjaan yang sungguh membuat lelah dan tenggat waktu untuk setiap detilnya

Saya harus menulis

tentang apa pun ...

sebelum otak saya malah mogok dan mau disuruh bekerja ...

Baiklah ... ehmmm aku mau nulis apa ya ... sembari mengetik, sebenarnya ndak tau sih mau menulis apa ...

O iya,

tadi pagi, saya menemukan benda yang sarat kenangan ...

sepasang sepatu olahraga ... terbungkus rapih dalam koper yang saya ingin pindahkan isinya ke dalam lemari. Isi koper itu tak pernah tersentuh sebelumnya karena memang hanya "sampah" yang ada di dalamnya...

"sampah" yang membawa rasa ... dan salah satunya si sepasang sepatu olahraga lusuh itu.

penyakit memang, saya sulit sekali berpisah dengan barang-barang yang menautkan saya dengan rasa...

Sepasang sepatu olahraga itu saya keluarkan dari bungkusnya ...

Ingat sekali, sepatu olahraga merk BATA ini dibelikan Opium, si mantan pacar pertama ....

selayaknya menamakannya Opium karena Ia sudah berhasil membuat saya --dulu-- ketagihan dengan kehadirannya di setiap saat menjalani hidup... sepatu ini pun berhasil membuat saya seperti balerina di dongeng anak-anak yang tak bisa melepaskan sepatu balerinanya dan terus menari bersama sampai Ia kehabisan napas dan kemudian mati ...

Ingat sekali, Opium membelikannya saat saya bersiap-siap untuk mendaftar seleksi masuk AKABRI dulu ....

"Opium, aku mau buktikan sama Bapak kalo aku bisa lebih sukses dari dia! ... aku mau masuk AKABRI .. ini niat aku dan Aan! .. kalo aku gagal, Aan mesti berusaha mewujudkan niat ini!"

dan hadiah ulang tahun saya, dibelikanlah olehnya sepatu olahraga

setiap pagi, Opium membangunkan saya

setiap pagi, berlari lah saya selama satu jam dengan sepatu itu

setiap kali saya kecil hati, sepatu itu dulu berlaku layaknya dopping untukku ...

dia bilang, "Ayo lari lagi Agus ... ayo lari!"

Sang sepatu membawa saya lolos tes masuk AKABRI tingkat Jawa Tengah

Sang sepatu menjadi saksi saya melewati seleksi AKABRI nasional di Magelang dan gagal ...

Sang sepatu menjadi teman saat saya sedih bukan kepalang sampai saya termangu berjam-jam di sebuah lapangan setelah pengumuman kegagalan ...

Sang sepatu menjadi teman saat saya seperti orang idiot berdiri berjam-jam di terminal bus Magelang dan serasa tak tau jalan untuk pulang ke Semarang ...

Sang sepatu menjadi saksi saat saya di jemput di Terminal Terboyo Semarang oleh Opium dan saya tanpa malu memeluknya erat kemudian menangis lama sekali di pelukannya

Opium bilang waktu itu, "Kamu sudah membuktikan bahwa kamu itu pejuang ... kamu ndak menyerah sampai ujung akhirnya .... ayo kuat!"

Setelah kejadian itu, salah satu benda yang selalu saya lihat... saya keluarkan dari bungkusnya .. ya si sepatu itu ...

bahkan ketika merantau ke Jakarta... ada satu koper khusus dimana saya membawa semua benda yang membawa rasa ... pengingat bahwa saya harus selalu kuat menghadapi apa pun masalah, karena saya dulu pernah menghadapi tantangan hidup yang lebih berat dari sekarang ...

Gusti Allah sungguh ajaib...

Pagi tadi, saat saya sedang butuh dikuatkan ...

IA menuntun saya untuk membuka koper itu ...

dan menemukan sang sepatu.

Gusti Allah ternyata bilang, "Agus ... yang kuat ya nak!" tadi pagi

Wednesday, March 04, 2009

"Jika 'Ku Besar Nanti"


Membaca catatan-catatan yang ditulis oleh Mbak Tatyana, selalu membawa sejuta makna buat saya ...

