Friday, March 23, 2007

Ini adalah tulisan kedua dalam hari ini yang aku copy paste saja dari arsip lama ...

Begini ceritanya:



Aku mau melemparkan diri ke 21 tahun yang lalu waktu aku berumur 7 tahun ...


Tahun 198X (Malu aku menyebut tahun lengkapnya)

Me
"Aku sedih ..."

Ibu
"Kalau sedih, ayo sana makan dulu, terus dibawa tidur ... besok pasti nggak sedih"

Me
"Ibu aku sedih..."

Ibu
"Kalau sedih, berteriak ... ngoceh aja sesuka hati ... benamkan kepalamu ke bak mandi 10 detik saja ... makan dulu .. terus dibawa tidur.. besok pasti nggak sedih"

Me
"Aku tidak pernah melihatmu bersedih Bu ..."

Ibu
"Kan sudah Ibu bilang, kalau bersedih ... ibu berkata-kata sendiri, mengoceh sesuka hati tanpa kalian tahu, membenamkan kepala ke bak mandi 10 detik, makan, lalu dibawa tidur dan besok pasti nggak sedih lagi"

Me
"Tapi berteriak, mengoceh, membenamkan kepala di bak mandi tidak menghilangkan penyebab kesedihan..."

Ibu
"Kadang kamu harus menelan kesedihan itu .. telan saja ... sampai penyebabnya menghilang dengan sendirinya"

...........................

aku sedih
ayo telan!
aku sedih
ayo telan !
aku mau sedihku hilang
pasti menghilang, tapi sekarang telan dulu !.

.............................

Pada satu saat aku habis sabar ...

Me
"Ibu sepertinya tidak peduli amat sih kalo kami ini bersedih !"

Ibu
"Nak, Agus ... Aan --adikku-- .... sedihnya pasti menghilang keesokan harinya ..."

Me
"Gimana bisa hilang kalau penyebabnya tidak hilang"

Ibu
"Pasti bisa .... sedih itu besok pagi akan menghilang begitu kau tertidur"

.............................

Saat itu aku marah sekali ...

Ibu aku anggap bodoh ! ...

Semuanya ditelan !

Nrimo ...

Semuanya ditelan dengan senyum !

Nrimo ... ih, tipikal perempuan jawa sekali yang kadang-kadang tak mampu ketemui nalar logikanya ....

..................................

Tapi sekarang aku baru sadar ...

Saat itu, Ibuku sudah hilang daya berperang dengan kesedihan ...

Ibuku terlalu sibuk melindungi kami ...

Ibuku melindungi kami dengan segala daya...

Ibuku merelakan dirinya terhantam kesedihan berkali-kali tanpa ada daya berlindung ...

Kami cuma kena ciprat saja ...

Sedangkan air bah kesedihan yang datang , Ibuku yang menjadi gardanya bagi kami ...

Ibuku sudah hilang daya berperang dengan kesedihan ....

Ibuku memilih untuk membawa kesedihan itu tidur bersama di ranjangnya ...

................................

Kalo ingat ini ... dan tersadar betapa dulu aku marah pada Ibu ....

aku menyesal ....

sungguh menyesal ....

.................................

dan sabtu malam ini,

aku terguguk menangis tanpa suara di sebuah bilik wartel sambil mendengar suara Ibuku di ujung sana bercerita ini itu ...

Aku sedih, tapi aku hilang daya untuk berperang dengan penyebabnya...

dan malam ini aku akan mengikuti saran Ibuku,

Untuk menelan dengan segera setiap kesedihan ...

karena besok pagi, kesedihan itu hilang ketika kau bawa tidur ...

Percakapan Maha Penting



(Tulisan dari arsip lama yang aku suka banget)


Lokasi dan situasinya :
Salah satu kamar kost di daerah Depok, Wisma Zire kamar nomor 18

yang berwarna merah itu aku
yang satu lagi itu Ibuku yaaa ...

Dua kaleng bir hitam dan satu bungkus LA Lights Menthol
Dua Kaleng Pocari Sweat dan satu bungkus gudang garam

plus satu bungkus keripik singkong salut gula halus plus garam halus sedikit

"Bir hitam ini pahit sangat, tapi tetap aku minum ...aku nggak habis pikir apa enaknya ..."

"Pocari Sweat itu rasanya seperti oralit, larutan gula garam kala diare ... tapi aku tetap minum .. aku juga nggak habis pikir apa enaknya"

........................ (bermain dengan pikiran masing-masing)

"Mungkin ada memang orang-orang yang ditakdirkan menelan kepahitan dan menikmati kepahitan walaupun mereka ini juga nggak tahu kenapa harus begitu"

"Gile luuuuu " (Dengan logat jawa kental)

.........................(Masing-masing menghembuskan asap rokok .. .salah seorang dari mereka berhasil membuat lingkaran asap bulat bundar sempurna)

"Aku mau tinggal di pegunungan dieng ... beranjak tua disana sambil liat kerbau dan sapi merumput malas ... di salah satu ruang rumah ada koneksi internet, siaran parabola, dan koleksi Bruce Springsteen sambil menikmati kopi tubruk, rokok"

"Gilee luuuu" (dengan logat jawa kental)

....................(saling menatap)

"Bangga nggak punya anak macam aku ?"

"Aku nggak tau ... tapi kamu sudah bikin orang tua macam aku bahagia"

.................(masing-masing mengambil kaleng minumannya)

"Aku sudah berhasil jadi Ibumu ?"

"Kamu pusat kehidupanku "

.................(masing-masing menghembuskan asap rokok)

I love you mom ...

I love you too son ...


Wednesday, March 21, 2007

Pertanyaan ..... (untuk siapa?)



Pernah punya affair dengan seseorang yang sudah menikah?


Tuesday, March 20, 2007

Tampar aku dong ...


Aku sedang benci dengan diriku sendiri

Aku sedang kesal karena saat ini aku merasa gagal untuk memotivasi diri sendiri untuk lebih baik dalam pekerjaan ... as well as for relationship ...

dan saat ini saya sedang merasa jadi pecundang ....

Sunday, March 18, 2007

Foto Sesi


Kalau sedang tidak punya uang alias bokek, biasanya kita akan menjadi lebih sensitif untuk memaknai banyak hal...


hal-hal yang sepele pun rasanya bisa menjadi sesuatu yang berharga

lebih menghargai apa pun yang biasanya kita maknai sebagai satu keniscayaan ..

errr.... cuma jangan lama-lama juga bokeknya ...

lama-lama depresi ...

dan pemaknaan lebih mendalam pun menjadi sesuatu yang konyol.

pernah kuceritakan tentang karibku Erwinkus Javanicus kan ? ...

Iya, karibku dalam suka dan duka ...

Beberapa minggu lalu entah ada angin apa, seorang teman meminta kami berdua untuk menjalani foto sesi untuk rubrik "Kata Si Lelaki" di majalahnya yang terbit satu minggu sekali.

Duh tawaran yang tidak akan bisa ditolak menimbang dan mengingat kami ini pelacur kamera dan siap memberikan senyum paling manis ketika tombol kamera berbunyi "klik" dan mengabadikan senyum kami ...

....

pemotretan pun terjadilah

....

ketika kami beranjak keluar dari kantor redaksi majalah tersebut, beginilah pembicaraan yang terjadi:


Erwin:
"Anjrot, kalo misalnya dikasih kesempatan untuk foto sesi lagi ... mau yuk ? ... kostum yang dibawa tadi kurang sukses! kurang bisa menggambarkan kemakmuran dan tingkat strata sosial yang dituju untuk target pasar si majalah ini! kurang eksekutif muda gitu lho!"

Me
"Iya euy ... secara gue juga nggak terlalu menyimak pesan singkat yang terkirim kemarin ... disitu ditulis untuk membawa baju kerja, baju gaul, baju santai ........... secara ya bo' ... baju gue itu termasuk kategori baju kombo 3 in 1 ... bisa sebagai baju kerja, baju santai, dan baju gaul sekaligus ... aku merasa gagal tampil euy!" ... kayak gini kali ya kalau si "socialite maksa" bernama Anita Simorangkir a.k.a ANITA BARBIE tidak berdandan ala Barbie dan tertangkap lensa kamera untuk kemudian muncul di halaman kegiatan sosialita ... kupikir beliau ini akan langsung bunuh diri begitu melihat cerminan dirinya di foto yang muncul"

Erwin
"Benar! hemmm ... kita tak perlu menampik dua kali nampaknya untuk tawaran foto sesi kembali dua minggu ke depan"

Me
"Ok... kali ini lebih lengkap lagi persiapannya .. kalau perlu beli baju baru!"


-------- ah, niat sekali dua makhluk narsis dan pelacur kamera ini.. ck ck ck --------


Erwin
"Eh iya bo' ... gue tiba-tiba kepikiran hal yang ... lagi-lagi .. nggak penting"

Me
"Apaan?"

