entah kenapa belakangan ini aku sering sekali terkena sindrom susah tidur. Bisa tidur setelah diatas jam satu dini hari ... menyebalkan ... kadang aku juga heran, otakku ini kan isinya kosong hahahah ... beda dengan para eksekutif muda yang sibuk dengan berbagai macam hal yang ada di otak mereka sampai-sampai nggak ada kompromi sama sekali dengan tubuhnya untuk membiarkan kepala mereka beristirahat ...
o iya, satu lagi ... belakang ini pun aku sering kali membiarkan otakku ini kosong melompong ... lebih sering bengong kayak orang bego ...
untung setan nggak ada yang doyan nempel sama orang jelek macam aku ini .. jadi ndak pernah kesambet.
oh well, ternyata lagi ... menulis tentang riwayat hidup diri sendiri itu ternyata lebih sulit dibanding menulis tentang orang lain... hemmm pantesan buku otobiografi itu mahal harganya.
pada satu saat kalau aku terkenal, aku mau bikin gratis ...
ya sudah, sekarang waktunya untuk menulis lagi
orang bilang menulis itu butuh inspirasi...
kok aku nggak ya ?
seperti mulutku yang bawel ini ... menulis pun demikian
ku tulis saja apa pun yang muncul saat itu juga. ndak ada perencanaan kerangka ... ndak ada perencanaan detail ... pokoknya impuls direalisasi jadi kata-kata
bwahahaha dasar bodoh.
tuh kan, sekarang aku lupa aku ingin menulis apa pagi ini.
baiklah, kutulis saja yang demikian ...
6 - 10 Tahun
sepertinya 5 tahun di periode kehidupanku yang ini memang yang paling sarat naik turunnya ... nukilan momen senangnya sudah beberapa kali kutulis untuk kunikmati sendiri.
aku masih mau bermain-main dengan momen masa senang ... aku belum mau bersedih-sedih... toh masih banyak waktuku untuk melihat kebelakang lagi dan melihat kalau ternyata aku lebih kuat dari dugaanku dalam menghadapi cobaan hidup (anjrot, bahasa gue nggak penting begini hakakak) ...
dan, lagi-lagi setelah kucoret-coret di kertas ... kok sepertinya tulisanku yang dulu lebih 'nendang' yaa .. ah dasar pemalas !
tapi, yen tak pikir-pikir ... kok yoo bener ! tulisanku yang dulu untuk bagian ini lebih seru ! ... ya sudah ... toh lagi lagi aku harus mengingatkan diriku sendiri bahwa ini adalah konsumsi pribadi mengabaikan orang bisa membacanya.... ya tho ? bener tho ? inggih saestu den mas agus ... okeeeey ! yuuuk mulai copy paste ! hehehehe
Anak Kampung
aku ini benar-benar anak kampung sejati ya, dari kecil saya tidak pernah tinggal di kota ... waktu saya masih kecil ... saya tinggal di pinggiran kota Bogor bernama kampung kramat ... daerah itu dulu masih belum termasuk kotamadia, masih kabupaten ... dulu setiap pagi setiap berangkat ke sekolah ... saya selalu melewati pematang sawah bersama dengan adik saya aan ... dan seringkali saya menemukan buah yang namanya kalo nggak salah sih buah ceplukan, dan sepengetahuan saya sampai sekarang satu-satunya tempat buah itu ada adalah di pinggir-pinggir pematang sawah .. buahnya berbungkus semacam daun yang berbentuk balon ... rasanya masam manis segar ... dan setiap pagi setiap lewat pematang sawah tidak terlalu besar itu .. saya dan aan selalu mencari apakah ada buah ceplukan yang sudah matang ... dan setiap kali kami menemukan buah itu ... kami berteriak girang "heiiiii aku nemu buah langka ini !!"
(seperti kubilang, ini adalah tulisan lamaku, dan aku heran... kok aku bisa ya menulis sedemikan bagusnya .... hakakakak maaf maaf atas aura narsisme disini)
... sepulang sekolah, menjelang sore ... saya menikmati ritual kegiatan khas anak kampung ... ada dua teman saya sewaktu kecil ... Tatang dan Edy Yusuf yang pada saat itu paling jago memancing belut !!!
ya, memancing belut di --lagi-lagi-- pematang sawah ... bagaimana dulu saya terkagum kagum dengan kemampuan mereka mendapatkan banyak belut untuk dibawa pulang ke rumah dan di goreng dengan campuran tepung beras sedikit dan tepung terigu supaya renyah
Sekarang Tatang dan Edy yusuf sudah menikah ... Tatang punya 3 anak , satu perempuan dan dua laki-laki ... Edy Yusuf punya satu anak perempuan dan menikah dengan teman satu kelas waktu jaman kita SD dulu
(hehehehe waktu aku membaca kembali bagian ini, aku mau menuliskan sedikit tambahan kenangan untuk Edy Yusuf ... Jodoh itu memang mungkin sudah garisan tangan ... Edy Yusuf ini dulu juara banget bolos dan dateng telat !!! tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ada satu orang temanku perempuan yang keahlian membolos dan datang terlambat masuk kelas beda tipis-tipisan sama si Edy Yusuf ini ... mereka ini sering sekali akhirnya harus berdiri di depan kelas berdua ... namanya Wiwit Witawati ... by the way, ada apa sih dengan orang sunda kalau mereka kasih nama selalu ada pengulangan kata ... "indri indriasari" .... "wiwit Witawati" .... "Jajat Sudrajat" ... "Eman Sulaeman" ....dan lain sebagainya ... eniweeeei , mereka itu kami juluki "Pangeran Charles dan Lady Diana" karena nampaknya mereka ini pasangan yang sangat serasi .......................untuk urusan bolos dan telat ..........................dan akhirnya mereka menikah ... hahahahah)
balik lagi ke cerita bahwa Edy Yusuf menikah dengan ... kenapa saya bisa tau ? ... hemm waktu itu SD Cibuluh 1 tempat saya dulu sekolah mengadakan reuni dan bertemulah saya dengan mereka ...
o iya , dulu si tatang ini kelas 5 SD, Edy Yusuf kelas 4 dan saya masih kelas 1 ketika kami berkarib ...
aku ini benar-benar anak kampung sejati , dulu liburan panjang sehabis kenaikan kelas adalah saat yang paling ditunggu-tunggu ... karena saya pasti dikirim bapak ke yogya ke rumah eyang saya di sleman ... MENYENANGKAN !!
karena saya pasti ketemu dengan sahabat-sahabat saya di sana yang hanya bertemu setiap liburan panjang .... Endah, Danang, Ferry ... kami bisa seharian mandi di kali ... memanjat pohon jambu depan rumah eyang saya ... main sepeda keliling kampung seharian ... memetik genjer dan dibawa pulang untuk dimasak ... membawa nasi bungkus dari rumah dan memakannya di saung di tengah-tengah sawah ... sewa komik di tempat penyewaan buku bernama "berlima" di jalan Magelang ... ke toko buku Valentino di daerah Malioboro naek delman untuk beli buku-buku Enid Blyton ... Lima sekawan ... Pasukan Mau Tahu ... serial komplotan ... Bobo edisi terbaru ... makan bakso Sondi di sebelah toko ikan hias Golden di jalan magelang ... ke kebun binatang gembiraloka ditemani Eyang kakung ...
sekarang ? penyewaan komik "berlima" sudah menjadi warnet , toko buku valentino bangkrut dan berubah menjadi rumah makan soto kudus yang lumayan enak dan seringkali kami datangi kalau kami kumpul-kumpul, bakso Sondi masih ada sampai sekarang tapi kok rasanya tidak se-enak jaman dulu ya ? mungkin karena pak sondi sudah meninggal dan tidak meninggalkan resep warisan untuk anak-anaknya, toko hias golden sekarang menjadi minimarket alfamart ...
Endah sudah menjadi pegawai negri sipil di sleman dan menikah dengan duda beranak satu ... Danang putus kuliah dan membuka bengkel motor dan penyewaan playstation ... Ferry masuk Akabri dan sekarang bertugas di Polres Sleman dan menikah dengan Polwan berpangkat sersan satu (baru saja melahirkan anak pertama) ... dan sampai sekarang setiap kami punya kesempatan kumpul di yogya ... kami seperti kembali ke masa kecil dimana saya selalu punya perasaan hangat setiap pertama kali saya datang dari bogor ke yogya, sesampainya di rumah eyang .. tanpa istirahat saya langsung berlari berteriak-teriak memanggil mereka dan kami berlompatan senang karena pastinya selama hampir satu bulan ... yang ada hanyalah "BERSENANG-SENANG" :)
Monday, August 25, 2008
Perjalanan Hidup 3 (silsilah keluarga)
6 - 10 Tahun
periode ini aku menikmati masa kecil sebenar ... penuh dengan keriaan ... penuh dengan teman-teman yang menyenangkan ... menghamburkan waktu seharian dengan bermain-main ...
tapi juga ada kesedihan mendalam di periode ini ...
tapi sebelum aku menuliskan kesedihannya ...
mungkin aku akan runut ke belakang saja ...
ada yang bilang kalau kita bisa merunut masa lalu dan sejarah keluarganya,
kamu akan tahu dan memahami ...
mari kita runut ke belakang saja sejarah keluarga Ayahku.
Eyang Soemoredjo
Ini adalah eyang kakung (laki-laki) , ayah dari ayahku , Bapak. Sandiyo ...
eyang yang tidak pernah saya kenal sebetulnya , karena beliau sudah meninggal jauh sebelum aku dilahirkan ... cuma, dari dongeng yang saya dengar dari kiri kanan ... Eyang Soemoredjo ini dulu adalah "The Most Eligible Bachelor" sekampung daerah Kulon Progo Wetan Yogyakarta sana ....
di rumah , ada satu foto hasil repro eyang kakung saya ini .... tinggi gagah , berpakaian sorjan sederhana , sendal kulit, muka khas "jawa" coklat sawo matang eksotis, bibir agak tebal tapi menurutku sih masih masuk kategori seksi untuk ukuran laki-laki, berwibawa ....
Dulu, di kampung ... eyangku punya usaha pabrik batu bata yang produksi batu batanya terkenal dimana mana... sebelumnya, beliau punya sawah yang lumayan luas ... eyangku ini memiliki warisan rumah jawa yang sangat luas untuk ukuran satu kampung jaman dulu, dan katanya sih ... EYANGKU SANGAT MATA KERANJANG !
"ow ow ow Soemoredjo .. gadis mana yang tak kenal akan dikau ... ow ow ow Soemoredjo ... gadis mana yang takkan rindu akan dikau"
(teman, nyanyikan dengan irama verse pertama lagu kondang "Kopral Jono")
Entah pakai ajian jaran goyang tingkat wahid , atau susuk jeng asih dari Pati , atau memang sudah anugrah dari sananya .... kataaanyaaaa sih , "korban-korban" gadis patah hati hasil kerja eyang kakungku ini "pating telecek" alias bertebaran dimana-mana ... dan hebatnya, menurut sumber yang bisa di percaya (aku akan ceritakan narasumber kedigdayaan eyangku ini nanti) .... saking termehek-meheknya gadis-gadis manis lugu itu , banyak diantara mereka yang rela diduakan asal jangan ditinggalkan .. ck ck ck ...
eyang kakung ternyata mungkin penganut prinsip :
"Boleh bermain acak ... asal jangan mengacak-acak ... nanti bisa acak-acakan"
(ini adalah jargon yang penah saya dengan dari rumpian Tina dan Miund di ruang hampa udara tangga darurat lantai 3 gedung twink)
aku bisa juga bayangkan , bahwa kalau ada gadis muda remaja incarannya yang ragu-ragu akan pinangannya , eyang kakung akan mengeluarkan ultimatum :
"Mau mau ... enggak enggak ... jangan mau yang enggak-enggak .............................NTAR GUE IYA-IN LHO !"