Mungkin karena Mbak Tatyana sering sekali menulis tentang masa kecilnya ... hubungan Ibu dan Anak .. dan polah tingkah anak semata wayangnya Adi

Satu topik yang selalu berhasil menguatkan saya kala hati sedang rawan ...

Satu topik yang walaupun sesedih apa pun kenangannya .. di ujung, saya selalu berhasil tersenyum ... dan bersyukur

Kemarin Mbak Tatyana menulis tentang Janji dan Bahagia ...

ada satu nukilan lagu anak-anak yang terngiang dan tertulis di catatannya:

"Jika 'ku sudah besar nanti, 'ku pergi dengan Ibu
Ibu boleh pilih sendiri ke mana yang dituju

Jika Ibu pilih Jogja, Bandung dan Semarang
Aku yang beli karcisnya, karcis kapal terbang..."

..................................................

Satu pertanyaan yang selalu muncul saat saya berbicara dengan si Mamah dan tak pernah bosan saya menanyakannya ... jawabannya selalu sama ... tapi mungkin saya selalu butuh untuk diyakinkan ...

"Mamah ... Agus udah bikin Mamah Senang?"

Mamah menjawab, "Kamu senang dengan hidupmu thole cah bagus?"

"Senang Mah ... senang sekali"

"Thole anakku ... kalau kamu senang dengan hidupmu, menjalaninya selalu dengan gembira dan melangkah ringan tanpa beban ... kamu sudah berhasil bikin aku senang bahagia Nak"

ada banyak janji ... ada banyak hal menyenangkan yang ingin saya lakukan buat si Mamah ...

semoga saja janji-janji itu bisa dilunasi saat si Mamah masih bisa menikmati hidup dengan penuh ...

satu tahun kemarin, kalau dirunut, banyak sekali janji yang sudah dipenuhi:
1. Jalan-jalan berdua di pantai kuta dan lombok .. walaupun di lombok cuma sehari
2. Mbeliin ibu saya PS2 ... walaupun sekarang sudah rusak dan minta dibeliin Nintendo Wii (lagi) supaya beliau bisa main game masak-masakan dan mancing dengan adik-adik tiri ku yang sungguh membuat kangen belakangan ini
3. mengurangi kebiasaan merokok jadi satu bungkus untuk tiga hari ... dengan catatan, kalau syuting ..ya ndak janji bisa begitu hahahah ... satu bungkus sehari saat syuting
4. Lebih banyak nemenin si Mamah ke Pasar Peterongan, belanja-belanja saat saya bisa pulang ke Semarang .... toh jalan-jalan sama Phillip dan Sebastian, dua karibku di sana lebih banyak dilakukan malam hari hahahah ... maklum, mereka kan anak malam dan sosialita inggil Semarang gitu lho hahahaha
5. Lebih sering menelpon beliau supaya ndak kesepian .. katanya belakangan ini, Mamah gampang sekali kangen sama anak-anaknya ....
6. Kembali ke jalan yang benar dengan mencari pasangan hidup yang "nggenah" ... serius ... ndak lagi semata karena disetir kelamin hihihii ... tuh, berapa banyak lelaki yang jujur sama Ibunya menceritakan dengan terbuka "petualangannya" hahahah....
7. Ndak mabuk-mabukan kalau kebetulan diajak teman pergi menjajah lantai dansa heheheh ... ya ya ya Bir satu gelas masih ditolerir .. lha wong biasanya minum bir juga kalo pulang ke rumah .. ya kan Mah?! hehehehehehe

Daftar utang janjinya untuk si Mamah masih panjaaaaang .... mungkin ndak akan pernah bisa dilunasi semuanya .... tapi kata-kata si Mamah:

"Thole anakku ... kalau kamu senang dengan hidupmu, menjalaninya selalu dengan gembira dan melangkah ringan tanpa beban ... kamu sudah berhasil bikin aku senang bahagia Nak"

jaminan buat saya ....