Erwin
"Dibalik senyum menawan , dandanan yang keren, dan wangi tubuh yang wangi ... seperti kita ini ... mana orang tau sih kita lagi nggak punya duit sama sekali ... bokek jaya! .. turun sampai ke kasta paling dasar ... Paria abis-abisan!"


--kami melihat sekali lagi foto-foto dokumentasi sesi pemotretan yang terambil via handphone... dan tampaklah senyum manis menggoda kami berdua .. senyuman manusia-manusia makmur yang sedang kebingungan menghitung kekayaan yang kami punya sangking terlalu banyaknya uang yang dimiliki--

Me
"Ternyata aku tak pernah salah meyakini satu kalimat"

Erwin
"Kalimat apaan bo'?"

Me
"BIAR-KALAH-DI-NASI-JANGAN-KALAH-DI-AKSI"

Erwin
"Anjiir ... nista banget sih hakakakak"

Me
"Eh beneran ... di lingkup pekerjaanku ... dan mungkin lingkup pekerjaanmu juga ... sering lho orang sudah punya pre-disposisi terhadap seseorang cuma karena penampilannya yang "nggak banget".. sedangkal yang bisa terbilang ... tapi kenyataannya begitulah .. mengabaikan bahwa kita berhadapan dengan sesama dewasa yang harusnya sih udah ndak mikir cuma di tataran penampilan ya!"

--kami kembali melihat foto-foto sesi pemotretan tadi--

Erwin
"Aaaahh Bapak Agus ... tampak makmur sekali ya kita ini"

Me
"Duh .. jebakan banget nggak sih buat yang ngliat dan kebetulan di otaknya ter-stempel kata MATRE!"

Erwin
"Kasihan sekali orang yang tertipu oleh foto kita ini"

Me
"Tidak sepenuhnya tertipu lah ... mengabaikan kita tak 'SEMAKMUR ITU' ... toh senyuman pancaran hati yang tulus, baik hati, hanya memberi tak harap kembali itu adalah satu kebenaran kaaan? hakakakakak .. belum lagi ditambahkan faktor kegantengan ... hemmmm ... itu juga satu kebenaran ... MENGABAIKAN ADA BEBERAPA ORANG YANG MENGINGKARI FAKTA TERSEBUT!!!" ...

(Maaf, buat anda yang berpikir bahwa kami ndak ngganteng .. ndak manis .. percayalah, anda sedang dalam fase denial hakakakak)

Me
"Hemm .... Erwin, pada satu saat satu waktu ... kalo kita liat kebelakang ... liat gambaran apa yang sudah kita rasakan .. kerjakan .. dalam senyuman .. dalam kesedihan ... kayaknya kita ndak akan pernah menyesal sudah melewati itu semua ya!"

Erwin
"Ada apa sih... melankolik puitis sekali hari ini"

Me
"Heheheheh iya, begini biasanya kalo lagi bokek ..."


maaf, foto hasil foto sesi kemarin belum bisa terposting mengingat bahwa edisi terbitnya masih dua minggu ke depan .. kalo sudah .. ehmmm mending nggak usah di posting disini kali ya ... tapi beli majalahnya hahahahahaha


duh ................. lagi-lagi posting yang tidak penting ..... sigh


Friday, March 09, 2007

6 Hal Paling Aneh ...

Ini menjawab tugas dari Kangmas ku Dimas Hary yang ada nun jauh di Kembojah sana ... mari kita mulai ...

Tugasnya adalah menulis 6 keanehan yang dimiliki ... aku bingung, karena seluruh hidupku ini dilingkari dengan keanehan bin ajaib ... jadi aku blunder mau mulai dari mana ... tapis atu demi satu kita daftar keanehan-keanehan itu.

Yang Pertama
Saya punya seorang Ibu yang super ajaib kalau dibanding Ibu dari karib-karibku... mengapa? mari kita bahas sedikit:
1. Ibuku merokok Dji Sam Soe ... pernah berpindah selera ke rokok kretek lain dengan merk "Mustang" ... tapi ndak lama kembali ke selera asalnya
2. Ibuku jago maen bas gitar ... mumpuni lah pokoknya ... mana lawannya? Ibuku akan dengan trengginas melibas !
3. Ibuku punya anak kesayangan ... dan itu bukan aku ... bukan juga aan adikku .. tak lain dan tak bukan adalah Harley Davidson tahun 1976
4. Ibuku sangat mencintai ayahku ... mengabaikan ia memiliki istri lain sebanyak dua orang .. satu konsepsi percintaan yang sungguh-sungguh aneh dan sampai sekarang tak pernah kupahami ... Cinta memang dahsyat... mungkin itu satu-satunya penjelasan yang harus aku telan
5. Ibuku penggemar Heavy Metal ... jaman aku masih SMP .. kami sering berebut puter kaset ... Aku mau Whitney Houston .. Ibuku Sepultura ... capeeek deeeeeh ....


Yang Kedua
Aku ini ....................... doyan makan nasi putih anget pake susu kental manis rasa coklat ..... kombinasi yang aneh tapi legit menurutku ... jangan ditiru! saya juga melakukan ritual inikalo nggak di kamar kost ya di rumah .. ndak pernah melakukannya di tempat umum heheheh


Yang Ketiga
G-spot ku rada aneh .... orang mungkin terangsang gila-gilaan kalau dirangsang di daerah puting ... ketiak ... di daerah si buyung (ini mah pasti atuh! hahah)... tapi ada satu daerah yang kalo itu disentuh dengan tepat ... wuiiiihhh rasanya orgasmenya bakal double .... di daerah ............................................. mata kaki ................ --bersemu merah-- ............. sudah ndak usah dibahas lebih lanjut!


Yang Keempat
Aku ini agak susah bilang NGGAK sama orang .... menolak pun kadang-kadang terasa sumir sehingga orang yang ditolak pun tidak merasa bahwa permintaannya ditolak ... duh, aku benar-benar harus belajar bagaimana bilang TIDAK untuk hal-hal yang tidak aku suka ... mungkin karena aku orangnya ndak tegaan ya ... gampang jatuh kasihan kalau muka memelas ... gampang tersentuh .... atau mungkin karena aku sering ditolak .... jadinya tauuuuuu bangeeeet rasa sakitnya mengalami penolakan ... halaaaaah ahahahahahaha


Yang Kelima
Pernah nonton TV Program "Spontan" ... heheheh kalau lagi jalan, terutama sendirian .. terus memperhatikan orang-orang lalu lalang ... aku seringkali berfantasi dengan mengubah keadaan yang ada menjadi sangat karikatural ... sampe rasanya susah sekali menahan untuk tidak tersenyum sendiri ... kadang suka malu ... lhaaa wong mungkin orang kalo lihat begitu disangkanya aku orang stress heheheheh .... tapi sisi baiknya adalah, kalau lagi sedih ... aku merasa paling jago untuk menertawakan keadaan dan akhirnya bisa berpikir lebih positif ...


Yang Kelima
Aku doyan belanja Celana Dalam ..............bwahahahahah ............ tak ada yang mengalahkan sensasi kenyamanan memakai celana dalam yang OK! ... tak mengenal merek tertentu ... tapi biasanya yang mahal memang terbukti lebih nyaman ... kadang suka mikir : "kok bela-belain beli beginian sih ... lha wong ndak ada yang liat ... nggak bisa dipamerin (kecuali kalo mau ml) ... mending beli baju" ....
cuma, entahlah ... seringkali sensasi bahwa aku merasa lebih seksi dan nyaman dengan celana dalam yang bagus bisa mengalahkan segalanya .... bweheheheheh


Yang Keenam
Saya merasa suka terlalu romantis ... lebih ke arah melankoli yang kadang-kadang ndak penting ... apalagi kalo itu berhubungan langsung dengan orang yang saya suka dan saya sayang ... kadang aku suka malu sendiri dan berpikir : "Gileeeee ... gue mending jadi penulis roman picisan aja ah!" ... bagaimana romantisnya? well, saya bilang tadi ... kadang-kadang romantis yang ndak penting buanget! jadi ndak perlu dibahas disini ah ... malu heheheh .... duh manusia aneh, tanpa malu menyebut G-spotnya di wcana publik ... tapi malu mengungkapkan detil sisi romantisnya :)


Mas Dimas Hary yang ada di Kembojah ... sudah tuh tugasnya diselesaikan dengan baik tapi belum tentu benar ....





Thursday, March 08, 2007

Pengakuan Dosa

Jumat Malam minggu lalu,

selayaknya para nyamuk pekerja di Ibukota, saya merencanakan banyak hal untuk membuat waktu setelah jam pulang kantor menjadi waktu yang cuma untuk saya dan teman-teman dan tak ada ruang untuk memikirkan --banyak hal-- yang berhubungan dengan pekerjaan, yang tentu saja selama ini sudah membuat saya punya topangan melanjutkan hidup di Ibukota ...

anjrit ... tsk tsk tsk .. bahasa orang baru bangun tidur memang rada ajaib plus sedikit melankoli hehehe ...

sebegitu banyak rencana malam itu,
seperti misalnya ingin menghabiskan waktu menikmati irama hentakan beraturan di sebuah klub bernama "SURGA" di bilangan kawasan Dharmawangsa Square, menjadi lenyap tak berbekas ketika karib bernama Erwinkus Simponikus Javanikus mengeluarkan rencana demikian:

nat nit nut .. tombol telepon genggam mengirimkan pesan singkat :


Den Bagus Agus Sing Gembagus Dhewe "Bo' .. dimane? gue pengen pulang cepet ... ngumpul yuks ... ngosasi, alias ngobrol sana sini .. udah lama juga lo kagak pernah curhat sama gue!"

