Friday, February 19, 2010

Haru karena Abiyu ...



Setahun yang lalu Aku kenal Abiyu.

Gambaran anak lucu ini mulai samar terlupakan di ingatan kalau saja Abiyu tidak mengirim pesan singkat

"Maaf ini no henpon Om Agus ya?"

Kujawab, "Iya betul, ini siapa ya?"

"Om Agus, ini Abiyu... Abiyu pake henpon kakak!"

Langsung Aku telpon anak ini..

Kami bicara ini itu ...

Sudah kelas 6 SD Abiyu sekarang.

Abiyu Aku kenal saat kebetulan harus mengurus sebuah kegiatan sosial perusahaan asuransi yang menjadi klien saat itu.

Abiyu kena kanker mata dan karenanya, Ia harus menggunakan bola mata palsu untuk mata kirinya.

Saat harus mengantarkan uang hasil kegiatan sosial ke rumah sakit tempat Abiyu akan mendapatkan perawatan prostese bola mata palsunya.

Aku dikenalkan dengan kawan-kawan Abiyu yang kebetulan harus rawat inap di rumah sakit.

Mereka semua terkena kanker.

Kebanyakan sudah stadium lanjut.

"Abiyu sih udah sembuh Om ... Kalo Nia, Tantri, Iwan .. terus yang itu, Koko, Jannah.. bla bla bla (Aku lupa namanya, maklum sudah setahun yang lalu) .... masih harus di rumah sakit Om ... belum sembuh"

Aku berkenalan dengan mereka.

Malaikat-malaikat kecil yang sungguh kuat.

Secara detil aku lupa pembicaraan lengkap dengan para malaikat kecil itu ...

Tapi aku dibuat kagum dengan ketabahan dan bagaimana mereka memandang kematian dan cinta...

Ini nukilan pembicaraanku dengan malaikat-malaikat kecil itu yang masih bisa teringat, setelah bicara lewat telpon dengan Abiyu kemarin:

"Kalau Tuhan sayang sama aku... kenapa Aku dikasih sakit macam begini ya? Emang Aku nakal banget ya Om? Aku sedih liat Bunda nangis terus kalo nemenin aku disini!"

--waktu itu Aku diam saja... ndak tau njawabnya gimana .... plus sedang berusaha menahan tangis sampe kerongkonganku sakit--

"Mungkin Tuhan kesepian disana ... jadi dia buru-buru panggil Aku buat pulang Om ... biar ada teman mainnya!"

--yang ini Aku nangis--

"Om Agus cengeng!"

--yang ini disorakin rame-rame sama malaikat-malaikat kecil itu karena aku nggak berhenti nangis waktu ngobrol sama mereka--

"Doaku sebelum tidur, Aku minta Mamah sama Papah udah dapet gantinya Aku kalau nanti Aku dipanggil Tuhan Om"

"Kalau mual terus malem-malem sampe Aku muntah ... Aku pengen buru-buru sama Tuhan deh Om"

"Kalo Aku dikasih sembuh ... Aku mau jadi pemaen bola! biar badannya kuat nggak gampang sakit!"

"Aku kok dibikin mimisan terus ya Om?"

Pulang dari sana mataku segede bola pingpong, mbendul karena nangis.

Tapi pembicaraan dengan Abiyu kemarin benar-benar menyenangkan.

Anak kecil yang sungguh kuat!

Abiyu, kamu ndak cuma bikin aku terharu.

Tapi juga bikin Aku buru-buru mengucap syukur.



note: gambar dipinjam dari www.gettyimages.com

4 comments:

setan said...

huahuahua..
salut dah T.T

epentje said...

"Kalau Tuhan sayang sama aku... kenapa Aku dikasih sakit macam begini ya? Emang Aku nakal banget ya Om? Aku sedih liat Bunda nangis terus kalo nemenin aku disini!"

me:
loh? sapa yg bilang kamu sakit?
karena kamu kuat dan gak manja makanya kamu kesayangan tuhan, makanya juga kamu ketemu temen2 yg lain yg kuat2 dan gak manja2 dan bisa bermain dan belajar menjadi kuat bersama mereka, bunda menangis karena bunda belum kuat, makanya kamu ajarin dong biar bunda jadi kuat juga seperti kamu

daysandminds said...

giling... gw hanya bisa nangis baca ini... dan gak berhenti nangis... giling

aRee said...

terima kasih ya...
bnyk yg terjadi sebulan belakangan ini, bertubi-tubi, dan akhirnya hati kayaknya ikut mati.
Nangis...dicoba tapi gak tau kenapa, udah gak bisa.
Mamaku juga kena kanker, satu diantara cobaan yg lagi mendera, dan kemarin, menangisi apa pun lagi rasanya gak bisa...cuma hampa.
Terima kasih, malam ini saya bisa, menangis lagi.
Masalahnya tetap ada, tapi rasa di dada ini bisa agak lega...