(ini juga adalah jargon yang pernah selenting saya dengan dari rumpian Tina dan Miund di ruang hampa udara tangga darurat lantai 3 gedung twink)
nah, teman-teman ...
ketika jiwa avonturirnya sudah menemukan titik jenuh ... eyang kakung kemudian menemukan tambatan hatinya .... tambatan hati denyutan jantung yang bernama :
Sarijah a.k.a Eyang Putri I
Eyang Sarijah ini adalah eyang putri yang juga tidak pernah saya kenal karena beliau sudah meninggal dunia ketika saya berumur satu bulan ... dari foto yang ada di rumah , dan cerita-cerita dari sumber-sumber dapat dipercaya di lingkungan keluargaku ... Eyang Sarijah ini adalah pemenang "Miss Kulon Progo" di jamannya ... cantik , dengan raut wajah priyayi ... anak buruh tani bernama Kariyo Mangun Penceng ... tiga bersaudara , satu perempuan , dua lelaki di keluarganya ...
terik matahari ... lumpur sawah ... dan keringat ... ternyata tidak melunturkan kecantikan alami eyang putriku ini ... boleh percaya boleh tidak (karena aku pun tadinya tidak percaya) ... menurut sumber yang bisa di percaya (aku akan ceritakan narasumber yang kredibel ini nanti) ... Eyang Soemoredjo jatuh hati sekonyong-konyong koder ... awalnya hanya karena melihat betis berwarna putih susu mulus yang tersingkap dari kain jarik yang dipakai Eyang Sarijah a.k.a "Miss Kulon progo"
dengan segala jurus gombaliti ... disuntingnya idaman pria Kulon Progo ini oleh Eyang Kakung ... dari pernikahannya dengan Eyang Sarijah lahirlah :
"Dua Belas Bersaudara .... Sembilan Laki-Laki .... Tiga Perempuan"
tapi ternyata itu tidak cukup , ketika melahirkan putra yang kelima ... Eyang Soemoredjo "Ketaman Asmoro" dengan seorang gadis belia bernama :
Parjumi a.k.a Eyang Putri II
Eyang Parjumi ini adalah eyang putri yang juga tidak pernah saya kenal karena beliau sudah meninggal dunia ketika saya berumur 3,5 tahun ... Eyang Parjumi ini berasal dari keluarga Kiai yang memiliki pesantren kecil di Kulon Progo Wetan ... ia adalah anak paling bungsu dari lima bersaudara , semuanya perempuan ...
ck ck ck entah apa jurus diplomasinya , sukseslah eyang kakung menikahi seorang gadis berusia enam belas tahun ini ... dan entah apalagi jurus diplomasinya , Eyang Parjumi dan Eyang Sarijah tinggal satu rumah beda kamar tidur dan keduanya berbagi tugas domestik dalam rumah tersebut .... ketika cerita narasumber ku sampai disini ... aku menatap narasumberku dengan mulut ternganga ... dan tatapan mata takjub tak percaya .... tapi percayalah kawan , ini suatu kenyataan yang harus di akui keniscayaannya.
dari Eyang Parjumi Lahirlah :
"Delapan Bersaudara ... Lima Perempuan ... Tiga Laki-Laki"
sudah cukup ? .. ho ho ho ho ... belum rupanya .... petualangan ternyata masih berlanjut , ketika melahirkan putri ketiga ... Eyang Soemoredjo "terkintil-kintil" dengan seorang gadis belia bernama :
Juariah a.k.a Eyang Putri III
perkenalkan ... ini adalah narasumber otentik dari sepenggal kisah yang aku tulis sebelumnya ... kalau yang lain menceritakan dongeng timun mas ... betara kala ... lakon Panji Semirang , dll ... maka Eyang Juariah akan dengan senang hati bercerita mengenai masa lalunya ... masa-masa getir .. masa-masa manis ... dari kisah hidup , perjuangan , dan kisah cintanya kepada cucu-cucunya ...
Eyang Juariah adalah tetangga beda lima rumah dari "Komplek Rumah Keluarga Besar Soemoredjo" ... kenapa aku bilang komplek ... karena sampai sekarang , bangunan rumah di desa itu berbentuk U ... dengan bagian terbesar di tengah dan bagian kiri kanan komplek tersebut mengapit bagian utama terbesar ... singkat cerita , ndilalah .. kok ya Eyang Kakung berhasil merebut hati gadis belia lugu sangat bernama Juariah ini ... JATUH CINTA ...
ya , jatuh cinta ... Eyang Putri sepertinya menekankan kata itu setiap bercerita padaku bagian ini ... ia juga bilang bahwa Eyang Parjumi , Eyang Sarijah , semua menerima segala hal yang ada , dan ikhlas menjalani , KARENA CINTA .... ketiga eyang putriku ini SANGAT MENCINTAI Eyang kakung ...
dan tinggallah Eyang Sarijah , Eyang Parjumi, dan Eyang Juariah dalam satu komplek rumah ... Eyang Sarijah di bangsal tengah ... Eyang Parjumi di bangsal sayap kiri .. Eyang Juariah di bangsal sayap kanan ...
"Kami semua hidup rukun dan damai ... "
(nyanyikan dengan irama lagu "Gang Kelinci" yang kondang itu )
dari pernikahan dengan Eyang Juariah , lahirlah :
"Tujuh Bersaudara ... Dua Laki-Laki ... Lima Perempuan"
dan ayahku adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari istri ketiga seorang lelaki bernama Soemoredjo .....
jadi, ketika lebaran tiba dimana biasanya kami berkumpul , kalau aku tidak salah hitung ... selain ayahku tentunya ... aku punya DUA PULUH ENAM ORANG yang harus aku panggil .... Pakde (Bapak Gede) karena beliau adalah kakak laki-laki ayahku ... atau Bude (Ibu Gede) karena beliau adalah kakak perempuan ayahku ... atau Paklik (Bapak Cilik) karena beliau adalah adik laki-laki dari ayahku ... atau Bulik (Ibu Cilik) karena beliau adalah adik perempuan ayahku...
jadi , kalau aku tidak salah hitung ... aku punya puluhan sepupu ... dan puluhan keponakan .... ketika lebaran tiba ... komplek rumah keluarga besar trah Soemoredjo di desa sana ... berubah menjadi pasar malam ... kamar tidur yang dibangun hasil gotong - royong semua anak cucu yang berjumlah kurang lebih 10 kamar , penuh sesak ... bangsal seluas lapangan bulutangkis di tengah komplek rumah berubah fungsi menjadi kamar tidur darurat dengan kasur lipat berjumlah lebih dari sepuluh kasur lipat .... dapur yang luas dibelakang penuh dengan riuh rendah bulik dan bude ku yang memasak setiap harinya lima hari menjelang hari raya ... aku bahkan sering merasa terkaget-kaget karena terkadang aku lupa nama sepupu yang berasal dari eyang putri I .. eyang putri II ... atau dari eyang Juariah ... tapi entah kenapa semua keramaian itu selalu membuat saya rindu untuk mengalami kembali setiap lebaran tiba ... setiap lebaran tiba, hampir setengah dari trah keluarga besar Soemoredjo berkumpul ... dan kami cucu-cucu eyang kakung selalu senang melihat raut wajah kerut merut Eyang Juariah yang termakan usia , memandang kami dengan tatapan mata bahagia karena masih melihat cucu cicitnya mengelilingi dengan penuh rasa kasih ....
sigh ....
DAN NAMPAKNYA BAPAKKU JUGA TIDAK PUAS DENGAN HANYA SATU ISTRI !!
periode ini aku menikmati masa kecil sebenar ... penuh dengan keriaan ... penuh dengan teman-teman yang menyenangkan ... menghamburkan waktu seharian dengan bermain-main ...
tapi juga ada kesedihan mendalam di periode ini ...
tapi sebelum aku menuliskan kesedihannya ...
mungkin aku akan runut ke belakang saja ...
ada yang bilang kalau kita bisa merunut masa lalu dan sejarah keluarganya,
kamu akan tahu dan memahami ...
mari kita runut ke belakang saja sejarah keluarga Ayahku.
Eyang Soemoredjo
Ini adalah eyang kakung (laki-laki) , ayah dari ayahku , Bapak. Sandiyo ...
eyang yang tidak pernah saya kenal sebetulnya , karena beliau sudah meninggal jauh sebelum aku dilahirkan ... cuma, dari dongeng yang saya dengar dari kiri kanan ... Eyang Soemoredjo ini dulu adalah "The Most Eligible Bachelor" sekampung daerah Kulon Progo Wetan Yogyakarta sana ....
di rumah , ada satu foto hasil repro eyang kakung saya ini .... tinggi gagah , berpakaian sorjan sederhana , sendal kulit, muka khas "jawa" coklat sawo matang eksotis, bibir agak tebal tapi menurutku sih masih masuk kategori seksi untuk ukuran laki-laki, berwibawa ....
Dulu, di kampung ... eyangku punya usaha pabrik batu bata yang produksi batu batanya terkenal dimana mana... sebelumnya, beliau punya sawah yang lumayan luas ... eyangku ini memiliki warisan rumah jawa yang sangat luas untuk ukuran satu kampung jaman dulu, dan katanya sih ... EYANGKU SANGAT MATA KERANJANG !
"ow ow ow Soemoredjo .. gadis mana yang tak kenal akan dikau ... ow ow ow Soemoredjo ... gadis mana yang takkan rindu akan dikau"
(teman, nyanyikan dengan irama verse pertama lagu kondang "Kopral Jono")
Entah pakai ajian jaran goyang tingkat wahid , atau susuk jeng asih dari Pati , atau memang sudah anugrah dari sananya .... kataaanyaaaa sih , "korban-korban" gadis patah hati hasil kerja eyang kakungku ini "pating telecek" alias bertebaran dimana-mana ... dan hebatnya, menurut sumber yang bisa di percaya (aku akan ceritakan narasumber kedigdayaan eyangku ini nanti) .... saking termehek-meheknya gadis-gadis manis lugu itu , banyak diantara mereka yang rela diduakan asal jangan ditinggalkan .. ck ck ck ...
eyang kakung ternyata mungkin penganut prinsip :
"Boleh bermain acak ... asal jangan mengacak-acak ... nanti bisa acak-acakan"
(ini adalah jargon yang penah saya dengan dari rumpian Tina dan Miund di ruang hampa udara tangga darurat lantai 3 gedung twink)
aku bisa juga bayangkan , bahwa kalau ada gadis muda remaja incarannya yang ragu-ragu akan pinangannya , eyang kakung akan mengeluarkan ultimatum :
"Mau mau ... enggak enggak ... jangan mau yang enggak-enggak .............................NTAR GUE IYA-IN LHO !"