--masih pembicaraan via pesan singkat--

Erwinkus Simponikus Javanicus
"Bo'... Pemuda Putih Susu mantan VJ yang acaranya lo produserin dulu udah balik dari Italia, udah lulus S2-nya... ngajakin ngumpul .. reuni-an atuh yuk"

Den Bagus Agus Sing Gembagus Dhewe
"Waaah mauuu .. gila, sepertinya belum lama dia pergi, lha kok sekarang belakang namanya udah ketambahan gelar lagi... darn, gue ngiri deh pengen bisa nglanjutin sekolah"

Erwinkus Simponikus Javanicus
"Capcus, aku tunggu di Plasa Semanggi .. di Cup n' Cino ya!"

-----------------------------------------------

Kemudian berkumpulan kami, empat begundal yang dulu pernah ada dalam satu kantor ... di kantor ini, walaupun singkat waktunya, saya sempat didapuk menjadi producer TV Program dengan jumlah episode yang lumayan banyak...

kesempatan yang langka, mengingat usia dan kemampuan saya pada saat itu, mengabaikan TV Program yang saya produksi tingkat kesulitannya tidaklah seberapa... tapi tetap saya bersyukur sekali pernah ada didalamnya untuk satu fase tersebut.


Mari saya perkenalkan :

Erwinkus Simponikus Javanicus
Mantan Manager Operasional PT. Mbul Gombal Gambul Ngalor Ngidul tempat kami dulu bekerja ... lajang Depok teman seperjuangan susah senang bersama ... teman berbagi kesedihan, kesenangan, bahkan berbagi dosa hahahaha ...

melepaskan pekerjaan di kantor tersebut demi cita-cita mulia yang aku juga pada satu saat ingin melakukannya yaitu melanjutkan sekolah S2 manajemen pariwisata di sebuah institusi pendidikan yang cukup bonafid.

Mantan Bos yang baik hati yang sangat mengerti kebutuhan bawahannya untuk Side Job .. hahahaha ..

Erwin, terima kasih untuk senyuman mafhumnya ketika saya baru datang ke kantor di jam 1 siang untuk pergi lagi jam empat sore heheheheh ....


Pemuda Putih Susu
Lelaki ngganteng mantan presenter dari TV Program yang aku produksi... lulusan Universitas Gajah Duduk di Bandung, dan kemudian melanjutkan studinya di Italia. Lelaki baik hati, baik budi, hanya memberi tak harap kembali dengan jejaring pertemanan yang mengagumkan .. gila, ada aja temannya di seluruh penjuru jakarta .. hahahah ngiri dengan kemampuan membuat jejaring pertemanan sebegitu rupa.


Pemudi Rambut Sambungan
Perempuan muda dengan satu anak, penyiar kondang di sebuah radio swasta dan pembawa acara dengan tarif manggung yang cukup mencengangkan menurut ukuranku. Aku lebih mengenalnya justru ketika ia keluar dari kantor tempatku bekerja .. karena begitu aku masuk, dia keluar cuti hamil dan memutuskan untuk tidak kembali ke kantor itu ... pilihan yang tepat.


berbicaralah kami tentang masa lalu, tertawakan hal-hal yang menurut kami dulu adalah duka... tertawakan hal-hal yang menurut kami dulu adalah sesuatu yang menyebalkan... memutar ulang kejadian manis .. memutar ulang kejadian menyenangkan ... sampai akhirnya kami bertiga --saya, pemuda putih susu, dan pemudi rambut sambungan-- bertatapan penuh makna


Pemuda Putih Susu
"Jadi siapa dulu yang mulai nih ?"

Me
"Errrr .. lo dong ... kayaknya gue yakin lo yang paling banyak dosanya!"

Pemuda Putih Susu
"Hahaha kenapa harus gue! ... ok, gue dulu deh ... ehm ehm ehm begini Win, mengabaikan kita bukan lagi rekan sekerja .. kamu atasan dan kita bawahan .. tapi kayaknya kita perlu mengaku dosa deh atas apa yang kita kerjakan dulu heheheh"

Erwinkus
"Ha ha ha ... bring it on !"

Pemuda Putih Susu
"... errrr ... lo tau kan gue dulu sama si mbak-rambut-sambungan ini sering keluar kantor dengan alasan nyari wardrobe syuting ... atau nyari sponsor lokasi ... errrr... atau nyari sponsor make up ?"

Erwinkus
"Bo... bukannya bagus .. menunjukkan dedikasi lo untuk menghasilkan tampilan program sebagus yang kita mampu... jadi program kita laku kejual"

--bayangkan karibku Erwinkus Simponikus Ini berbicara dengan logat tasikmalaya dan terkesan lugu tanpa dosa ... satu gaya yang sangat menipu ... menimbang betapa cerdas dan taktisnya orang yang satu ini--

Pemuda Putih Susu
"Ehmmm .... tapi .......................... kalau sebenarnya kita berdua menghabiskan waktu jam kantor dari jam sebelas siang sampe jam 4 sore ..................... untuk nyoba SPA COKLAT ??"

--keheningan tercipta saat itu juga--

Pemuda Putih Susu
"Ehmmmm ... itu baru satu pengakuan dosa lho Win"

--keheningan tercipta, menunggu respon dari satu orang bernama Erwinkus Simponikus Javanikus ini... kemudian terlihat bibirnya mulai terbuka siap berkata-kata--

Erwinkus Javanikus
"Emang SPA COKLAT kayak apa sih? enak nggak?"

hahahahahahaha .....

Pemudi Rambut Sambungan
"Gue juga minta maaf ya win .... kalo gue bilang mau ke lantai atas buat supervisi editing .... sebenarnya gue.......................tidur di studio sampe jam 5 sore dan kemudian beranjak pulang hehehe"

--Keheningan tercipta lagi sejenak ... kemudian kembali terlihat bibir Erwinkus Simponikus Javanikus mulai terbuka siap berkata-kata--

Erwinkus Simponikus Javanikus
"Haaaa .. gue baru tau kalo tidur di studio tuh nyaman ya? ... kenapa nggak tidur di sofa ruangan kerja gue aja???"

hahahahahahah ...

Ok, ada beberapa pengakuan dosa dari kami bertiga untuk Erwinkus Simponikus Javanikus ...
Tapi Erwin, ada beberapa pengakuan dosa yang belum terurai dariku ... dan saya akan menuliskannya di sini ...



Pengakuan dosa 1
Erwinkus sayang ... saya pernah datang jam sembilan pagi kemudian minta ijin dengan alasan mencari sponsorship program kemudian pulang ke kantor jam setengah lima sore ... karena..... errrr.......... SAYA KE CIJANTUNG UNTUK PERGI MENGUNJUNGI CUCU DARI MAK EROT!!!!

memanjakan diri untuk memuaskan rasa penasaran, toh kupikir ndak ada salahnya dengan itu ... kalo ternyata tertipu, yaaaah harga yang harus dibayar tidak lebih dari maharnya saja sejumlah tiga ratus ribu rupiah... kalau ternyata tidak tertipu .. si buyung kesayangan bertambah beberapa senti besarannya ............... dan .......................... tidak ada hasil lain selain kehilangan uang mahar senilai tiga ratus ribu rupiah hahahahaha... si buyung dan empunya-nya harus puas dengan besaran asal hihihihi


Pengakuan dosa 2
Erwinkus sayang ... saya juga pernah datang jam sembilan pagi kemudian minta ijin keluar kantor segera setelahnya dan kemudian tak pulang-pulang lagi .......... karena..... errrr.... SAYA PERNAH AMBIL KURSUS SALSA DI BILANGAN WIJAYA .... dan pulang dengan mata kaki yang terkilir ... untuk kemudian keesokan harinya mengabarkan bahwa saya terpeleset dari kamar mandi ... sigh --menghela napas panjang--

Pengakuan dosa 3
Erwinkus sayang ... saya pernah keluar kantor jam dua siang untuk kemudian tak kembali lagi ke kantor ... untuk ............................AMBIL KURSUS SINGKAT MASAK .... dan sukses dengan jari yang melepuh tersengat panas wajan dan spagheti yang terlalu lembek :) ....


itu dosa paling besar Erwinkus Javanikus yang baik hati ... tidak akan terulang lagi ... cukup terjadi di masa lalu saja ....

anak nakal sekali dulu itu ya ...

sekarang sih nggak ....

beneran kok ...

KARENA AKU YAKIN, SI BOSS KU SEKARANG ... SEDANG BACA BLOG INI ...