Sunday, March 01, 2009

Anak Badung dan Rasa Kuatir ....



Semenjak berteman dengan Ibu-Ibu muda ... menikmati segala cerita mereka tentang kelakuan anak-anaknya ... saya semakin tergugah rasa keibuannya .. lho, hahahaha ...

Maksudku, aku semakin paham perasaan mereka ...

Untuk mereka yang masih punya anak balita, aku semakin paham betapa hampir frustasinya mereka-mereka ini, karena walaupun udah dijaga sedemikian rupa ... selalu saja, buah hatinya gampang jatuh sakit ... dan wahai Ibu, saya baru tahu.. kalau balita itu jatuh sakit 6 kali dalam setahun, itu masih normal-normal saja. Maklum, mereka ini masih ada di fase oral .. semuanya dimasukin ke mulut! gampang sekali kemasukan kuman ... padahal daya tahan tubuh mereka ini dimulai dari saluran cerna :) jadi, tolong ... untuk anda yang punya anak balita, jagalah kesehatan saluran cernanya Ibu-Ibu muda hehehehe ....

Mbak Tatyana, kemarin bercerita di notes-nya tentang rasa kuatir .... bagaimana Mas Adi, anak semata wayang yang sungguh disayang tiba-tiba saja menghilang ndak ada kabar .. orang satu rumah ndak ada yang tau Ia dimana ... udah lah, Mbak Tatyana seperti kebakaran wig ... aku mau nulis kebakaran jenggot, tapi ......... punya ndak ya Mbakyu ku yang cantik itu jenggot? .. kurasa sih ndak ada ... terakhir aku ketemu beliau kayaknya sih ndak berjenggot .. lha wong cuantik jheee heheheheh.

Membaca tulisannya, saya jadi teringat kembali masa-masa kecil saya ... sekaligus rasa terbit rasa bersalah heheheh ...

Dulu, saya .. eh ralat, kami --Aku dan adikku Aan-- sering sekali membuat si Mamah kuatir ....

sebagian dari rambut putih yang dimilikinya sekarang, kami mungkin ikut andil hahahahah

Dulu, kami ini baduuuuung sangat!

Apalagi kami ini tinggal di pinggiran kota Bogor .. Kabupaten Bogor ... daerah Kampung Kramat namanya.... komplit lah sudah situasi mendukung kebadungan kami ...

ada sawah, lapangan luas ... sejuta pohon untuk dinaiki .. sungai ... kebun singkong ... nah, anak kecil mana yang tak tergoda untuk lebih banyak bermain daripada duduk manis belajar.

Semua kenakalan khas anak kecil yang rada nyrempet maut pernah kami lakukan.

Diseruduk kerbau ngamuk sampai hampir pingsan ... pernah

keseret arus sungai yang tiba-tiba deras dan serasa jadi karambol hidup terantuk-antuk batu sungai segede kerbau .... pernah

diserang sekawanan tawon ngamuk karena sarangnya ndak sengaja kami jatuhkan dari pohon ... pernah

digigit ular sawah karena kami sangka belut raksasa ... pernah

macam-macam lah ...

coba bilang, Ibu mana yang ndak kuatir ketika anaknya pulang, badan babak belur nangis-nangis setelah kejadian macam di atas .. dan ndilalah kok anak-anaknya ndak kapok gitu lho ... hahahahaha

Mamah dulu cuma ngurut dada .. udah capek marah-marah hahahahah

Ibu mana yang mau beli baju mahal-mahal kalau setiap hari .. bajunya koyak ... bau lumpur .. bau matahari ... alhasil ... kami cuma dibelikan baju-baju murah di pasar ciluar .. belinya lusinan pula! hahahahahah

Ibu mana yang mau beli sabun dan sampo mahal kalau setiap hari .. anaknya pulang bau sangit terbakar matahari .. kulit terkopek-kopek karena keseringan mandi di kali ... dan rambut merah jagung karena keseringan maen layangan ... walhasil, kami cuma dibelikan itu lho .. sampo merk KAO yang kayak bubuk detergen hahahahahah

baru sekarang .. setelah gede ... nyadar buanget ... kalau dulu, kami ini adalah pemicu serangan jantung buat si Mamah ... aduh aduh aduh, maafkan lah kami ini, anak-anakmu ya Mah ...