(ini juga adalah jargon yang pernah selenting saya dengan dari rumpian Tina dan Miund di ruang hampa udara tangga darurat lantai 3 gedung twink)
nah, teman-teman ...
ketika jiwa avonturirnya sudah menemukan titik jenuh ... eyang kakung kemudian menemukan tambatan hatinya .... tambatan hati denyutan jantung yang bernama :
Sarijah a.k.a Eyang Putri I
Eyang Sarijah ini adalah eyang putri yang juga tidak pernah saya kenal karena beliau sudah meninggal dunia ketika saya berumur satu bulan ... dari foto yang ada di rumah , dan cerita-cerita dari sumber-sumber dapat dipercaya di lingkungan keluargaku ... Eyang Sarijah ini adalah pemenang "Miss Kulon Progo" di jamannya ... cantik , dengan raut wajah priyayi ... anak buruh tani bernama Kariyo Mangun Penceng ... tiga bersaudara , satu perempuan , dua lelaki di keluarganya ...
terik matahari ... lumpur sawah ... dan keringat ... ternyata tidak melunturkan kecantikan alami eyang putriku ini ... boleh percaya boleh tidak (karena aku pun tadinya tidak percaya) ... menurut sumber yang bisa di percaya (aku akan ceritakan narasumber yang kredibel ini nanti) ... Eyang Soemoredjo jatuh hati sekonyong-konyong koder ... awalnya hanya karena melihat betis berwarna putih susu mulus yang tersingkap dari kain jarik yang dipakai Eyang Sarijah a.k.a "Miss Kulon progo"
dengan segala jurus gombaliti ... disuntingnya idaman pria Kulon Progo ini oleh Eyang Kakung ... dari pernikahannya dengan Eyang Sarijah lahirlah :
"Dua Belas Bersaudara .... Sembilan Laki-Laki .... Tiga Perempuan"
tapi ternyata itu tidak cukup , ketika melahirkan putra yang kelima ... Eyang Soemoredjo "Ketaman Asmoro" dengan seorang gadis belia bernama :
Parjumi a.k.a Eyang Putri II
Eyang Parjumi ini adalah eyang putri yang juga tidak pernah saya kenal karena beliau sudah meninggal dunia ketika saya berumur 3,5 tahun ... Eyang Parjumi ini berasal dari keluarga Kiai yang memiliki pesantren kecil di Kulon Progo Wetan ... ia adalah anak paling bungsu dari lima bersaudara , semuanya perempuan ...
ck ck ck entah apa jurus diplomasinya , sukseslah eyang kakung menikahi seorang gadis berusia enam belas tahun ini ... dan entah apalagi jurus diplomasinya , Eyang Parjumi dan Eyang Sarijah tinggal satu rumah beda kamar tidur dan keduanya berbagi tugas domestik dalam rumah tersebut .... ketika cerita narasumber ku sampai disini ... aku menatap narasumberku dengan mulut ternganga ... dan tatapan mata takjub tak percaya .... tapi percayalah kawan , ini suatu kenyataan yang harus di akui keniscayaannya.
dari Eyang Parjumi Lahirlah :
"Delapan Bersaudara ... Lima Perempuan ... Tiga Laki-Laki"
sudah cukup ? .. ho ho ho ho ... belum rupanya .... petualangan ternyata masih berlanjut , ketika melahirkan putri ketiga ... Eyang Soemoredjo "terkintil-kintil" dengan seorang gadis belia bernama :
Juariah a.k.a Eyang Putri III
perkenalkan ... ini adalah narasumber otentik dari sepenggal kisah yang aku tulis sebelumnya ... kalau yang lain menceritakan dongeng timun mas ... betara kala ... lakon Panji Semirang , dll ... maka Eyang Juariah akan dengan senang hati bercerita mengenai masa lalunya ... masa-masa getir .. masa-masa manis ... dari kisah hidup , perjuangan , dan kisah cintanya kepada cucu-cucunya ...
Eyang Juariah adalah tetangga beda lima rumah dari "Komplek Rumah Keluarga Besar Soemoredjo" ... kenapa aku bilang komplek ... karena sampai sekarang , bangunan rumah di desa itu berbentuk U ... dengan bagian terbesar di tengah dan bagian kiri kanan komplek tersebut mengapit bagian utama terbesar ... singkat cerita , ndilalah .. kok ya Eyang Kakung berhasil merebut hati gadis belia lugu sangat bernama Juariah ini ... JATUH CINTA ...
ya , jatuh cinta ... Eyang Putri sepertinya menekankan kata itu setiap bercerita padaku bagian ini ... ia juga bilang bahwa Eyang Parjumi , Eyang Sarijah , semua menerima segala hal yang ada , dan ikhlas menjalani , KARENA CINTA .... ketiga eyang putriku ini SANGAT MENCINTAI Eyang kakung ...
dan tinggallah Eyang Sarijah , Eyang Parjumi, dan Eyang Juariah dalam satu komplek rumah ... Eyang Sarijah di bangsal tengah ... Eyang Parjumi di bangsal sayap kiri .. Eyang Juariah di bangsal sayap kanan ...
"Kami semua hidup rukun dan damai ... "
(nyanyikan dengan irama lagu "Gang Kelinci" yang kondang itu )
dari pernikahan dengan Eyang Juariah , lahirlah :
"Tujuh Bersaudara ... Dua Laki-Laki ... Lima Perempuan"
dan ayahku adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari istri ketiga seorang lelaki bernama Soemoredjo .....
jadi, ketika lebaran tiba dimana biasanya kami berkumpul , kalau aku tidak salah hitung ... selain ayahku tentunya ... aku punya DUA PULUH ENAM ORANG yang harus aku panggil .... Pakde (Bapak Gede) karena beliau adalah kakak laki-laki ayahku ... atau Bude (Ibu Gede) karena beliau adalah kakak perempuan ayahku ... atau Paklik (Bapak Cilik) karena beliau adalah adik laki-laki dari ayahku ... atau Bulik (Ibu Cilik) karena beliau adalah adik perempuan ayahku...
jadi , kalau aku tidak salah hitung ... aku punya puluhan sepupu ... dan puluhan keponakan .... ketika lebaran tiba ... komplek rumah keluarga besar trah Soemoredjo di desa sana ... berubah menjadi pasar malam ... kamar tidur yang dibangun hasil gotong - royong semua anak cucu yang berjumlah kurang lebih 10 kamar , penuh sesak ... bangsal seluas lapangan bulutangkis di tengah komplek rumah berubah fungsi menjadi kamar tidur darurat dengan kasur lipat berjumlah lebih dari sepuluh kasur lipat .... dapur yang luas dibelakang penuh dengan riuh rendah bulik dan bude ku yang memasak setiap harinya lima hari menjelang hari raya ... aku bahkan sering merasa terkaget-kaget karena terkadang aku lupa nama sepupu yang berasal dari eyang putri I .. eyang putri II ... atau dari eyang Juariah ... tapi entah kenapa semua keramaian itu selalu membuat saya rindu untuk mengalami kembali setiap lebaran tiba ... setiap lebaran tiba, hampir setengah dari trah keluarga besar Soemoredjo berkumpul ... dan kami cucu-cucu eyang kakung selalu senang melihat raut wajah kerut merut Eyang Juariah yang termakan usia , memandang kami dengan tatapan mata bahagia karena masih melihat cucu cicitnya mengelilingi dengan penuh rasa kasih ....
sigh ....
DAN NAMPAKNYA BAPAKKU JUGA TIDAK PUAS DENGAN HANYA SATU ISTRI !!
Perjalan Hidup 2 (near death experience)
6 - 10 tahun
aku tau apa yang harus kutulis ... aku tulis di kertas dan kucoret kembali ...
rasanya kok ndak sreg yooo ... aku pernah menulis beberapa hal tentang masa kecil periode umur ini ... kubolak-balik dan kubaca ulang ternyata lebih bagus yang kutulis dulu ... oh well, atas nama sreg dan tidak sreg dan aku memilih yang sreg saja (bweeh, bahasaku kacau hari ini) ... aku posting ulang saja sepertinya, lagi pun aku ndak peduli ada yang protes ini pernah diposting ... hihihi ini kan semata-mata mastubasi pemuas ego pribadi .. ya sud, tinggal copy paste ... voila ! tidak perlu berkeringat, yang berkeringat cukup untuk bagian lain saja dan ndak perlu ditulis disini detilnya hahahahah
di periode ini sering sekali aku menjumpai pengalaman hampir mati ... tapi lagi-lagi Gusti Sing Paring Urip menyayangkan kalau seorang bocah manis ini harus dipanggil, karena berkuranglah garam dunia ... dan seperti sayur kurang garam ... maka hambarlah rasanya ... betuuuul ? betul sekali !
Dari Kecil ,
aku sering merasa bahwa aku ini adalah salah satu orang yang perlu di ruwat untuk membuang sial ... dari kecil, ndilalah ... aku ini sering sekali ada pada satu kondisi dimana "mas maut" kok sukaaaa banget kumpul bareng dengan mahkluk kecil manis bernama Agus Hariyo Purnomo ini ... mulailah muncul daftar berikut :
Karambol Hidup
Jaman aku kecil sampai umurku sepuluh tahun ... aku adalah "anak kampung" sejati ... tidak pernah satu haripun tubuhku ini bebas dari bau sengatan matahari .. rambut terbakar matahari semu merah ... sayang Sunsilk Shampoo dengan Hydro Protein belum ditemukan saat itu ... kalo sudah, pastinya rambutku ini tetap terlihat sehat meski terbakar matahari ...
Suatu Saat ketika kami sekeluarga tinggal di kampung kramat... aku dan aan --adikku-- sangat menikmati ritual mandi di kali ...
satu hari ... saat sedang asiknya berenang di kali ... tiba-tiba datang arus yang sangat besar ... air tiba tiba meluap dari arah hulu ... besar banget!! ... untuk ukuran mata anak kecil .. sepertinya itu badai tsunami .. tapi terjadinya di kali bukan di laut ... Ibuku yang melihat dari pinggir sungai menjerit-jerit tanpa daya ... aku terseret arus besar mendadak itu ... berusaha aku berenang ke pinggir dengan gaya kodok ngojay ... tapi tetep , arusnya tak terlawan ... berteriak-teriak tak berguna .. tubuh mungilku terseret dan terantuk-antuk batu berukuran segede kebo seperti koin karambol ... tuiinng ... tuiiinggg ... tuiiinng ... ouch ... ouch .. ouch .... terus terantuk-antuk dan terseret arus sampai 100 meter ... aku sudah tidak berpikir bisa hidup
AJAIB !!!! badanku tersangkut akar pohon pinggir kali ... tubuhku rasanya remuk redam ...
tapi AJAIB!! .. badanku nggak ada yang lecet ... cuma memar biru disana-sini ... oh kalo aku bayangkan sekarang .. dengan badan cungkring kulit membalut tulang tanpa daging itu dihempas arus .. ck ck ck ... aku SUPERMAN BANGET SIH !!!! ...