NGGAK BOSS ... NGGAK LAGI-LAGI KOK :)

Tuesday, February 20, 2007

Awaludin a.k.a Somad Bin Indun

Lagi males nulis, posting aja tulisan-tulisan lama ... begini ceritanya:

pulang ke Depok tepat waktu jam 17.15 ... aku harus bergegas, karena sebelumnya sudah buat janji dengan seorang teman lama, teman jaman kuliah dulu yang minta tolong untuk dicarikan indekost disekitar margonda karena dia melanjutkan studinya ke jenjang magister ... aku kapan ya ?


anyway, bertemulah kami di margonda ... ternyata bapak yang satu ini ... Ahmad namanya ... termasuk dalam batalyon Pasukan Gerak Cepat ... ternyata sudah dapat dia kamar kost yang layak di kober ... mampir sebentar ke kostnya ... ngobrol sebentar ... dan dia harus pergi ke depok 1 ketemu dengan tunangannya yang kebetulan aku juga kenal ....

sembari berjalan kaki ke parkiran motor FISIP UI ... lewatlah di jalan setapak hutan UI dimana ada beberapa penjual CD bajakan dan Keping MP3 .. dan :

saya menemukan keajaiban kecil yang melemparkan saya ke masa kecil ................ aku menemukan satu keping MP3 berisi kumpulan lagu-lagu berikut :

Bukalah Kacamatamu
"............Byuuuuukaaalaaah kaaatcahmahtahmuuu ... bilang kau ingin memandangku ... tapi kaaaau sembunyi , curi pandang .. malu donggg aaaaaahhhh !!" (dinyanyikan dengan video klip sungguh sukses pada jamannya dengan Nella Regar sebagai model video klipnya)

Sepatu Dari Kulit Rusa
"..............syeeeepatuuuu dari kulit rusa ... ituuu akuuu takk mintaaaa .. tas hitam kulit buaya ... itu juga ku tak minta .........yang kuinginkan cinta dan buatan indonesiaaaaa" (dinyanyikan oleh Ria Resty Fawzy dengan celana motif leopard dan sabuk hitam kulit dengan tatanan asimetris hampir menelan pinggul mungilnya)

Si Jantung Hati
"...........mataku merah bukannnyaaa kurang tidur ... badanku kurus bukaaaannya kurang makan ... namun memikirrrkan ooouuwwww si jantung hati ... ouuuwww si jantuung hati" (dinyanyikan oleh mukhlas ade putra ... dengan kumis tipis dan kemeja putih dengan padding pada kedua bahunya ... celana hitam baggy sukses ... sepatu La Gear putih semata kaki)

Ranjau Ranjau Cinta
"...........oouuw ouuuuw ouuuw rindu .... rindu tak tertahankan ... kutunggu-tunggu jawabaaannmuuu ... hatikuuu tak menentuuuu .. masa indah sepertiii dulu .. di dalam pelukannmuuuu " (Soundtrack sukses film remaja Ranjau Ranjau Cinta ... pemutaran perdana film ini sukses luar biasa di kota bogor ... tercatat .. aku ... ibuku .. dan bapak .. ikut antri di Bioskop Ramayana Bogor ... Bioskop kondang di tengah pasar ramayana yang sekarang kembang-kempis nasibnya tergerus oleh jaringan 21)

huuuuuaaahhh !!!! gila !!!! ada apa dunia hari ini ... kok yo ndilalah bisa nemu MP3 ajaib seperti ini ... apakah ini mungkin pertanda dari Tuhan bahwa aku punya kesempatan membuat Rio ... seorang karibku untuk kedua kalinya terserang stroke setelah insiden Tommy J pisa dan Richie Ricardo ? .... aku berkesimpulan : IYA ! hahahahah

tapi insiden penemuan keping MP3 ajaib ini juga kembali menjungkalkan memoriku pada satu keping kenangan masa kecil ..... mari teman-teman ... kita terjun sejenak


AWALUDIN A.K.A SOMAD BIN INDUN

aku pernah bercerita di blog ini ... bahwa ketika kecil .. aku tinggal di pinggiran kota bogor ... kabupaten Bogor , di suatu daerah pedesaan pinggir kota bernama Kampung Kramat

kami keluarga yang sangat sederhana ... hidup sederhana ... nggak neko-neko ... satu keluarga yang hanya menggelengkan kepala ketika anak-anaknya pulang kerumah dengan bau matahari di sekujur tubuhnya setelah seharian selepas tidur siang bermain di tegalan sawah dan bau rada amis setelah seharian mandi di kali ....

tapi meskipun demikian , entah kenapa ... yang namanya Buku ... sudah selayak seperti tersedianya nasi dan lauk pauknya di rumah .... bolehlah kami hanya makan dengan menu yang sangat sederhana ... asalkan pada hari minggu ... kami punya uang cukup untuk pergi ke toko buku bernama Naga Mulia di daerah Merdeka untuk belanja buku .... bolehlah kami hanya belanja pakaian beberapa kali dalam setahun asal pada hari minggu kami bisa pergi ke suatu tempat bernama TOKO BUKU

oh iya hampir lupa .... selain toko buku ... ada surga kecil lain yang bernama TOKO KASET !!!!

pada satu saat, kondisi keluarga benar-benar dalam kondisi yang pas pasan .. tapi , kok ya aku dan adikku yang masih sangat kecil merasa nggak terlalu bersedih ya ... hemmm .... hemmm ...
dan kami harus tinggal mengontrak di satu rumah petak dengan satu kamar tidur kecil , ruang tamu kecil , dapur kecil , semuanya serba mungil serasa tinggal di negeri liliput ... kami mulai kehilangan saat menyenangkan pada hari minggu ... hari minggu berubah menjadi seperti hari biasanya ... nonton unyil dengan tidak ada ke-ria-an menanti ajakan untuk ganti baju dan pergi ke toko buku ... toko kaset ... akhirnya siklusnya berubah ... kali ini , pergi ke dua surga kecil itu sekali dalam satu bulan adalah satu anugrah besar bagi kami ....

sampai akhirnya .................. berkenalanlah saya dengan orang ini:

Somad Bin Indun

ini beberapa penggalan masa kecil

Bobo
tidak pernah sekalipun aku melewatkan menikmati majalah yang satu ini ... dari yang harganya waktu itu sekitar 350 ... naik menjadi 750 ... naik menjadi 1300 ... 1750 ... 2200 ... seingatku

Tom Tom
majalah sejenis Bobo tapi tak bertahan lama , karena bahkan menurutku pun .. majalah ini isinya konyol ..patutlah dia bangkrut

Kuncung
majalah yang aku ratapi kehilangannya ... oh oh oh betapa aku sangat menantikan rubrik tips dan trik dunia kepramukaan di sini ... bagaimana aku sangat senang ketika aku tahu bahwa dengan air jeruk nipis atau cuka, kita bisa menulis sandi-sandi rahasia tanpa orang lain tahu ... ck ck ck ... Kuncung memang hebat !!!

Lupus
terus terang .. dulu aku nggak tahu ada band bernama Duran-duran sampai ketika buku ini pertama terbit ... oh oh oh ... ryan hidayat ... hilman ....kau adalah salah satu idola masa kecil

Balada Si Roy
Gola gong ... ini adalah buku yang pertama kali berhasil membuat saya seperti terseret dalam cerita ... dan ketika menutup bukunya pun .. aku masih tercenung menatap bukunya dengan kekaguman menyesak di dada ... gila .. gila ... gila ...

Mimi Elektrik
Zara Zetira ... sampai sekarang kalau ingat buku yang satu ini ... kenangannya selalu berhasil membuat saya tersenyum kecil ...

dan lain lain ... dan lain lain ... lima sekawan ... serial komplotan .. pasukan mau tau ... astrid lindgren ... dan lain lain

ah kapan ya pada satu saat .. penulis-penulis kita sekarang ... kembali menempatkan posisinya sebagai orang biasa ... aku sering pusing dengan penulis-penulis sok sastra .. sok pake kata-kata tinggi .. sok pake analogi yang dalem-dalem ... padahal pembacanya butuh lugas ... butuh jujur ... butuh sesuatu yang segar .. yang mampu secara sederhana mengajak pembacanya untuk tersenyum ... tertawa .. menangis ... dan pada akhir buku ditutup ... ada perasaan hangat ... aku kadang sulit menemukan hal itu pada penulis-penulis masa kini .....

o iya ... aku belum bercerita tentang Somad bin Indun.....

ketika keluarga kami harus mengontrak rumah petak .. ketika kami mulai sedikit kehilangan surga kecil kami .... aku bertetangga dengan seseorang bernama Awaludin ... anak seorang juragan angkot ... pemilik rumah petak kontrakan yang kami tempati ... anak gaul pinggir kota dengan gaya dandanan super ajaib !!! yang sekarang mengingatkan aku pada tokoh ciptaan Hilman dalam bukunya "Olga dan Sepatu Roda" ... mari kita panggil ia dengan sebutan Somad Bin Indun !!!