Tapi, mengabaikan kami badungnya ampun-ampunan ...

kami berdua selalu juara kelas ...

kami berdua haram hukumnya tak naik kelas ...

bukan karena kami pintar ...

tapi untuk yang satu ini, Si Mamah punya kalimat dahsyat yang sukses bikin kami takut bukan buatan! ...

untuk yang satu ini .. Si Mamah berkata:

"Mamah nggak peduli kalian sebadung apa .... nggak peduli kalian mau ngerjain PR atau nggak .. nggak peduli kalian mau belajar atau nggak .. tapi awas, KALAU KALIAN SAMPAI NGGAK NAIK KELAS!!!!! KALIAN MAMAH KIRIM KE RUMAH YATIM PIATU!!!!! percuma capek-capek cari uang kalau begitu .. mending kalian di urus orang lain .. uang yang Mamah punya, Mamah pake buat senang-senang sendiri!"

Naaaah, itu yang bikin kami takut ahhahahahahahahah ....

badung jalan terus .... tapi juara kelas???? sudah pasti!

Monday, February 23, 2009

25 Unik ...



Kita diciptakan dengan keajaibannya sendiri-sendiri ...


Ada tugas menuliskan 25 hal unik tentang saya dari beberapa karib ... yah, sembari menunggu tenggat waktu pekerjaan berikutnya, saya sempatkan menuliskannya.

Begini daftarnya:

  1. Sampai sekarang saya tidak pernah bisa mencari pengganti yang mampu mengalahkan kenikmatan sarapan pagi berupa nasi putih hangat yang diberi susu kental manis rasa coklat. Aduh, membayangkannya saja sudah membuat air liur sukses terbit.
  2. Salah satu G-Spot saya ada di mata kaki .. hahahaha ... coba dijilat, saya bakal menggelinjang nikmaaaat .. ok, too much information here ...
  3. Tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan nonton film di bioskop! untuk film-film yang saya suka ... saya bisa menontonnya berulang kali di bioskop ... terakhir kali, saya menonton film Valkrye sampai 4 kali ... rekornya adalah nonton "Titanic" 19 kali ... "Speed" 12 kali ... "Life Is beautiful" 15 kali kalau ku tak salah ingat.... "Kungfu Panda" 10 kali .... ya ya ya ... saya punya DVD bajakannya .. tapi mendengar deru suara yang "bergerak" dari sisi kiri ke kanan atau dari depan ke belakang di ruangan gelap dan kursi yang nyaman .. wah, sungguh tidak ada bandingannya
  4. Saya suka ke pasar tradisional ... makan kue basah ... dan melihat wajah orang-orang .. melihat hiruk pikuk di pasar ... menyenangkan sekali
  5. Saya magnet untuk anak kecil ... entah kenapa, anak-anak kecil itu mudah sekali akrab ... ini menguntungkan sekali karena belakangan ini saya harus menghandle aktivitas komunikasi sebuah brand susu untuk balita dan kebanyakan talent-nya balita-balita yang gampang sekali mengamuk ... somehow, begitu "pawangnya" dateng .. sumringah semua mereka hahahahahah
  6. Menurut saya, orang yang bisa memasak.. bertambah keseksiannya!!! mau itu lelaki atau perempuan .. sukaaa sekali melihat koki memasak! heheheh seksiii sekali!" sungguh aneh ... padahal, saya termasuk "buta rasa" ... kata karib dekat ... buat saya, cuma ada dua kategori rasa makanan: enak dan enak banget! .. jadi kalau saya bilang satu makanan itu enak... berarti sebenarnya rasanya cuma lumayan hahaha ...
  7. Pencabik bass gitar juga menurut saya seksi!!! hahahahahah aduuuuh, cabiiikk akuuu! ....ok, stop it agus!
  8. Saya pengen sekali duet karaoke dengan Rhoma Irama! kalau ternyata mimpi ini terkabul, saya ingiiiin sekali duet lagu "Mandul"
  9. Ini hanya bisa dilakukan kalau saya lagi banyak duit.... saya suka sekali naik taksi malam hari dan keliling-keliling tak tentu arah sambil menikmati suasana malam ... saya cuma bilang sama supir taksinya: "Paak .. keliling Sudirman, terus abis itu keliling jalan-jalan protokol ya .. yang banyak lampu-lampunya ... kalo saya udah puas, balik lagi ke sini" .... cuma menikmati suasana jalan.. sesudah itu pulang
  10. Tak ada yang bisa menggantikan sapu tangan buat saya ... tissue itu ndak ada artinya heheheh pokoknya harus sapu tangan .. jeleknya, mudah sekali rasanya menghilangkan benda ini ... kadang tertukar waktu dicuci sama si mbak .. kadang tertinggal .. macam-macam lah ....
  11. Klepon ... tau kan jajan pasar bernama klepon ... terbuat dari tepung ketan, isinya gula jawa dan dibalur parutan kelapa muda ... nah, buat saya .. siapa pun yang menemukan makan ini ... GENIUS!!!! Klepon adalah makanan paling enak sedunia menurutku ...errrrrrrrrrrrrrr.... wait, klepon sebanding lah dengan babi panggang!
  12. Paling jago menghapal lirik lagu! hahahaha ... teman-teman menjuluki saya Juke Box berjalan untuk kemampuan yang satu ini.
  13. Mulut saya terkoneksi langsung dengan apa yang sedang dipikirkan ... kadang saya mengucapkan tanpa sadar apa yang sedang ada di dalam kepala ....agak berbahaya, karena celetukannya biasanya JUJUR tanpa basa-basi hehehehe
  14. Satu lagu yang selalu berhasil membuat saya semangat kala hati sedang lara karena cinta .. tsaaaah heheheh ... "Your Song" dan harus Elton John yang nyanyi .. selain dia .. berkurang dampaknya!
  15. Pepaya Hawai adalah buah terenak yang pernah diciptakan Tuhan nampaknya hahahahah
  16. Satu mimpi yang hanya akan jadi mimpi saja nampaknya .... pengen tau apa rasanya jadi penari telanjang
  17. Ini satu hal yang membuat kalang kabut kalau sedang melancong ... saya susah buang air besar di tempat yang baru .. butuh waktu sekitar dua atau tiga hari untuk bisa ploooong buang hajat di tempat baru ... hahahahaha
  18. Saya suka makan rujak uleg pakai nasi putih anget
  19. saya suka membayangkan adegan karikatur saat sedang berkumpul ... mau itu lagi ngopi-ngopi cantik ... atau lagi makan bersama .. ngobrol ... kadang suka asik dengan adegan-adegan yang cuma ada di kepala saya ... jadi mohon dimaafkan kalau terlihat 'pendiam' saat berkumpul ... bukannya ndak enjoy, tapi ya itu tadi .. HERI alias heboh sendiri hahahahaha
  20. saya takut dengan kucing!
  21. saya takut dengan kepala lele ... makanya, selalu wanti-wanti kalau lagi makan pecel lele ... untuk membuang lebih dahulu kepalanya sebelum disajikan
  22. kecanduan dengan pijat refleksi
  23. kalau sedang susah tidur, putarkan saja lagu "Unchained Melody" Righterous Brothers ... cesplenggg!!!! dua kali puteran lagu .. bablas!!!!
  24. Setiap dengar lagu Frank Sinatra ... aku selalu bergairah ahahahahaha ....
  25. pengen nyobain gabung di sebuah grup musik reggae!
Naaah, sudah selesai ... ayooo sekarang giliran kaliaaan!!!!