Seringkali yang bikin kita kecewa itu bukan orang lain. Tapi diri kita sendiri dengan segala ekspektasi yang kita buat.
Sent from my Sony Xperia™ smartphone
Seringkali yang bikin kita kecewa itu bukan orang lain. Tapi diri kita sendiri dengan segala ekspektasi yang kita buat.
Sent from my Sony Xperia™ smartphone
Inspirasi hidup memang bisa datang kapan saja. Dari siapa saja.
Ini office boy kantor karibku, Arifaldi Dasril.
Di saat yang lain mungkin selepas kerja segera bersenang-senang, Ia memilih belajar Adobe Photoshop menemani mereka yang sedang lembur. Tutorial di youtube, tentunya.
"Emang ngerti bahasa inggrisnya?"
"Enggak, tapi ikutin aja lah... Klik klik... Nanti juga ngerti maksudnya mas. Nanti kalau tabungan sudah cukup, mau les bahasa inggris"
Tahu cerita macam begini tuh pencerahan betul.
Semoga Ia rejekinya ditambahkan.
Semoga tabungannya segera dicukupkan buat les bahasa inggris.
Aku jadi ingat Badrun, office boy kantor lama. Setiap hari selalu tersenyum nir mengeluh.
Orang kaya kan katanya orang yang selalu pandai bersyukur dan selalu merasa cukup.
Badrun tuh ya begitu itu.
Hingga sebelum aku resign, Ia diangkat jadi staf administrasi.
Aku berdoa buat si dul ini.
Baca copy ad apple 'think different'. Keren!
Begini ditulis:
They invent. They imagine. They heal. They explore. They create. They inspire. They push the human race forward.
Maybe they have to be crazy. How else can you stare at an empty canvas and see a work of art? Or sit in a silence and hear a song that is never been written? Or gaze at a red planet and see a laboratory on wheels?
We make tools for these kinds of people. While some see them as the crazy ones, wee see genius.
Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.
Jiro Dreams of Sushi
Kesindir.
Karena kerjaan yang ada hubungannya dengan masak-masak, akhirnya beberapa hari kemarin sempat ngobrol sama juru masak hebat, Adith.
Dia rekomendasiin film ini buat ditonton.
Jiro. Dianggap sebagai asset bangsa. 20 buah sushi buatannya seperti alunan orkestra saat disajikan berurutan.
Restorannya kecil di ujung stasiun kereta tapi dianggap sebagai restoran sushi termahal yang pernah ada.
Seperti kita menghargai batik sebagai hasil budaya inggil, demikian juga Jiro terhadap sushi.
Dibutuhkan 10 tahun magang di restorannya utk bisa memiliki keahlian membuat sushi kelas wahid. Latihannya dimulai dari menyajikan handuk cuci tangan dengan hangat yang tepat, memotong ikan, hingga naik kelas membuat tamagoyaki atau sushi telur dadar. Salah satu anak magangnya baru sukses membuat tamagoyaki setelah 300 kali percobaan.
Kemarin kan males banget mau kerja. Bikin proposal aja nggak kepengen padahal hari presentasinya udah mepet.
Di awal film ini, Jiro bilang:
"Once you decide on your occupation, you must immerse yourself in your work. You have to fall in love with your work. Never complain about your job. You must dedicate your life to mastering your skill. That is the secret of success, and that is the key to being regarded hoborably"
Ok, semangat!
Thank you adith utk referensinya filmnya. Bagus!
Sent from my LG Mobile
Jadi inget.
Curhat:
"Kantor dan kerjaan gue menyebalkan. Gue udah nggak ada semangat lagi tiap bangun pagi mesti ke kantor"
Bukan kali pertama kudengar keluh ini.
Ditanya:
"Udah ngapain aja biar nggak begitu?"
"Udah kirim2 cv?"
"Udah nanya2 kerjaan sama temen2?"
"Coba liat cv lo!"
"Kok mbikin cv kayak gini?"
Jawabannya plintat plintut. Anak ini nggak serius untuk menolong dirinya sendiri.
"Udah curhatnya? Gue pernah mengeluh kayak gitu. Boong kalo gue bilang nggak pernah. I feel you. Tapi, Menurut gue, sekarang daripada lo berusaha nyari kerjaan baru, mendingan lo belajar bersyukur dulu"
"Bersyukur lo tiap tgl 25 ada uang buat bayar kost, ke club sekali seminggu, makan enak, baju bagus, naik taksi dan beli starbucks bisa tiap hari"
"Bersyukur bahwa dari kerjaan lo yg lo bilang menyebalkan itu, lo bisa ngopi2 di tempat ini buat curhat. Dan, setelah itu mungkin keadaan bakal pelan2 jadi lebih baik buat lo"
Dibalas muka sebel.
Cipika cipiki.
Yuk dag nek sampe ketemu lagi.
(Maaf ya, justru karena temen makanya dilarang ngomong pereeeuz)
Shared from Google Keep
Delivering a presentation well (the acting bit) is a useful skill, and one that can be learnt surprisingly easily, but what really matters is the playwright's skill; the ability to write a great presentation in the first place
- Stephen Bayley & Roger Mavity
Seandainya aku menjadi orangtua, tega kah aku mengutuk anakku sendiri?
Rasanya aku tetap akan berdoa dan bersedih.
Sedih. Bukan amarah.