Somad berumur 14 tahun ketika aku mengenalnya ... aku tidak suka gaya tengilnya ... aku tidak suka dengan gaya dandanannya yang menurutku seperti mahkluk luar angkasa .. atau bahkan seperti orang-orangan sawah .. atau bahkan seperti penunggu pohon melinjo di ujung jalan masuk komplek kontrakan yang setiap sore sehabis maghrib setiap aku lewat pohon itu aku selalu berlari sekencang mungkin supaya nggak diculik oleh penunggunya ...

Miund .... Somad Bin Indun butuh pertolongan gawat darurat gaya berpakaian !

tapi aku harus bermanis-manis dengannya

tapi aku harus bisa mengambil hatinya

tapi aku harus bisa membuat dia dengan rela memberikan kesempatan untuk menikmati sesuatu yang dia punya

tapi aku harus membuat dia dengan rela meninggalkan aku sendiri di kamarnya sementara dia pergi bermain ...

karena dia punya sesuatu yang tidak aku punya

KOLEKSI BUKU ... MAJALAH ... KASET ... VIDEO ... YANG SUMPAH ... EDAN EDANAN LENGKAPNYA !!!

aku nggak habis pikir ... orang dengan penampilan ajaib dan tengil punya selera yang bagus juga untuk yang satu ini .. tapi aku tidak perduli ...

aku menemukan pengganti surga kecilku yang sempat hilang .....

aku penghuni kamar Somad bin Indun lebih lama dibanding sang pemiliknya

Ibu badrun ... ibu dari Somad bin Indun sudah menganggap aku dan adikku penghuni kamar itu ... awaludin a.k.a Somad bahkan lebih sering tidur di kamar depan sambil bermain Atari games ....

kalo aku ingat masa-masa itu ... ohhh ... betapa menyenangkan ... mengharukan ... memori yang tidak meninggalkan trauma menyakitkan ... justru senyuman kecil hangat !

Somad ... Awaludin ... terimakasih sudah meminjamkan surga kecilmu untuk ku

Somad .... sekarang kamu dimana ya ?

Somad ... kalau ternyata tuhan menunjukkan blog ini untuk kamu .... tolong ... hubungi aku secepatnya !!!!

terimakasih Somad

terimakasih Somad Bin Indun !!!!

Tuesday, February 13, 2007

Kinyis Kinyis lan Sumringah

Selamat pagi,

selama perjalanan menuju kantor di kereta depok-tanah abang:


Sang Lelaki

Lelaki ini sepertinya familiar

Ok, lelaki ini sering satu gerbong denganku setiap berangkat kerja tiap pagi

tidak pernah memperhatikan dengan seksama

tapi pagi ini kulihat raut wajahnya seperti selalu tersenyum...

muka kinyis-kinyis kayak yang baru saja keluar dari kamar mandi...

seperti siap sekali menghadapi dunia hari ini

kok sepertinya hidupnya ndak ada beban ya? well, asumsiku ini tentunya salah ... mana ada orang hidup ndak punya beban...

tapi aku iri dengan rona wajahnya hari ini ...

tanpa bebankah hidupnya? sekali lagi, tentu saja asumsiku ini pastinya salah

sudah begitu kah raut rona wajahku setiap pagi, setiap memulai hari ini ...

kalau pagi ini raut rona wajahku tak seperti itu ... aku pantas iri padanya...

hemmm ... siapa ya namanya ?

mungkin namanya Mas Makaulay Kulkin

atau mungkin Mas Maykel Jekson

atau mungkin Mas Jon Mekenro

atau mungkin namanya Don Wori Behepi


Si Wanita

wanita ini agak bergegas naik dan segera berebut tempat duduk...

Dia ada di seberangku sekarang

sama seperti sang lelaki yang tadi kuperhatikan

perempuan ini selalu tersenyum ...

bukan, bukan seperti orang gila cara ia tersenyum ...

tapi wajahnya sumringah ...

hemmm .. sedang jatuh cinta nampaknya

kalau dia sedang jatuh cinta

aku iri padanya

aku iri dengan sensasi semua aliran darah lari ke kepala

wajah yang memerah

jantung yang berdetak lebih kencang

senyum yang tidak pernah bisa dihapus hilang

aaaawww ...

namanya pasti mbak olwaishepi ...


Aku juga pengen seperti mereka ... kinyis-kinyis dan penuh cinta ketika memulai hari ...


Friday, February 02, 2007

Narsis Global :)

Beginilah kalau satu kantor dengan atasan yang bersuami fotografer kondang ... mari lihat kenarsisan SATU TIM ! catet, bukan cuma aku yoooooo ...


Ciluuuk Baaaa.... (Maissy Pramaisella mode on)



Gaya Manis ... karena kami semua --eheeem-- manis ...



Tak bertema .. tapi , yaaah ... lumayan lah


Berlari bersama mengejar target hehehehe


Beby "Eva Arnaz" Anjas Merry hahahahh...



Saya pastinya jangan terlupa hehehehe




Monday, January 29, 2007

karma ....

Tiga puluh menit menjelang dini hari.

he he he, sebenarnya agak sungkan untuk membicarakan hal ini...
tapi sedang tergoda untuk memikirkan hal yang satu ini.

Percayakah dengan karma ?
saya sangat percaya dengan karma.

Perbuatan baik itu pasti akan dibalas, namun ternyata balasannya tak selalu sebagai keniscayaan akan terbayar pada saat perbuatan baik itu selesai dikerjakan.

kadang balasan perbuatan itu datang selintas lalu hingga kita tak sadar bahwa pembayarannya sudah lunas.

kadang balasannya datang dalam kemasan yang tak dinyana hingga kita pun tak sadar bahwa pembayarannya sudah lunas.

bahkan terkadang kita merasa piutang dari apa yang kita kerjakan tak kunjung datang... tapi ya itu, kembali ke awal... bahwa selintas lalu biasanya datang tak tercium, tak teraba dan kemudian balasannya menjelma...

Dan kita tak pernah tau.

Wah, kenapa sedemikian beratkah pembicaraan menjelang dini hari ini?

Tak ada sebatang rokok terselip di antara jari,

Tak ada segelas air yang bisa membuat mabuk,

Tapi membahas hal sedemikian berbau filosofis heheheh

kembali lagi,

masih percaya dengan karma?

saya masih.


Yen tak pikir-pikir,
aku ini kok beruntung sekali ya...

Hidupku penuh dengan sempalan momen-momen tak terduga...

ketika tersudut, ndilalah kok yo ada saja yang kemudian memberikan kemudahan

dan kemudahan itu datang dalam bentuk yang tak pernah terduga

tak pernah terbayang

kalo diputar balik jam waktunya,

aku selalu saja bisa lolos dari lubang jarum ketika apapun yang tidak menyenangkan terjadi dalam hidup.

Wow,

hidup tak selalu berkelimpahan,

tapi ndak pernah aku ditinggalkan dalam keadaan sempit.

cihuy banget !

susah sedih ya itu sih biasa.

tapi ya itu tadi,

aku ndak pernah ditinggalkan dalam keadaan sempit.

selalu ada lubang dimana akhirnya aku bisa keluar dari lingkaran.

cihuy banget!

itu tentang hal-hal yang baik.

sekarang bagaimana dengan yang buruk?

wah wah ini lebih mengejutkan lagi.

aku menjadi percaya bahwa balasan dari hal buruk yang dikerjakan akan datang dalam waktu yang sangat cepat, satu detik setelah hal buruk itu dikerjakan.

Ketika menyakiti perasaan orang lain

tidak dalam waktu yang lama aku dibalas... aku disakiti hatinya.

ketika curang

tidak dalam waktu yang lama aku dibalas... aku ditusuk dari belakang.

ketika licik

tidak dalam waktu yang lama aku dibalas... aku bertemu dengan orang yang culas yang ternyata memanipulasi diriku habis-habisan.

inti dari tulisan ini adalah ?

well, tidak untuk siapa-siapa...

cuma untuk mengingatkan diriku sendiri

Ih, gini nih kalau lagi nggak terlalu sibuk... terus nggak ada kejadian yang istimewa yang bisa dibagi...suka sok ... heheheh

sudah, perkenankan saya tidur dulu.

selamat istirahat teman-teman.

Wednesday, January 17, 2007

Random Thoughts

Beberapa catatan kecil selama hampir dua minggu tak menyambangi jurnal harian ini, adalah sebagai berikut:

  • Memutuskan untuk berhenti merokok. Tidak mengurangi… tapi total menghentikan kebiasaan nikmat itu… jangan ditanya rasanya seperti apa. Seperti ada yang mengganjal … ibaratnya kata orang jawa, rasane koyo ono slilit ning untu… seperti ada serpihan daging diantara gigi, ngganjel aja. Lucu juga, kalau dirunut… sebenarnya dari kecil aku paling sebal dengan perokok. Maklum, Ibuku perokok berat dari jaman aku belum lahir.. untung aku ndak sampe kena asma karena dilahirkan dari seorang ibu yang perokok seperti yang biasanya berlaku.