Tawon Centil
Kami kemudian pindah ke daerah Tapos ... rumah kami sangat asri walaupun mungil .. sederhana ... bocor di daerah dapur ... tapi aku hidup senang ... satu saat , kami bermain tarsan-tarsanan di kebun belakang ... ada satu pohon jambu air yang rimbun lebat dengan dahan-dahan yang kuat untuk kami dengan badan kecil ini bergelayutan di salah satu dahannya aku membayangkan aku menjadi tarsan ... kalo dipikir-pikir sih waktu itu dengan badan cungkring item ... aku lebih cocok jadi monyetnya ...
tapi nggak , jiwa banceeh tampil membuat aku merasa seperti tarsan ... "ouw ouw ouuukkkkk ... aku tarsaaaaannn !!!" ... dan ... "Douugggg !!!!" .. kepalaku seperti menyundul sesuatu ... e
eh, apakah sesuatu itu ? .. eh , seperti sarang ... sarang .... sarang ...
huaaaaaaaaaa SARANG TAWON !!!!!
oh oh oh .. tawon-tawon itu kemudian mengamuk .. dan senang hati mereka "menyumbang" sengat-sengatnya di sekujur badanku .. di muka? ehmmm beberapa puluh kali ... di punggung ? ehmmm beberapa kali ... sekujur tubuh bertubi-tubi sampai aku jatuh dari atas pohon ouch .. ouch .. ouch ... hiyaaaaaaa !!!!
AJAIB !!! setelah tawon-tawon itu suka cita menyumbang sengat ... aku ditinggal pergi tanpa pesan ...jangan tanya seperti apa rasanya .... oh tubuhku berasa kebas mati rasa .. dengan rasa denyut-denyut menyenangkan .. kamu harus coba rasanya .. hehehehehe
White Snake Legend
waktu kami pindah ke pinggiran kota Bogor bernama Kampung kramat .. aku punya kesenangan baru bersama teman-teman ... Memancing belut di sawah ... Satu saat .. aku memancing belut di sebuah liat bulat yang diameter lubangnya cukup besar ...
pesan moralnya saat itu
"Aduuuhh pasti belutnya besaaaar banget , asik asik asik goreng belut gede!" ...
dan benar , ketika umpan itu termakan ... dengan susah payah aku menariknya ..
ougghh .. oughh ... oughh .. belut ini memberikan perlawanan yang sangat berarti ...
oughh .. oughh .. oughh ... belut ini pasti sangat besar !!!
ough .. ough .. ough .. sekali lagi aku menariknya dan ..................... sreeeeepppp ... tertariklah belutnya keluar liang ..
yang ternyata belut manis itu adalah seekor ............................................................ULAR SAWAH COKLAT BESAR !!!!
hiyaaaaaaa !!!! aku jatuh lemas saking takutnya .. dan sukses lah aku di beri gigitan sayang di kaki dan kedua tangan !!!
Bufallo Bill
kami sering sekali meluangkan waktu bermain di sawah ... mau tau rasanya menunggang kerbau ... oh aku sering melakukan itu ... aku naik di punggungnya .. rasanya menyenangkan .. kamu harus coba kalau belum pernah ...waktu itu .. kami ... saya ... dan dua orang temanku Tatang dan Yusuf punya kerbau idaman bernama Si Dogol ....
Si Dogol ini tolol sangat ... ditunggangi ... ditarik tarik tali yang terkait pada hidungnya ... dipukul-pukul perutnya ... ditarik-tarik buntutnya ... diem kalem !
aduh senangnya kami melakukan ritual itu ... satu saat , kami melakukan hal yang ekstrim ... siapapun yang bisa membuat si dogol bersin ... dialah yang harus membelikan gulali sebanyak dua buah untuk masing-masing ...
hemm ... yakin dengan kecerdasanku ... berjalanlah aku ke arah si dogol sambil memegang batang ilalang .... aku kilikitik lubang hidungnya dengan batang ilalang itu ....
dan ..... huaaaaaaciiihhhh !!! bersinlah dengan sukses si dogol !!!
ah bangga sekali aku ... berjalan dengan bangga kearah tatang dan yusuf ... aku tidak menyadari kalau ternyata si dogol perlahan dengan pasti berjalan ke arahku dari belakang dan ....................................................................
DUEEESSSS !!! aku sukses di seruduk !!!
huaaaaggg ... rasanya nafasku berhenti .. aku tidak bisa bernafas ... untung aku tidak terkena tanduknya , atau si dogol tidak menginjak-nginjak tubuhku setelah dia memberikan sundulan sayang itu .... oh oh oh .... kami lari terbirit-birit ... sejak saat itu si Dogol ini momok menakutkan bagi kami bertiga
aku tau apa yang harus kutulis ... aku tulis di kertas dan kucoret kembali ...
rasanya kok ndak sreg yooo ... aku pernah menulis beberapa hal tentang masa kecil periode umur ini ... kubolak-balik dan kubaca ulang ternyata lebih bagus yang kutulis dulu ... oh well, atas nama sreg dan tidak sreg dan aku memilih yang sreg saja (bweeh, bahasaku kacau hari ini) ... aku posting ulang saja sepertinya, lagi pun aku ndak peduli ada yang protes ini pernah diposting ... hihihi ini kan semata-mata mastubasi pemuas ego pribadi .. ya sud, tinggal copy paste ... voila ! tidak perlu berkeringat, yang berkeringat cukup untuk bagian lain saja dan ndak perlu ditulis disini detilnya hahahahah
di periode ini sering sekali aku menjumpai pengalaman hampir mati ... tapi lagi-lagi Gusti Sing Paring Urip menyayangkan kalau seorang bocah manis ini harus dipanggil, karena berkuranglah garam dunia ... dan seperti sayur kurang garam ... maka hambarlah rasanya ... betuuuul ? betul sekali !
Dari Kecil ,
aku sering merasa bahwa aku ini adalah salah satu orang yang perlu di ruwat untuk membuang sial ... dari kecil, ndilalah ... aku ini sering sekali ada pada satu kondisi dimana "mas maut" kok sukaaaa banget kumpul bareng dengan mahkluk kecil manis bernama Agus Hariyo Purnomo ini ... mulailah muncul daftar berikut :
Karambol Hidup
Jaman aku kecil sampai umurku sepuluh tahun ... aku adalah "anak kampung" sejati ... tidak pernah satu haripun tubuhku ini bebas dari bau sengatan matahari .. rambut terbakar matahari semu merah ... sayang Sunsilk Shampoo dengan Hydro Protein belum ditemukan saat itu ... kalo sudah, pastinya rambutku ini tetap terlihat sehat meski terbakar matahari ...
Suatu Saat ketika kami sekeluarga tinggal di kampung kramat... aku dan aan --adikku-- sangat menikmati ritual mandi di kali ...
satu hari ... saat sedang asiknya berenang di kali ... tiba-tiba datang arus yang sangat besar ... air tiba tiba meluap dari arah hulu ... besar banget!! ... untuk ukuran mata anak kecil .. sepertinya itu badai tsunami .. tapi terjadinya di kali bukan di laut ... Ibuku yang melihat dari pinggir sungai menjerit-jerit tanpa daya ... aku terseret arus besar mendadak itu ... berusaha aku berenang ke pinggir dengan gaya kodok ngojay ... tapi tetep , arusnya tak terlawan ... berteriak-teriak tak berguna .. tubuh mungilku terseret dan terantuk-antuk batu berukuran segede kebo seperti koin karambol ... tuiinng ... tuiiinggg ... tuiiinng ... ouch ... ouch .. ouch .... terus terantuk-antuk dan terseret arus sampai 100 meter ... aku sudah tidak berpikir bisa hidup
AJAIB !!!! badanku tersangkut akar pohon pinggir kali ... tubuhku rasanya remuk redam ...
tapi AJAIB!! .. badanku nggak ada yang lecet ... cuma memar biru disana-sini ... oh kalo aku bayangkan sekarang .. dengan badan cungkring kulit membalut tulang tanpa daging itu dihempas arus .. ck ck ck ... aku SUPERMAN BANGET SIH !!!! ...
Tawon Centil
Kami kemudian pindah ke daerah Tapos ... rumah kami sangat asri walaupun mungil .. sederhana ... bocor di daerah dapur ... tapi aku hidup senang ... satu saat , kami bermain tarsan-tarsanan di kebun belakang ... ada satu pohon jambu air yang rimbun lebat dengan dahan-dahan yang kuat untuk kami dengan badan kecil ini bergelayutan di salah satu dahannya aku membayangkan aku menjadi tarsan ... kalo dipikir-pikir sih waktu itu dengan badan cungkring item ... aku lebih cocok jadi monyetnya ...
tapi nggak , jiwa banceeh tampil membuat aku merasa seperti tarsan ... "ouw ouw ouuukkkkk ... aku tarsaaaaannn !!!" ... dan ... "Douugggg !!!!" .. kepalaku seperti menyundul sesuatu ... e
eh, apakah sesuatu itu ? .. eh , seperti sarang ... sarang .... sarang ...
huaaaaaaaaaa SARANG TAWON !!!!!
oh oh oh .. tawon-tawon itu kemudian mengamuk .. dan senang hati mereka "menyumbang" sengat-sengatnya di sekujur badanku .. di muka? ehmmm beberapa puluh kali ... di punggung ? ehmmm beberapa kali ... sekujur tubuh bertubi-tubi sampai aku jatuh dari atas pohon ouch .. ouch .. ouch ... hiyaaaaaaa !!!!
AJAIB !!! setelah tawon-tawon itu suka cita menyumbang sengat ... aku ditinggal pergi tanpa pesan ...jangan tanya seperti apa rasanya .... oh tubuhku berasa kebas mati rasa .. dengan rasa denyut-denyut menyenangkan .. kamu harus coba rasanya .. hehehehehe
White Snake Legend
waktu kami pindah ke pinggiran kota Bogor bernama Kampung kramat .. aku punya kesenangan baru bersama teman-teman ... Memancing belut di sawah ... Satu saat .. aku memancing belut di sebuah liat bulat yang diameter lubangnya cukup besar ...
pesan moralnya saat itu
"Aduuuhh pasti belutnya besaaaar banget , asik asik asik goreng belut gede!" ...
dan benar , ketika umpan itu termakan ... dengan susah payah aku menariknya ..
ougghh .. oughh ... oughh .. belut ini memberikan perlawanan yang sangat berarti ...
oughh .. oughh .. oughh ... belut ini pasti sangat besar !!!
ough .. ough .. ough .. sekali lagi aku menariknya dan ..................... sreeeeepppp ... tertariklah belutnya keluar liang ..
yang ternyata belut manis itu adalah seekor ............................................................ULAR SAWAH COKLAT BESAR !!!!
hiyaaaaaaa !!!! aku jatuh lemas saking takutnya .. dan sukses lah aku di beri gigitan sayang di kaki dan kedua tangan !!!