Dulu jaman aku mangsih cilik, aku paling sebal melihat lingkaran asap rokok keluar dari mulut Ibuku, buat orang lain mungkin terpesona bagaimana lingkaran bulat asap bisa keluar dari mulutnya, tapi aku tidak tuh.

Jaman SMA –catet, bukan jaman SMU--, aku yo ndak kepengin ngerokok seperti layaknya teman-temanku yang lain… errr……… tapi lebih parah, dulu malah sempat ngrasain cimeng alias rokok ganja … Cuma baru dua kali isap udah tertangkap basah ………………. Sama Ibuku.

Hehehe kalo mbayangin dulu itu kocak, buat menyamarkan bau asap ganja yang sangat keras, aku semprot pewangi ruangan banyak-banyak … ndilalah, sekonyong-konyong koder lha kok Ibuku nyelonong masuk kamar… kemudian setelahnya bisa ditebak … hidung Ibuku memang seperti anjing pelacak untuk yang satu ini … jangan lupa, Ibuku jaman muda kan anak band .. rock pula … dengan santainya Ibuku berkata:

“Mama dulu pernah mbandel, mamah tau bau asap apa ini … ayo keluarin sisanya!”

Dengan sukses sisa rokok itu lenyap di toilet.

Jangan salah, itu sekali-kalinya kok … bener ! soalnya aku kok ngrasa efeknya sangat tidak menyenangkan. Abis menghisap itu aku didera rasa lapar yang amat sangat .. rasa lapar yang sangat tidak normal… sepertinya aku bisa makan nasi segunung. Dan buatku itu sangat tidak menyenangkan. Mendekati traumatis malah.

Nah nah nah .. penyakit kan, dasar aku bawel. Lha wong mau ngomong aku berenti ngrokok aja udah ngalor ngidul ndak karuan. Lanjut ke poin berikutnya.

  • Akhirnya aku berani nonton film SAW saudara-saudara! Hahaha satu pencapaian kecil yang mungkin buat orang lain ndak penting, tapi buatku penting banget! Lha wong dari dulu aku tuh ndak pernah tega untuk nonton film sadis macam begini... ada kaki yang terpotong, usus yang terburai, dan lain sebagainya. Suka nonton film horror, tapi ndak suka film-film sadis… aneh bukan, horror yang setan-setan doyan… tapi film dengan detil adegan penyiksaan dan ekstra kesadisan, waduh… aku NDAK BERANI. Tapi sekarang berani…
  • Mulai menata gaya hidup sehat. Mengabaikan bahwa pekerjaan terkadang menuntut aku harus terjaga sampai pagi. Pengen ikut fitness club. Atau nggak usah ah, mahal kali ya … mending berenang aja deh yang rutin.
  • Mulai memikirkan opsi untuk pindah kost ke tengah kota. Selama ini dari tahun 2003 aku masih keukeuh betah ngekost di depok dengan alasan udah telanjur kerasan dan malas rasanya untuk mencari kost2an baru ditengah kota. Tapi kok lama-lama badan ini memberontak yooo ... capeknya itu lho... baiklah, akhir bulan ini aku berencana untuk pindah dan nyari kost baru di tengah kota. Saudara-saudara, ada yang tau tempat kost nyaman di daerah tebet, pancoran, supomo? .... range maksimum 700 ribu rupiah (sukur-sukur kalau ada yang lebih murah) ... kamar mandi di dalam... kalau bisa sudah termasuk cuci setrika dan boleh pulang pagi dan hehehe ... susah lah kalo ada jam malamnya ... emangnya perawan? Eh salah ... emangnya perjaka? Lho kok, ............. heheheheh
  • Siapapun yang menulis script Bajaj Bajuri, GENIUS banget ya ...
  • Perasaan kangen dengan seseorang itu menyiksa sekaligus menyenangkan ya .... hihihi (bersemu merah dadu)

Udah ah, aku mau mandi dulu ...


Thursday, December 28, 2006

Aku mau melompat lebih tinggi ... ayo semangaaaat !

Saya sedang kena ekstasi ...

sekali lagi perlu berterima kasih sama Gusti sing paring urip bahwa seumur hidup saya ... saya ndak pernah mengerjakan hal-hal yang tidak saya suka.

Bekerja buat saya dari tahun 1996 - sekarang, seperti taman bermain yang luas.
sedikit kali jatuh kepleset ... rada lecet-lecet... tapi kapoknya kayak kapok-kapok sambel ... kepedesan dikit, dan begitu pedesnya ilang ... jalan lagi.

Ih, gila ... anugrah banget !

Aku nggak cuma bekerja untuk hidup.

tidak pernah terpaksa

mengeluh sih pernah dan sering kali.

tapi ternyata,

yen tak pikir-pikir ... keluhannya sendiri bukan mengenai apa yang saya kerjakan ..

bisa jadi karena tempat bekerja yang nggak asik lingkungannya

bisa jadi karena tantangan yang diberikan kurang menstimuli adrenalin dan jadinya cepat bosan
tapi esensi pekerjaannya selalu menimbulkan ekstasi ... keriaan ...

Di ujung tahun ini...

mau sekali lagi bersyukur ...

matur nuwun sanget duh Gusti ...

Banyak permintaan yang belum dijawab

Banyak kemauan yang belum dijawab

Banyak mimpi yang akhirnya cuma tertinggal tertaruh di atas bantal

Tapi untuk anugrah bahwa saya melakukan hal-hal yang saya suka, saya cinta dengan tanpa keterpaksaan adalah hal yang patut dan kurang ajar sekali nampaknya kalau saya tidak mengucap syukur.

kalau ditanya resolusi untuk tahun mendatang ...

cuma satu,

aku mau buktikan bahwa aku bisa melompat dua tingkat dari posisiku sekarang

AYO AYO SEMANGAT !

AKHIR 2007 ... MASIH ADA 12 BULAN LAGI ... CUKUP WAKTU BUAT AKU KERJA KERAS DAN MEMBUKTIKAN !

Thursday, December 21, 2006

Ayooo !!!!

pukul 12 lebih 59 menit dalam kubikal kantor ...


Ayooooo


Semangaaaaat


Ayoooo


Semangaaaat ....


(mulai lemah)

Monday, December 18, 2006

tersenyum kembali ...

Dua minggu ini benar-benar neraka dunia pindah ke kantor...

Pekerjaan baru ...

Tantangan baru ...

seperti burung yang pindah ke sarang baru dan sarang barunya butuh untuk diatur ulang alang-alang pembentuk sarangnya ...

banyak amarah ...

banyak kesal ...

banyak aura negatif ..

aku merasa diperlakukan tidak adil ...

di tengah titik puncak kekesalan ...

salah seorang karib bilang begini :

"Gus, ingat satu hal ... yang menceburkan kamu ke dalam kubangan lumpur itu belum tentu jahat ... dan yang mengangkat kamu dari kubangan lumpur juga belum tentu baik"

entah kenapa aku merasa dikuatkan dengan kalimat singkat ini ...

aku bertahan ...

dan imbalan dari kesabaran sepertinya mulai menunjukkan wujudnya ...

seperti tadi pagi ... dalam rapat para BTL (Brand Team Leader) ... satu kalimat yang membuatku bahagia meski tak kudengar sendiri ...

"Saya kagum sama si Agus ... dia luar biasa! dia bisa menjawab semua tantangan ... HEBAT!"

......................................

Duh aku banggaaaaa banget !!! ...

Wednesday, December 13, 2006

7 Heaven (tantangan dari wenceh nih)

ada tantangan untuk mengisi beberapa pertanyaan berikut yang merupakan lemparan dari mbak wenceh, karibku yang menjadi profesional muda di bidang jasa telekomunikasi nir kabel terkemuka.

Mari-mari kita mengisinya.

7 Facts about me :
  1. Aku ini kalo punya kemauan susah untuk dipatahkan. gimana pun caranya, pokoknya apa yang aku mau harus di dapat meski dengan perjuangan penuh air mata dan darah .... well, minus muter-muterin pohon di taman sih... emangnya film india apa!?
  2. Cengeng. gampang nangis kalo liat yang sedih-sedih... makanya aku lebih suka nonton Oprah Winfrey Show sendirian.
  3. Romantis. Untuk yang satu ini tidak ada penjelasan detil .... silahkan di "test drive" saja hehehe
  4. Nggak tegaan... nggak ngerti, aku orang yang susah bilang "nggak" kalo ada orang minta bantuan... hemmm kadang-kadang aku sering berpikir "emangnya kita panti sosialll???" ... tapi ya itulah, nggak ngerti deh.... aku itu lugu, atau malah tolol untuk yang satu ini
  5. Pemimpi
  6. Pelupa
  7. Doyan ketawa

7 Cita-Cita

  1. Pengen jadi petani di kaki gunung Dieng Wonosobo... punya kolam ikan mas ... punya ladang jamur merang... sayuran organik ... rumahnya ada parabola dan akses internet.
  2. Pengen ajak Ibuku ke Hawai ... sambil nyobain Pina Colada untuk pertama kalinya dalam hidup ... pake topi anyam ... sambil sok berjemur di pantai
  3. Pengen ajak Ibuku keliling Eropa
  4. Pengen jadi penulis
  5. Pengen jadi kurator lukis
  6. Pengen jadi MODEL
  7. Pengen jadi PENYANYI

7 Tempat yang pengen di datengin

  1. Kaki gunung Bromo
  2. Hawai
  3. Bali
  4. Lombok
  5. Paris
  6. Belanda
  7. Kaki gunung Dieng

7 Tempat enak buat makan

  1. Nasi pecel Yu Sri di bunderan simpang lima Semarang ... aku kangen dengan sate keongnya.. yang walaupun selalu saja bikin mencret sesudahnya, tapi ndak pernah kapok-kapok untuk datang lagi ... lagi ... dan lagi...
  2. Kedai roti Oen Semarang ... es krim kopyor ... kue kacang ... wuiiih
  3. Sushi Tei
  4. Sushi Tei .... lagi
  5. Sop kambing Dua Saudara di Jl. Pahlawan, Semarang
  6. Sop buntut Air Mancur, Bogor
  7. Bandrek susu Air Mancur, Bogor

7 Ucapan terima kasih

  1. Gusti Allah, sing paring urip
  2. Ibuku .... nge-geng banget deh pokoknya sama aku :)
  3. Aan, adikku sing bagus lan ngganteng dhewe
  4. yang mencetuskan ide layanan jasa antar makanan 24 jam! hueeebaattt!
  5. yang menemukan karaoke
  6. Rhoma Irama, untuk lagu-lagu ndangdutnya yang ok deh !
  7. Boney M, eliksir duka penemu suka cita

udah ya Wen, pertanyaannya udah aku jawab ...

aku tidur dulu ya Wen ... dag dag !

Sunday, December 10, 2006

Bajak Laut


Kantorku sekarang sudah seperti Hariom's Tailor yang ada di Pasar Baru... PAGI-PESAN-SORE-SELESAI ...

Sialan!

Si Bos apa sih maunya ?!!

Dia pikir kami-kami ini kurcaci yang tidak punya hidup diluar kubikal kantor apa ?!!

hampir sepuluh hari ini, terkurung dalam kubikal kantor ...

dari sepuluh hari itu,

3 hari aku nginep di kantor

4 hari pulang diatas jam 3 pagi

3 hari pulang jam 6 pagi untuk masuk 10 sepuluh pagi pada hari yang sama

Sinting !!!!

Puncaknya adalah ketika kami harus mengurusi Family Gathering salah satu klien baru yang total billingnya memang lumayan gede.

Anak emas baru lah pokoknya mereka itu,

pontang-panting lah kami mengurusnya,

secara dari segi budget kok yo miris sekali aku menyebutnya saking begitu kecil nominalnya ...

seperti mbeli madu tapi harga air tajin

tsk tsk tsk !!

didapuklah aku untuk menjadi MC.

Nggak masalah... yang jadi masalah adalah aku ini MC yang baru sempat tidur selama 2 jam ....

MC dengan kantung mata dan lingkaran hitam kelelahan

untung, tercover dengan make up dan kostum yang mendukung.

Sodara-sodara,

Mari sambut.... Bajak Laut baru !

Hemm ... anting di hidung sepertinya berlebihan, tapi si mbak-mbak make up artistnya bilang bahwa aku terlihat lebih sangar ... aku kok kayak kerbau tindik hidung!

Hihihhi ... nggak sempat ke Dufan ... ya udah minjem backdrop bikinan kantorku sendiri ... seruuuuwwwww !!!

Errr... sekarang aku ragu .... aku ini BAJAK LAUT .... atau, Dancernya BATAVIA DANCER COMPANY ... atau, Banci Taman Lawang yang pulang kesiangan .... sigh ....



Saturday, November 18, 2006

Kumpul Bocah II

Masih seputar reuni teman masa kecil sewaktu aku pulang mudik kemarin ...

aku sambung ya teman-teman ..


Sundari


Profil
Buawweeell setengah mati
Nggak suka kalo aku seneng … apa yang aku suka dia dengan suka hati akan berusaha merebutnya
Tukang atur
Perempuan paling galak yang pernah aku kenal

Pengalaman
Sundari, biasa kami panggil ndari...perempuan ini biasa jadi istriku jaman kami kecil dulu maen rumah-rumahan. Tapi yang ada aku jadi suami yang teraniaya olehnya. Walaupun dulu itu cuma main-mainan.. aku udah nggak betah ... gimana kalo beneran jadi suami istri ya?

Mulutnya kayak mitraliur yang ndak pernah berhenti memuntahkan amunisi ... ada ajaaaa yang jadi cacat dimatanya....

Yang katanya aku nggak nggandeng tangannya lah waktu keluar dari rumah ... selaku cara rumah kami hanya kardus TV bekas besar yang nempel di pohon waru belakang rumah simbahku.

Yang katanya aku tidak memberikan uang belanja yang cukup lah untuk istrinya ... selaku cara uang yang diberikan hanya sobekan daun pisang! Gila ini perempuan, konsep uang sudah sedemikan merasuk di benaknya .. hmmppphh belajar dari siapa ya dulu itu ?

Tapi kami mencoba bertahan dengan keaktifan mulutnya karena .... Sundari ini jago berenang !! apalagi berenang di kali... sundari satu-satunya diantara kami yang berani terjun salto tanpai menghiraukan resiko dia kejeduk batu kali, yang aku yakin kalau itu terjadi, seperti kepalanya seperti tahu yang menghantam batu ...

Nggak ada deh, yang bisa mengalahkan kenikmatan mandi di kali ... apalagi, jaman kami kecil, kalinya itu bersih !!!

Diantara kami, Sundari juga paling berani berantem ...

Jurus menggigit, mencakar, menendang dia paling jago ...

Gila, dipikir-pikir aku dulu mbandel juga ya hihihih ... temennya preman semua ! termasuk si perempuan ini

Banyak diantara kami yang yakin kalau Sundari besok gede dan menikah, suaminya pasti sering sakit-sakitan soalnya sering dibentak-bentak !

Aku yang jadi suami jadi-jadian aja udah nggak betah ...


Kenyataannya sekarang
Ndari sekarang jadi bidan, Ibu Bidan Sundari .... buka praktek di rumahnya, hanya berjarak 10 rumah dari rumah eyang ku di Yogya ... badannya yang dulu kurus kering kayak aku, berganti jadi lemu ginuk-ginuk hasil tinggalan lemak karena sudah melahirkan 2 anak ... semuanya lelaki.

Bawelnya masih sama ... tapi sabarnyaaaaa minta ampun deh ! sabar banget ...

2 anak lelakinya itu seperti teror berjalan ... tapi Ndari bisa menaklukan 2 bom berjalan ini dengan kesabarannya ...

kalo aku jadi dia, mungkin dua bocah ini sudah aku sembelih

aku heran darimana Ndari bisa memiliki kesabaran seperti itu ...

Suami Ndari ... Bambang, sepertinya adem ayem dengan kebawelan istrinya ... gile, kupingnya pasti tahan banting!

Kemarin waktu kami ngumpul-ngumpul, Sundari bilang begini :

”dari kelas 3 SD sampe sekarang ... mulai tahun 87 sampe sekarang ... sampe kita seumur ini ... semoga anak-anak kita juga bertemen ya ...”

Duh, tuh kan ... begitu aku nulis bagian ini , aku jadi terharu dan berkaca-kaca .. inget kemarin kami ngumpul-ngumpul ...

Udah ah ... yang lain ntar dulu ditulisnya.

Wednesday, November 15, 2006

Kumpul Bocah I


Pas mudik kemarin aku ketemu dan ngumpul dengan geng jaman aku misih kecil.. jaman aku tiap liburan panjang dibuang ke Yogya untuk menghabiskan liburan ... dan kami kemarin berkumpul.

senang senang


senang!


Berikut adalah formasi lengkap kami dulu dan sampai sekarang :


Danang Ismanbudi

profil
Jago mancing belut
Jago berantem
Takut sama kucing
Badan guedee banget koyok buto ijo
sayur genjer adalah makanan favoritnya
ndak doyan roti

pengalaman
Danang ini pernah dengan suksesnya nyolong duren buat kami semua ...jaman kami dulu ngumpul bersama sewaktu libur kenaikan kelas 3 ke kelas 4.

--kuterjemahkan bahasa planetnya yaaa heheheh--

"Iki kowe njupuk saka ngendi?"
(nyolong duren dimane lo ? --sambil menjilat jari yang ternoda
dengan lemak durian)


"ditumbaske Ibu menyang pasar!"
(nyokap gueee kalee mbeli di pasar!!! cis, jangan kayak orang susah deeeh!)