Bufallo Bill
kami sering sekali meluangkan waktu bermain di sawah ... mau tau rasanya menunggang kerbau ... oh aku sering melakukan itu ... aku naik di punggungnya .. rasanya menyenangkan .. kamu harus coba kalau belum pernah ...waktu itu .. kami ... saya ... dan dua orang temanku Tatang dan Yusuf punya kerbau idaman bernama Si Dogol ....
Si Dogol ini tolol sangat ... ditunggangi ... ditarik tarik tali yang terkait pada hidungnya ... dipukul-pukul perutnya ... ditarik-tarik buntutnya ... diem kalem !
aduh senangnya kami melakukan ritual itu ... satu saat , kami melakukan hal yang ekstrim ... siapapun yang bisa membuat si dogol bersin ... dialah yang harus membelikan gulali sebanyak dua buah untuk masing-masing ...
hemm ... yakin dengan kecerdasanku ... berjalanlah aku ke arah si dogol sambil memegang batang ilalang .... aku kilikitik lubang hidungnya dengan batang ilalang itu ....
dan ..... huaaaaaaciiihhhh !!! bersinlah dengan sukses si dogol !!!
ah bangga sekali aku ... berjalan dengan bangga kearah tatang dan yusuf ... aku tidak menyadari kalau ternyata si dogol perlahan dengan pasti berjalan ke arahku dari belakang dan ....................................................................
DUEEESSSS !!! aku sukses di seruduk !!!
huaaaaggg ... rasanya nafasku berhenti .. aku tidak bisa bernafas ... untung aku tidak terkena tanduknya , atau si dogol tidak menginjak-nginjak tubuhku setelah dia memberikan sundulan sayang itu .... oh oh oh .... kami lari terbirit-birit ... sejak saat itu si Dogol ini momok menakutkan bagi kami bertiga
Perjalanan Hidup 1
gerimisnya masih ada ... tanahnya masih basah ... tapi mendungnya telah menghilang ... atau, begitulah setidaknya yang aku pikir ...
kemarin ibuku mengirim SMS begini :
" Aku baru saja bersih-bersih gudang, ku rapihkan koleksi kaset-kaset kita ... kumasukkan ke dalam kulkas semalaman dan kuputar dengan rewinding machine biar tetap enak didengar ... ku rapihkan juga koleksi buku-buku ..."
--sms terputus dan disusul sms sambungannya--
"aku juga rapihkan foto-foto koleksi kita, duh .. banyak sekali yang hilang ... foto waktu kamu masih bayi pun tersisa satu saja ... aku menyesal nggak merawatnya dengan lebih hati-hati ... sepertinya kayak lingkaran yang terputus"
well, yang namanya kenangan itu memang berharga banget ...
momennya boleh lewat ... orangnya boleh pergi ... perasaan boleh berubah ... tapi nggak ada yang akan lekang ... yaitu kenangan ...
pagi ini , aku tidak akan memberikan ruang yang banyak di otakku untuk pekerjaan ...wahai pekerjaan ... silahkan ambil istirahat sejenak ...
aku sedang mengumpulkan kenangan dan mau menuliskannya di sini ...
sekarang blog ini didedikasikan hanya untukku saja ... orang lain boleh tidak peduli dengan isi jurnal ini ...
orang lain boleh kesandung ke blog ini dan berpikir bahwa yang ada di dalamnya nggak penting sama sekali ...
toh apa peduliku,
aku mau bikin mini biografi untuk melestarikan kenangan untuk bisa dinikmati sendiri ..
baiklah, mari kita mulai
tapi, duh aku mesti mulai dari mana ya ?
yang ini mesti runuuut sekali dan detiil sekali ... aku nggak mau tercecer banyak ... hahaha abaikan "tercecer banyak" .. yang namanya 'tercecer' pasti konotasinya sedikit ... ok ok , aku nggak mau kehilangan banyak detil nantinya
jadi, aku musti mulai dari mana ya ?
ok ...
nama ?
Agus Hariyo Purnomo
duh, kalau aku menuliskan tanggal dan tempat lahir kok seperti biodata di daftar riwayat hidup ya ... nggak seru ah ... mungkin aku mulai dengan beberapa periode umur ? hemmm ... sepertinya seru ...
mulai ?
ok !
0 - 5 Tahun
Ibuku bernama Suharry ... Bapakku bernama Sandiyo ...
Sandiyo jejaka dusun di daerah Kulon Progo Yogyakarta
Ibuku perawan pinggir kota di daerah bernama Karang Waru Yogyakarta
Sandiyo lulusan Sekolah Pertanian di Magelang
Suharry lulusan SMA Bopkri Yogyakarta ...
Sandiyo masuk Secaba Polri
Suharry menunggunya
Sandiyo lulus Secaba Polri
Suharry minta dinikahi
Suharry dan Sandiyo menikah tepat ketika Suharry lulus SMA
lupakan mau jadi wanita karir... lupakan mau jadi perawat ... lupakan menjadi bassist wanita paling ok di yogya ... Suharry lebih memilih menikah dengan seorang Polisi berpangkat sersan ...
sekarang aku yang protes,
Ibuku jago main gitar ... cabikan bass-nya maut ! bahkan ketika aku SMP dan teman-temanku melihatnya nggitar di rumah .. mereka minta diajarin ... aku kagum dengan kemampuannya ... mestinya ibuku mengejar mimpinya menjadi musisi ketimbang menikahi seorang lelaki berpangkat sersan waktu itu yang pada akhirnya malah menikah lagi dua kali ... bahkan yang terakhir, istri ke tiganya seumur dengan adikku ...
Ibuku mestinya jadi musisi ...
Ibuku mestinya jadi bassist terkenal ...
tapi Suharry memilih menikah dengan Sandiyo
Menikahlah mereka dengan mas kawin 1000 rupiah dan peralatan solat lengkap dibayar tunai di tahun 1977 Januari ...
Merantaulah mereka ke Bogor ...
Ibuku hamil ...
waktu ngidam, ibuku bilang dia punya kebiasaan aneh ...
dia suka ndulit sabun batangan cap bebek berwarna hijau dan memasukkannya kedalam mulut serasa permen ... untung nggak keracunan ... kalau keracunan .. mungkin aku musnah ...
dia juga suka melakukan ritual pagi pergi jalan ke pom bensin dan membaui ruapan aroma bensin ...
sekarang aku tau kenapa aku se-aneh ini ...
di bilang waktu mengandung aku ... semalaman bakal gelisah kalau belum denger Janis Joplin dan Pat Boone ... duh satu kombinasi yang aneh ... tapi
sekarang aku tau kenapa aku bersuara merdu .. eheeem ...
kami tinggal pertama kali di asrama polisi Panaragan ...
Agustus 78 tanggal satu aku lahir ...
lahir di perjalanan menuju rumah sakit PMI Bogor ...
mungkin karena aku sudah nggak sabar melihat dunia
Ibuku bilang aku lahir di dalam kondisi yang penuh keprihatinan
semuanya serba sulit bagi keluarga muda itu ...
gaji yang tidak seberapa...
tinggal di asrama yang serasa berukuran kandang ayam
tidak punya barang berharga apapun kecuali cincin kawin dan radio transistor ... yang akhirnya ketika umurku belum genap setahun, cincin kawin dan radio transistor itu terjual untuk bertahan hidup ...
Memang gimana kondisinya ?
"Dulu sih mamah mandi di pemandian umum belakang komplek asrama ... terus pernah juga rame-rame nyebrang kali di belakang asrama cuma mau metik daun singkong untuk disayur sama ibu-ibu asrama yang lain yang seumuran dan sependeritaan dengan mamah ... beruntung ASi lancar ... jadi kamu nggak perlu susu kaleng ... mamah nikah di usia muda ... siap nggak siap harus siap ... untung kamu anak yang manis , nggak sakit-sakitan, nggak rewel ... tahan banting ... anak mamah emang paling hebat !!!"
makasih mah ...
aku tinggal di asrama itu sampai umurku lima tahun ....
kami tinggalkan asrama itu dan pindah ketika ibuku mengandung adikku aan ...
sumir aku masih ingat dengan bentuk rumah kami di asrama itu ...
sumir aku masih ingat jalan menuju sungai yang harus disebrangi ibuku untuk sekedar memetik daun singkong untuk disayur ...
sumir aku masih ingat bagaimana rupa ayahku untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi meninggalkan ibuku sendirian selama dua tahun kedepan sampai aku berumur 7 tahun dan kembali lagi sebagai orang asing bagi kami ...
--disambung nanti ....
kemarin ibuku mengirim SMS begini :
" Aku baru saja bersih-bersih gudang, ku rapihkan koleksi kaset-kaset kita ... kumasukkan ke dalam kulkas semalaman dan kuputar dengan rewinding machine biar tetap enak didengar ... ku rapihkan juga koleksi buku-buku ..."
--sms terputus dan disusul sms sambungannya--
"aku juga rapihkan foto-foto koleksi kita, duh .. banyak sekali yang hilang ... foto waktu kamu masih bayi pun tersisa satu saja ... aku menyesal nggak merawatnya dengan lebih hati-hati ... sepertinya kayak lingkaran yang terputus"
well, yang namanya kenangan itu memang berharga banget ...
momennya boleh lewat ... orangnya boleh pergi ... perasaan boleh berubah ... tapi nggak ada yang akan lekang ... yaitu kenangan ...
pagi ini , aku tidak akan memberikan ruang yang banyak di otakku untuk pekerjaan ...wahai pekerjaan ... silahkan ambil istirahat sejenak ...
aku sedang mengumpulkan kenangan dan mau menuliskannya di sini ...
sekarang blog ini didedikasikan hanya untukku saja ... orang lain boleh tidak peduli dengan isi jurnal ini ...
orang lain boleh kesandung ke blog ini dan berpikir bahwa yang ada di dalamnya nggak penting sama sekali ...
toh apa peduliku,
aku mau bikin mini biografi untuk melestarikan kenangan untuk bisa dinikmati sendiri ..
baiklah, mari kita mulai
tapi, duh aku mesti mulai dari mana ya ?
yang ini mesti runuuut sekali dan detiil sekali ... aku nggak mau tercecer banyak ... hahaha abaikan "tercecer banyak" .. yang namanya 'tercecer' pasti konotasinya sedikit ... ok ok , aku nggak mau kehilangan banyak detil nantinya
jadi, aku musti mulai dari mana ya ?
ok ...
nama ?
Agus Hariyo Purnomo
duh, kalau aku menuliskan tanggal dan tempat lahir kok seperti biodata di daftar riwayat hidup ya ... nggak seru ah ... mungkin aku mulai dengan beberapa periode umur ? hemmm ... sepertinya seru ...
mulai ?
ok !
0 - 5 Tahun
Ibuku bernama Suharry ... Bapakku bernama Sandiyo ...
Sandiyo jejaka dusun di daerah Kulon Progo Yogyakarta
Ibuku perawan pinggir kota di daerah bernama Karang Waru Yogyakarta
Sandiyo lulusan Sekolah Pertanian di Magelang
Suharry lulusan SMA Bopkri Yogyakarta ...