"Ngapusi! lha mau isuk aku melu simbah karo mbokmu menyang pasar kok ... Ibumu orang tuku duren"
(bokis lu bokis ! gue kan tadi pagi ke pasar juga sama nyokap lo .. perasaan nyokap lo kagak beli duren deeeh ...)

"Uwis , rasah kakehan cangkem ... mangan wae rak wis!!!"
(berisiiik ... makan aja ..)

kesimpulannya, duren colongan emang paten rasanya hhihihi ... dan

yang bikin kami semua terkagum-kagum adalah :

di ujung kampung Karang Waru tempat simbahku tinggal, tersebutlah satu rumah yang di halaman rumahnya ditumbuhi empat pohon durian ...

Harjo ... errr siapa ya nama lengkapnya .. aku lupa ...

Simbah Harjo
ini sangat sayang dengan segala tetumbuhan yang ada di pekarangan rumahnya termasuk 4 pohon durian yang demikian rimbunnya hingga aku yakin genduruwo pun akan sangat betah tinggal disana ... sangking sayangnya dengan segala tetumbuhan di pekarangannya itu .. Mbah Harjo miara 2 anjing yang, woalaaah gualaaknya ora njamak !! alias galak buanget!!! jangankan mendekat ke pekarangan ..

lha wong cuma
lewat depan rumahnya saja, si 2 anjing ini dengan ramahnya akan menyalak-nyalak senyaring-nyaringnya ... merdu sekali !

Ih, nggak bisa mbayangin kalo si Mbah Harjo ini lagi sakit gigi dan si anjingnya itu demikian merdu mengeluarkan suara setiap ada orang lewat depan rumah ...

kalo aku jadi orang batak, mungkin aku udah bikin masakan sangsang anjing kali ...

kembali lagi ke Danang dan kekaguman kami dengannya ...

bagaimana ya, dia bisa membuat suara merdu anjing itu 'mute mode on' saat Danang menjalankan aksinya ? ... bagaimana dia bisa membuat sang anjing duduk anteng ketika Danang memasuki pekarangan penuh dengan duren itu ?

the question still remained mistery ...

jangan-jangan karena Danang dianggap bagian dari kelompok si 2 jaing

itu hahahahahaha ...

sekarang dia ?

sekarang dia punya salon kecantikan dan pake rok... cantik deh ... dan nggak mau nengok kalo nggak dipanggil Dhany !! iiihhh ... Dhany Dahlaaan kaleeee !!! transformasi yang cukup dahsyat mengingat jaman kami kecil dulu, Danang ini yang paling jago berantem , paling preman badannya ...

sekarang? ....

Badannya sih masih tinggi besar... tapi jalannya melambai ...

cantik!

tapi orangnya tetap menyenangkan!pas kemarin kami ngumpul-ngumpul dengan terharu Danang bilang:

"Aku merasa bersyukur bisa punya teman kayak kalian ... kalian salah satu harta tak ternilai ..."

berpelukaaaaaan !!!! hihihihih


--walah, ada kerjaan tiba-tiba datang .. disambung nanti .. duh aku ini sungguh koruptor .. koruptor mencuri waktu ngeblog di jam kantor hehehe--


Monday, November 06, 2006

Mudik III .. pembicaraan teman merokok dan minum bir dingin

Hi,

Masih bersamaku ?

masih ?

wah, terima kasih

saya senang kalau anda senang

meskipun pengalaman yang dibagi tidak selalu menyenangkan

mudik kali ini memang entah kenapa penuh dengan hal-hal mengejutkan.

cubitan-cubitan kecil seperti :

"lho Aminah sama Tri kok belum pulang kampung?"

"ehuehuehue ... belum mas, kata Ibu nunggu Mas Agus", Aminah dan Tri kompakan

"Lho, kangen tho karo aku ?"

"ehuehuehue ... katanya THR mas Agus yang mbayar!"


atau:

"Raihan itu sekarang pinter lho, kalo liat iklan Pizza Hut nglonjak-nglonjak senyum-senyum ... kayaknya pengen tuh Raihan", Ibuku berkata

--mana ada anak umur 12 bulan ngebet Pizza Hut--

"Yang pengen Raihan apa eyang putrinya?"

"Eyang Putrinya dibeliin juga nggak nolak" Ibuku dengan polosnya berkata


ah sudahlah .. mozaik-mozaik kecil itu biarlah tersebar ... selaku cara yang beginian ini selalu berhasil menimbulkan senyum kecil ketika hati susah dan kok yo ndilalah sedang terbayang adegan-adegan kecil itu.

baik,

sampai dimana kita kemarin ?

o iya, sampai di cerita bagaimana persekongkolan Adik, Adik ipar, Ibu, dan Ayahku berusaha menjodohkan aku dengan Polwan bernama Titin.

Yuk, berkendara kembali bersamaku melihat-lihat lagi yang terjadi selama mudik kemarin.



Senin, 23 Oktober 2006

Keluarga besar di Yogya sudah merayakan Lebaran. Kami yang di Semarang taat dengan tanggal merah kalender ... kami solat ied mbesok selasa.

Tapi ada satu ritual di rumah yang aku benci banget setiap satu hari menjelang lebaran yang dilakukan oleh Ibuku dan para wanita-wanita di rumah, dalam hal ini pembantu I: Aminah, Pembantu II: Tri KUswardani, dan Adik Ipar tercinta : Rosieta Yuliana ...

entah kenapa wanita-wanita ini setiap lebaran selalu memilih untuk membeli ayam kampung hidup dan menyembelihnya sendiri di rumah untuk dibuat opor ayam dan macam-macam masakan berbahan utama daging ayam lainnya ...

satu kelemahanku ... kalau aku liat ayam atau sapi disembelih ... jangan harap aku bisa memakan dagingnya setelah dimasak

yang ada adalah rasa ingin muntah

jadi,

jangan harap aku mau makan opor ayam yang tersaji di rumah ... aku lebih baik makan goreng tempe bacem dan tahu bacem saja .. cukup.

dan kemarin ampun-ampunan ...

jumlah ayam kampung yang disembelih menurutku yang terbanyak yang pernah terjadi dalam trah Sandiyo Purnomo ....

20 ekor ayam ...

walaah mereka beramai-ramai menyembelih, menyiangi bulu-bulunya dan mengolahnya menjadi masakan teman makan nasi.

seperti wanita-wanita amazon yang gahar-gahar itu

aku membayangkan mereka memakai rok alang-alang

konde tulang ayam

kutang dari kulit pohon

dan menikmati sensasi menyembelih binatang

sambil menyuarakan teriakan-teriakan tribal

20 ayam itu nanti dibawa ke yogya untuk dinikmati bersama.

walhasil, ketika keluarga besar trah Sandiyo Purnomo dan trah Suharry (nama Ibuku) pesta pora makan hidangan santan berlemak berisi potongan daging ayam itu ...

Agus Hariyo Purnomo memilih untuk dibikinkan nasi goreng saja plus telor ceplok !

pukul lima sore, ritual pembantaian binatang itu selesai dengan ditandai semerbak harum masakan bersantan bernama opor.

setengah enam sore ...

pembantu I:
"Mas, mau pamit pulang mas ... monggo ditunggu THRnya ..."

(kuberi mereka THR)

tiba-tiba ada celetukan dari si pembantu II

Pembantu II:
"selain THR , saya dengar di TV .. ada juga lho yang biasanya dapet insentip ....monggo mas, dibagi insentipnya dooong ... lumayan buat ongkos naek bus malam ini"

lha kok aku melihat mereka berubah dari wanita suku amazon menjadi perempuan dengan kostum begal item-item sambil ngasah clurit siap merampok.

(dengan ikhlaaaaaaas .. kuberi insentip)

malam ini kuhabiskan waktu sambil merokok dan ........................ minum bir di loteng bareng Ibuku ...

"es batu .. bir anker... emping melinjo... rokok... wah wah ... satu cara efektif mengurangi umur kita ya thole anakku"

"deret ukur umur cuma jadi deret ukur kalau nggak menikmati dan memaknainya"

"huuuu ngeles aja bisanya lu!"

"Hayaaaah .. gaya, pake elu elu gue gue"

"lhoo .. yo ndak mau kalah sama anaknya yang udah jadi anak gaul jakarta"

"Aku bingung deh Mah ... aku kapan kayanya ya ?"

"kenapa tho?"

"pengen cepet-cepet kaya!"

"Orang memang suka nggampangin sikap NRIMO ... padahal jadi orang yang NRIMO itu susah lho"

"Iya ya mah ..."

"Sekarang waktunya NRIMO... jangan minta ini itu dulu...kayak kita makan bacang daging ... harus sabar mbuka bungkus daun pakisnya ... sabar mbuka ikatan tali plastiknya .. baru kebuka bacang dagingnya"

"Mari kita minum bir dingin ini lagi"

"Mari ..."

Senin malam, diingatkan untuk jadi orang yang Nrimo dulu .


sambung ?

nggih ... kulo sambung ...

tapi nanti ah ...

aku lagi ngerjain proposal nih hhehehehe


pareng rumiyin nggih ....