Sandiyo masuk Secaba Polri
Suharry menunggunya
Sandiyo lulus Secaba Polri
Suharry minta dinikahi
Suharry dan Sandiyo menikah tepat ketika Suharry lulus SMA
lupakan mau jadi wanita karir... lupakan mau jadi perawat ... lupakan menjadi bassist wanita paling ok di yogya ... Suharry lebih memilih menikah dengan seorang Polisi berpangkat sersan ...
sekarang aku yang protes,
Ibuku jago main gitar ... cabikan bass-nya maut ! bahkan ketika aku SMP dan teman-temanku melihatnya nggitar di rumah .. mereka minta diajarin ... aku kagum dengan kemampuannya ... mestinya ibuku mengejar mimpinya menjadi musisi ketimbang menikahi seorang lelaki berpangkat sersan waktu itu yang pada akhirnya malah menikah lagi dua kali ... bahkan yang terakhir, istri ke tiganya seumur dengan adikku ...
Ibuku mestinya jadi musisi ...
Ibuku mestinya jadi bassist terkenal ...
tapi Suharry memilih menikah dengan Sandiyo
Menikahlah mereka dengan mas kawin 1000 rupiah dan peralatan solat lengkap dibayar tunai di tahun 1977 Januari ...
Merantaulah mereka ke Bogor ...
Ibuku hamil ...
waktu ngidam, ibuku bilang dia punya kebiasaan aneh ...
dia suka ndulit sabun batangan cap bebek berwarna hijau dan memasukkannya kedalam mulut serasa permen ... untung nggak keracunan ... kalau keracunan .. mungkin aku musnah ...
dia juga suka melakukan ritual pagi pergi jalan ke pom bensin dan membaui ruapan aroma bensin ...
sekarang aku tau kenapa aku se-aneh ini ...
di bilang waktu mengandung aku ... semalaman bakal gelisah kalau belum denger Janis Joplin dan Pat Boone ... duh satu kombinasi yang aneh ... tapi
sekarang aku tau kenapa aku bersuara merdu .. eheeem ...
kami tinggal pertama kali di asrama polisi Panaragan ...
Agustus 78 tanggal satu aku lahir ...
lahir di perjalanan menuju rumah sakit PMI Bogor ...
mungkin karena aku sudah nggak sabar melihat dunia
Ibuku bilang aku lahir di dalam kondisi yang penuh keprihatinan
semuanya serba sulit bagi keluarga muda itu ...
gaji yang tidak seberapa...
tinggal di asrama yang serasa berukuran kandang ayam
tidak punya barang berharga apapun kecuali cincin kawin dan radio transistor ... yang akhirnya ketika umurku belum genap setahun, cincin kawin dan radio transistor itu terjual untuk bertahan hidup ...
Memang gimana kondisinya ?
"Dulu sih mamah mandi di pemandian umum belakang komplek asrama ... terus pernah juga rame-rame nyebrang kali di belakang asrama cuma mau metik daun singkong untuk disayur sama ibu-ibu asrama yang lain yang seumuran dan sependeritaan dengan mamah ... beruntung ASi lancar ... jadi kamu nggak perlu susu kaleng ... mamah nikah di usia muda ... siap nggak siap harus siap ... untung kamu anak yang manis , nggak sakit-sakitan, nggak rewel ... tahan banting ... anak mamah emang paling hebat !!!"
makasih mah ...
aku tinggal di asrama itu sampai umurku lima tahun ....
kami tinggalkan asrama itu dan pindah ketika ibuku mengandung adikku aan ...
sumir aku masih ingat dengan bentuk rumah kami di asrama itu ...
sumir aku masih ingat jalan menuju sungai yang harus disebrangi ibuku untuk sekedar memetik daun singkong untuk disayur ...
sumir aku masih ingat bagaimana rupa ayahku untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi meninggalkan ibuku sendirian selama dua tahun kedepan sampai aku berumur 7 tahun dan kembali lagi sebagai orang asing bagi kami ...
--disambung nanti ....
Sedang (masih) bingung ...
Dulu, aku sering merasa Ibuku itu perempuan paling tak punya daya dan mau saja diinjak-injak martabatnya ......... atas nama cinta ...
Sering kami --saya dan aan-- tak habis pikirnya bagaimana bisa si Mamah tak habis-habisnya punya stock yang namanya rasa CINTA untuk si Bapak yang menurut kami --dulu-- sudah tidak layak rasanya untuk dicintai ...
"Udah deh Mah ... aku cukup punya Mamah aja nggak apa-apa kok ... tinggalin Bapak aja yuk!"
"Sekali lagi di bentak-bentak Mamah ... kita pulang ke eyang putri aja di Yogya terus aku sama aan sekolah disana aja ya!"
.... tapi si Mamah bilang:
"Jangan ditanya kenapa Mamah masih ada disini ... kamu ndak akan pernah mengerti ... kalau kita semua pergi dari dia ... bukan itu esensinya mencinta... justru karena Bapak begitu rupa ... maka kita perlu ada disini dan tak beranjak kemana-mana"
Aaaaah ... tak mengertinya aku dengan hal itu dulu ... apakah kalau kita disakiti itu berarti yang menyakiti sebenarnya sedang menunjukkan rasa cintanya? ... apakah cinta harus berarti menyakiti? kalau memang tidak begitu artinya? kenapa Mamah, saya dan aan tidak pernah mau beranjak pergi ....
tapi setelah saya besar baru saya mulai SEDIKIT memahami kenapa si Mamah tak mau beranjak pergi ... kenapa kami di semangati olehnya untuk tetap ada di posisi kami masing-masing ...
saya merasa bahwa pemaknaan kata CINTA si Mamah demikian dalam dan pelan-pelan (bahkan di usia saya sekarang) saya mulai mengurai dan memahami satu persatu bagaimana si Mamah memaknai CINTA ...
kalau aku tarik ke belakang ...
dan melihat riwayat percintaan saya ...
saya melihat pola si Mamah dalam memaknai hubungan di setiap hubungan percintaan yang saya lakukan selama ini ...
beberapa kali karib terdekat saya selalu bilang bahwa saya ini kalau sedang jatuh cinta ... berubah jadi orang super idiot ... tak menunjukkan tanda-tanda intelektual ... DUNGU!
Baiklah, CINTA memang bisa membuat kita melakukan banyak hal irasional ...
kalau saya sedang jatuh cinta ... saya melakukan banyak hal-hal konyol ...
Bahkan ketika disakiti pun ... saya sepertinya tak mau beranjak pergi ...
saya tetap di titik pertama saya berdiri ...
pemaknaan saya tentang cinta mengharuskan saya tetap tak beranjak pergi bahkan ketika menurut banyak orang yang sedang disakiti dan dikhianati ...
jangan bertanya kenapa saya susah sekali beranjak pergi ...
karena di bawah sadar saya ... seperti bilang: "kamu ndak boleh pergi ketika kamu mencintanya" ...
sekonyol yang terbilang... saya seperti ingin berteriak begini pada kekasih saya itu: "Pada ujung akhirnya, kamu akan lihat bahwa saya adalah yang terbaik yang pernah kamu temui"
secara sadar saya tau saya sedang disakiti .... membiru ... lebam ... dan saya menelan semuanya ...
...........................................
sekarang sepertinya saya ndak mau begitu ...
cukup sudah cinta dan segala hal yang tak masuk nalar bisa terjadinya karenanya ...
saya capek dengan 1+1=100000 kemungkinan yang bisa terjadi atas nama cinta ...
ternyata pemaknaan saya tentang cinta pun hanya selebar kuku ...
............................................................
Kalau sekarang ada yang menawarkan cinta dengan premis kepastian dan meminimalkan turunan-turunan penuh ketidakpastian ke depan ... meski saya sedang dalam kondisi tidak percaya diri dengan kemampuan saya mencintai dan dicintai ....
bagaimana saya harus bersikap ?
apakah dia tahu bahwa yang saya lakukan sekarang adalah penuh dengan kebimbangan ...
saya tidak pernah bimbang dengan perasaannya untuk saya ...
saya bimbang dengan diri saya sendiri ...
apakah cinta itu bisa seperti biji kacang hijau yang diletakkan di kapas basah dan tumbuh benih akar karena waktu?
bagaimana kalau ternyata saya biji kacang hijau yang mandul dan tak bertumbuh benih meski ia sadar bahwa ia diletakkan di kapas basah itu?
bagaimana kalau ternyata saya justru menyakitinya ...
ternyata benar ...
saya sedang (masih) bingung ...
Sering kami --saya dan aan-- tak habis pikirnya bagaimana bisa si Mamah tak habis-habisnya punya stock yang namanya rasa CINTA untuk si Bapak yang menurut kami --dulu-- sudah tidak layak rasanya untuk dicintai ...
"Udah deh Mah ... aku cukup punya Mamah aja nggak apa-apa kok ... tinggalin Bapak aja yuk!"
"Sekali lagi di bentak-bentak Mamah ... kita pulang ke eyang putri aja di Yogya terus aku sama aan sekolah disana aja ya!"
.... tapi si Mamah bilang:
"Jangan ditanya kenapa Mamah masih ada disini ... kamu ndak akan pernah mengerti ... kalau kita semua pergi dari dia ... bukan itu esensinya mencinta... justru karena Bapak begitu rupa ... maka kita perlu ada disini dan tak beranjak kemana-mana"
Aaaaah ... tak mengertinya aku dengan hal itu dulu ... apakah kalau kita disakiti itu berarti yang menyakiti sebenarnya sedang menunjukkan rasa cintanya? ... apakah cinta harus berarti menyakiti? kalau memang tidak begitu artinya? kenapa Mamah, saya dan aan tidak pernah mau beranjak pergi ....
tapi setelah saya besar baru saya mulai SEDIKIT memahami kenapa si Mamah tak mau beranjak pergi ... kenapa kami di semangati olehnya untuk tetap ada di posisi kami masing-masing ...
saya merasa bahwa pemaknaan kata CINTA si Mamah demikian dalam dan pelan-pelan (bahkan di usia saya sekarang) saya mulai mengurai dan memahami satu persatu bagaimana si Mamah memaknai CINTA ...
kalau aku tarik ke belakang ...
dan melihat riwayat percintaan saya ...
saya melihat pola si Mamah dalam memaknai hubungan di setiap hubungan percintaan yang saya lakukan selama ini ...
beberapa kali karib terdekat saya selalu bilang bahwa saya ini kalau sedang jatuh cinta ... berubah jadi orang super idiot ... tak menunjukkan tanda-tanda intelektual ... DUNGU!
Baiklah, CINTA memang bisa membuat kita melakukan banyak hal irasional ...
kalau saya sedang jatuh cinta ... saya melakukan banyak hal-hal konyol ...
Bahkan ketika disakiti pun ... saya sepertinya tak mau beranjak pergi ...
saya tetap di titik pertama saya berdiri ...
pemaknaan saya tentang cinta mengharuskan saya tetap tak beranjak pergi bahkan ketika menurut banyak orang yang sedang disakiti dan dikhianati ...
jangan bertanya kenapa saya susah sekali beranjak pergi ...
karena di bawah sadar saya ... seperti bilang: "kamu ndak boleh pergi ketika kamu mencintanya" ...
sekonyol yang terbilang... saya seperti ingin berteriak begini pada kekasih saya itu: "Pada ujung akhirnya, kamu akan lihat bahwa saya adalah yang terbaik yang pernah kamu temui"
secara sadar saya tau saya sedang disakiti .... membiru ... lebam ... dan saya menelan semuanya ...
...........................................
sekarang sepertinya saya ndak mau begitu ...
cukup sudah cinta dan segala hal yang tak masuk nalar bisa terjadinya karenanya ...
saya capek dengan 1+1=100000 kemungkinan yang bisa terjadi atas nama cinta ...
ternyata pemaknaan saya tentang cinta pun hanya selebar kuku ...
............................................................
Kalau sekarang ada yang menawarkan cinta dengan premis kepastian dan meminimalkan turunan-turunan penuh ketidakpastian ke depan ... meski saya sedang dalam kondisi tidak percaya diri dengan kemampuan saya mencintai dan dicintai ....
bagaimana saya harus bersikap ?
apakah dia tahu bahwa yang saya lakukan sekarang adalah penuh dengan kebimbangan ...
saya tidak pernah bimbang dengan perasaannya untuk saya ...
saya bimbang dengan diri saya sendiri ...
apakah cinta itu bisa seperti biji kacang hijau yang diletakkan di kapas basah dan tumbuh benih akar karena waktu?
bagaimana kalau ternyata saya biji kacang hijau yang mandul dan tak bertumbuh benih meski ia sadar bahwa ia diletakkan di kapas basah itu?
bagaimana kalau ternyata saya justru menyakitinya ...
ternyata benar ...
saya sedang (masih) bingung ...
Thursday, August 21, 2008
Haduuuuh...
setelah facebook dan friendster ku diobrak-abrik orang tak dikenal ... giliran Yahoo messenger list gue di acak-acak ... sialan!
Heran ...
Ada aja ulah iseng ...
dua account website jejaring pertemanan saya yang sungguh kondang di antero dunia maya dibajak orang ... isinya diobrak-abrik ... dan saya dibuat tidak bisa log-in di account yang telah saya buat ...
aaah semoga saja kawan-kawan yang ada di dalam jejaring pertemanan saya di dua account itu, ketika menerima pesan yang sekiranya tak senonoh mafhum bahwa itu bukan dari saya adanya .....
sigh ....
passwordnya ketebak banget sih kayaknya ...
bego!
dua account website jejaring pertemanan saya yang sungguh kondang di antero dunia maya dibajak orang ... isinya diobrak-abrik ... dan saya dibuat tidak bisa log-in di account yang telah saya buat ...
aaah semoga saja kawan-kawan yang ada di dalam jejaring pertemanan saya di dua account itu, ketika menerima pesan yang sekiranya tak senonoh mafhum bahwa itu bukan dari saya adanya .....
sigh ....
passwordnya ketebak banget sih kayaknya ...
bego!
Wednesday, August 20, 2008
Piknik
Dulu kalau saya piknik sama si Mamah dan Aan ...
yang dirasa cuma senang ...
yang dirasa cuma bahagia ...
lupa sedih lupa lara ...
sekarang saya mau melakukan hal yang sama ...
akhir bulan ini ... saya mau ke Bali aaaaaah .... menata hati dan bersenang-senang sendiri ... mungkin sedikit berkontemplasi hahahaha (kalau sempat)
Bali ... saya datang !
yang dirasa cuma senang ...
yang dirasa cuma bahagia ...
lupa sedih lupa lara ...
sekarang saya mau melakukan hal yang sama ...
akhir bulan ini ... saya mau ke Bali aaaaaah .... menata hati dan bersenang-senang sendiri ... mungkin sedikit berkontemplasi hahahaha (kalau sempat)
Bali ... saya datang !
Jualan ...
Ayo ayo .. nyang lucu-lucu ... rada-rada sipit matanya ...
romantis .. good kisser :) ... cerdas dan punya selera humor yang bagus ... mendekat sama papah ! hahahahah
romantis .. good kisser :) ... cerdas dan punya selera humor yang bagus ... mendekat sama papah ! hahahahah
Monday, August 18, 2008
SIAAAAAAAAAAAAAAAAAP ...
Situasi terkini:
"SEDANG MENYIAPKAN BOM DARI SERIBU IKAT PETASAN CABE RAWIT..."
"SEDANG MENYIAPKAN BOM DARI SERIBU IKAT PETASAN CABE RAWIT..."
PIGURA
Sebelum makan siang ini, Ibuku menelpon:
"Di ruang tamu ada tambah satu lagi tuh pigura"
Me
"Mamah foto studio lagi? .. emang di Semarang udah ada Gloss photo studio? lha, kan kita udah janjian mau foto bareng kan?"
"Bukan ... aku pigura satu lembar kertas dari buku harianmu yang kecil itu"
Me
"Ooooohhh NOOOOOOOO ... Mamah baca semua dong isinya?"
"Ya iyaaaalaaaaaaah ..." (dengan gaya anak abg yang kayak abis kena stroke... celat pelo begitu)
Me
"Yang apa tulisannya"
Tulisannya begini:
"Hi peyang .... (aku bingung juga, kenapa buku itu aku namain peyang) ... ingat ya, kalau aku udah besar nanti ... aku mau punya perut kotak-kotak kayak Flash Gordon ... aku mau bikin acara musik di tipi ... aku mau jadi penyanyi .. aku mau ajak si Aan jalan-jalan ke Dufan ... aku mau beliin Sepatu boot baru buat si Mamah ..."
cita-cita sederhana dan Puji Tuhan .... semua sudah dilakukan kecuali memiliki perut kotak-kotak ...
FITNESS AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH ....
"Di ruang tamu ada tambah satu lagi tuh pigura"
Me
"Mamah foto studio lagi? .. emang di Semarang udah ada Gloss photo studio? lha, kan kita udah janjian mau foto bareng kan?"
"Bukan ... aku pigura satu lembar kertas dari buku harianmu yang kecil itu"
Me
"Ooooohhh NOOOOOOOO ... Mamah baca semua dong isinya?"
"Ya iyaaaalaaaaaaah ..." (dengan gaya anak abg yang kayak abis kena stroke... celat pelo begitu)
Me
"Yang apa tulisannya"
Tulisannya begini:
"Hi peyang .... (aku bingung juga, kenapa buku itu aku namain peyang) ... ingat ya, kalau aku udah besar nanti ... aku mau punya perut kotak-kotak kayak Flash Gordon ... aku mau bikin acara musik di tipi ... aku mau jadi penyanyi .. aku mau ajak si Aan jalan-jalan ke Dufan ... aku mau beliin Sepatu boot baru buat si Mamah ..."
cita-cita sederhana dan Puji Tuhan .... semua sudah dilakukan kecuali memiliki perut kotak-kotak ...
FITNESS AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH ....
Menyebalkan ...
Saya sedang meragukan kapasitas saya untuk dicintai ...
Setiap saya setia membagi semua sisi ...
Selalu diujungnya saya yang ditinggal pergi ...
Kalau selalu begini berkali-kali ...
Apakah memang saya pantas dicintai?
Setiap saya setia membagi semua sisi ...
Selalu diujungnya saya yang ditinggal pergi ...
Kalau selalu begini berkali-kali ...
Apakah memang saya pantas dicintai?
Tuesday, August 12, 2008
Mau berantem nih jadinya ?
Makan siang ini sungguh bernas :)
nasi pecel, sambel krecek, mendoan 3 biji ... kategorinya bukan lagi enak .. tapi ueeeeeenuuuuuk tenan!! hahahahah
selain sukses menurut ukuran gastronomi ala orang jawa ...
pembicaraannya juga terbilang sukses :)
saya ngobrol dengan karib kantor Mbak uenuk pinak pinuk tentang pengalaman pertama anaknya masuk TK dan harus menerima perlakuan "bullying" dari teman-temannya ... aku belum tau nih ... kata cerapan untuk terminologi "bullying" tuh apa ya ? ... apakah sinonim dengan "premanisme" ? ...
eniveeii ... pembicaraan itu mengantarkan kembali pada masa kecil ...
Para Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang kebetulan kesandung ke blog ini .. mohon maaf sebelumnya kalau apa yang dilakukan Ibu saya di masa lalu, bisa jadi contoh yang salah ...
Dulu, setiap saya pulang dan begini:
"Huaaaaaaaaaaa Mamaaaah ... aku dijahatin huaaaaaaa!"
--menangis drama queen mode--
Mamah
"Kenapa nangis?"
"Waaaaaa ... kelereng ku diambil Nanang .. huaaaaaa"
--menangis drama queen mode ala Faradilla Sandi, ndak tau Faradilla Sandi? ... tanya om dan tantemu ya--
Mamah
"Mana si Nanang?"
(menyingsingkan lengan dan dada agak dibusungkan)
--horeeeee ... rasain lu Nang ... belum tau kalo emak gue preman!--
"Masih dilapangan Mah"
--sesenggukan dot com--
Mamah
"Kita kesana sekarang! ayo!"
--asik asik ... ada yang mau ditabokin sama emak gue .. du di du--
sesampainya di lapangan bola ...
Mamah
"Itu yang namanya Nanang?"
"Iya ...."
Mamah
"Sekarang .... KAMU SAMPERIN DIA ... BERANTEM SAMPE DIA KALAH ... DAN AMBIL KELERENG KAMU !! KITA NGGAK AKAN PULANG SAMPE KAMU BERANTEM DULU SAMA DIA!!!"
--MELONGO MODE ON--
"Huaaaaaa aku takuuuut!!!"
Mamah
"KITA NGGAK AKAN PULANG SAMPE KAMU BERANTEM DENGAN DIA! KALO MAMAHNYA IKUT CAMPUR ... AKU SIKAT ABIS MAMAHNYA!!!"
............................
Silahkan tebak sendiri akhir ceritanya :)
Demikianlah wahai para Ibu Muda ... bagaimana saya dulu waktu kecil melawan "bullying" heheheheh
nasi pecel, sambel krecek, mendoan 3 biji ... kategorinya bukan lagi enak .. tapi ueeeeeenuuuuuk tenan!! hahahahah
selain sukses menurut ukuran gastronomi ala orang jawa ...
pembicaraannya juga terbilang sukses :)
saya ngobrol dengan karib kantor Mbak uenuk pinak pinuk tentang pengalaman pertama anaknya masuk TK dan harus menerima perlakuan "bullying" dari teman-temannya ... aku belum tau nih ... kata cerapan untuk terminologi "bullying" tuh apa ya ? ... apakah sinonim dengan "premanisme" ? ...
eniveeii ... pembicaraan itu mengantarkan kembali pada masa kecil ...
Para Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang kebetulan kesandung ke blog ini .. mohon maaf sebelumnya kalau apa yang dilakukan Ibu saya di masa lalu, bisa jadi contoh yang salah ...
Dulu, setiap saya pulang dan begini:
"Huaaaaaaaaaaa Mamaaaah ... aku dijahatin huaaaaaaa!"
--menangis drama queen mode--
Mamah
"Kenapa nangis?"
"Waaaaaa ... kelereng ku diambil Nanang .. huaaaaaa"
--menangis drama queen mode ala Faradilla Sandi, ndak tau Faradilla Sandi? ... tanya om dan tantemu ya--
Mamah
"Mana si Nanang?"
(menyingsingkan lengan dan dada agak dibusungkan)
--horeeeee ... rasain lu Nang ... belum tau kalo emak gue preman!--
"Masih dilapangan Mah"
--sesenggukan dot com--
Mamah
"Kita kesana sekarang! ayo!"
--asik asik ... ada yang mau ditabokin sama emak gue .. du di du--
sesampainya di lapangan bola ...
Mamah
"Itu yang namanya Nanang?"
"Iya ...."
Mamah
"Sekarang .... KAMU SAMPERIN DIA ... BERANTEM SAMPE DIA KALAH ... DAN AMBIL KELERENG KAMU !! KITA NGGAK AKAN PULANG SAMPE KAMU BERANTEM DULU SAMA DIA!!!"
--MELONGO MODE ON--
"Huaaaaaa aku takuuuut!!!"
Mamah
"KITA NGGAK AKAN PULANG SAMPE KAMU BERANTEM DENGAN DIA! KALO MAMAHNYA IKUT CAMPUR ... AKU SIKAT ABIS MAMAHNYA!!!"
............................
Silahkan tebak sendiri akhir ceritanya :)
Demikianlah wahai para Ibu Muda ... bagaimana saya dulu waktu kecil melawan "bullying" heheheheh
Mayday ..
Mayday mayday .... ada serangan roller coaster mood nih .... mood swing mood swing ... sampe mau muntah rasanya ... Neng Tobey Mc Guire ... minta obat anti mood swing dooong ...
Bingung ...
Aku lagi ditegor sama Gusti Sing Paring Urip ...
Sebelum kejadian kecurian, sebenarnya lagi gundah juga suasana hati ...
Rejeki ku kok kayaknya ndak jadi berkah ya ...
Bukan, aku dapet rejekinya bukan mencuri ...
rejekinya didapat dengan cara yang halal ...
tapi kok setiap akhir bulannya ... selalu seperti menguap tanpa bekas ...
tak berkesan ..
kayak ilang begitu aja ...
tanpa meninggalkan kesan di hati ...
ini belum pernah saya alami sebelumnya ...
biasanya, setiap akhir bulan ... sembari menunggu tanggal muda berikutnya datang ...
hati ini rasanya adem ... mengabaikan, teteeupp .. berasa bokek sih bokek ajaaah hahahah ...
tapi beberapa bulan ini selalu meninggalkan kesan yang janggal di hati ...
aku kurang bersyukur kali ya ...
kurang rajin ibadah ...
kurang rajin bicara sama Tuhan ...
kurang sering bicara sama orang rumah di semarang ...
kurang sering bicara hati ke hati sama si Mamah ...
ngotot abis-abisan sama kerjaan ...
ngotot dengan ngejar side job sana sini ...
kurang merawat diri ..
kurang memanjakan diri ...
kurang berbagi sama yang harus dibagi ...
eh, kok banyak kurangnya ya ...
gini deh,
akhirnya ditegor sama Tuhan ...
rejekinya diambil orang ... dengan cara yang menyakitkan ...
yaaaah, ok deh .... kadang orang idup memang sesekali harus "ditampar" biar dia merasa "hidup" dan diingatkan ...
pertengahan bulan ini sudah bokek ...
tapi hati senang ...
kerjaan berujung senang ...
percintaan berujung senang ...
naaaah, mulai menata dan mengikis yang kurang-kurang tadi tersebut diatas ...
ayo Agus ... SEMANGAT !!!!!!
Sebelum kejadian kecurian, sebenarnya lagi gundah juga suasana hati ...
Rejeki ku kok kayaknya ndak jadi berkah ya ...
Bukan, aku dapet rejekinya bukan mencuri ...
rejekinya didapat dengan cara yang halal ...
tapi kok setiap akhir bulannya ... selalu seperti menguap tanpa bekas ...
tak berkesan ..
kayak ilang begitu aja ...
tanpa meninggalkan kesan di hati ...
ini belum pernah saya alami sebelumnya ...
biasanya, setiap akhir bulan ... sembari menunggu tanggal muda berikutnya datang ...
hati ini rasanya adem ... mengabaikan, teteeupp .. berasa bokek sih bokek ajaaah hahahah ...
tapi beberapa bulan ini selalu meninggalkan kesan yang janggal di hati ...
aku kurang bersyukur kali ya ...
kurang rajin ibadah ...
kurang rajin bicara sama Tuhan ...
kurang sering bicara sama orang rumah di semarang ...
kurang sering bicara hati ke hati sama si Mamah ...
ngotot abis-abisan sama kerjaan ...
ngotot dengan ngejar side job sana sini ...
kurang merawat diri ..
kurang memanjakan diri ...
kurang berbagi sama yang harus dibagi ...
eh, kok banyak kurangnya ya ...
gini deh,
akhirnya ditegor sama Tuhan ...
rejekinya diambil orang ... dengan cara yang menyakitkan ...
yaaaah, ok deh .... kadang orang idup memang sesekali harus "ditampar" biar dia merasa "hidup" dan diingatkan ...
pertengahan bulan ini sudah bokek ...
tapi hati senang ...
kerjaan berujung senang ...
percintaan berujung senang ...
naaaah, mulai menata dan mengikis yang kurang-kurang tadi tersebut diatas ...
ayo Agus ... SEMANGAT !!!!!!
Monday, August 11, 2008
Adem .....
Mencintaimu,
seperti menikmati terik mentari pagi hari di pinggir kali sambil ujung kaki tercelup sampai pangkal jari ....
Mencintaimu,
seperti menikmati pelan waktu merambat hari sambil senyum-senyum sendiri ...
(Iya, kayak begini kalau lagi adem ayem ...)
suuuit suiiiit ....
seperti menikmati terik mentari pagi hari di pinggir kali sambil ujung kaki tercelup sampai pangkal jari ....
Mencintaimu,
seperti menikmati pelan waktu merambat hari sambil senyum-senyum sendiri ...
(Iya, kayak begini kalau lagi adem ayem ...)
suuuit suiiiit ....
Sunday, August 10, 2008
Mari Bicara Tentang Lelaki Ini ...
Coba kau klik link berikut ini :
http://sebelas4.multiply.com/
Eh, tunggu sebentar ... jangan dulu di klik link-nya ya ...
Aku mau cerita tentang lelaki ini ...
Saya panggil dia Uda Rinto .. atau kadang-kadang Abang Rinto ...
Untuk beberapa orang yang DULU pernah mengidolakannya sewaktu dia di Semarang ... dia biasa dipanggil Rio Armando ...
Kenapa saya bercerita tentangnya ?
Karena saya merasa menemukan sosok seorang kakak yang baik hati, melindungi, dan tempat saya bisa bicara apa saja tanpa merasa di gurui ..
walaupun kadang-kadang, kalau misalnya dia lagi bad mood ... atau mungkin menemukan sesuatu yang ndak sreg menurut dia ... omelannya bisa panjang kali lebar kali tinggi hahahaha ...
Kalau sudah begini, didengarkan saja heheheh
pertalian jalan hidup saya dengan dia pun sering kali berpotongan ...
Dia pernah siaran di Suara Sakti ..... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia pernah kuliah di UNDIP .... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia bekerja di sebuah biro iklan kondang ... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia banci karaoke .... Saya mengikuti jejaknya ...
hahahahah ... mungkin yang tidak diikuti satu sama lain hanya perjalanan cintanya saja .. heheheheh ...
Saya sebenarnya ndak pernah intens untuk bertemu dengannya ...
Bisa dibilang jarang bertemu dengannya ...
Tapi buat saya .... dia selalu ada di saat yang tepat ... di tempat yang tepat .. di suasana yang tepat .. heheheheh ....
Eh, tunggu .... kok blog MP ku berubah jadi kolom testimonial friendster sih ...
kacau .....
http://sebelas4.multiply.com/
Eh, tunggu sebentar ... jangan dulu di klik link-nya ya ...
Aku mau cerita tentang lelaki ini ...
Saya panggil dia Uda Rinto .. atau kadang-kadang Abang Rinto ...
Untuk beberapa orang yang DULU pernah mengidolakannya sewaktu dia di Semarang ... dia biasa dipanggil Rio Armando ...
Kenapa saya bercerita tentangnya ?
Karena saya merasa menemukan sosok seorang kakak yang baik hati, melindungi, dan tempat saya bisa bicara apa saja tanpa merasa di gurui ..
walaupun kadang-kadang, kalau misalnya dia lagi bad mood ... atau mungkin menemukan sesuatu yang ndak sreg menurut dia ... omelannya bisa panjang kali lebar kali tinggi hahahaha ...
Kalau sudah begini, didengarkan saja heheheh
pertalian jalan hidup saya dengan dia pun sering kali berpotongan ...
Dia pernah siaran di Suara Sakti ..... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia pernah kuliah di UNDIP .... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia bekerja di sebuah biro iklan kondang ... Saya mengikuti jejaknya ...
Dia banci karaoke .... Saya mengikuti jejaknya ...
hahahahah ... mungkin yang tidak diikuti satu sama lain hanya perjalanan cintanya saja .. heheheheh ...
Saya sebenarnya ndak pernah intens untuk bertemu dengannya ...
Bisa dibilang jarang bertemu dengannya ...
Tapi buat saya .... dia selalu ada di saat yang tepat ... di tempat yang tepat .. di suasana yang tepat .. heheheheh ....
Eh, tunggu .... kok blog MP ku berubah jadi kolom testimonial friendster sih ...
kacau .....
ANEKA ...
Naaah ... kemarin kubeli CD ANEKA ini dan aku senaaaang sekali ... Lagu yang ini membuatku tak berhenti menghentakkan kaki dan membuat suasana jadi ceria sekali :)
Belum tau gimana posting file audio ke MP ... ada yang mau ngajari ? ... really need private lesson nih hehehe ... dengan catatan .. guru privatnya "menggoda", menggairahkan, dan bikin horny hehehehe
anyway, kalo perlu aku yang nyanyiin .... japri aja ya ... aku nyanyiin special buat kamu --wink wink
Japanese Boy
ANEKA
He said that he loved me
never would go
oh oh
oh oh.
Now I find I'm sitting
here on my own
oh oh
oh oh.
Was it something I've said or done
That made him pack his
bags up and r'un?
Could it be another he's found? -
It's breaking up the happy home.
Mister
can you tell me where
my love has gone?
He's a Japanese boy.
I woke up one morning and
my love was gone
Oh
my Japanese boy
ooh
I miss my Japanese boy.
People ask about him every day
oh oh
oh oh.
Don't know what to tell them
what can I say? Oh oh
oh
If only he would write me or call
A word of explanation
that's all.
It would stop me
climbing the wall. -
It's breaking up the happy home.
Mister can you tell me
where my love has gone?
. . .
Was it something I've said or done
That made him pack his bags
up and run? . . .
Mister can you tell me
where my love has gone?
He's a Japanese boy.
I woke up one morning
and my love was gone
Oh my Japanese boy.
Mister can you tell me
where my love has gone?
...................NGGAK-BERHENTI-JOGED-JOGED-SENDIRI
Subscribe to:
Posts (Atom)