Sunday, December 04, 2011

Haus?



Kemarin, kawanku bercerita:

"Gus, ini yang terjadi di kantor gue. ibaratnya, Mereka tau Gue haus! Tau banget!"

"Tenang, Kita tau banget kamu haus, air minum segera datang besok!", Kata mereka.

"Yang Mereka nggak sadar Gus, kalo gue harus nunggu sampe besok, gue bakal mati karena dehidrasi!"

..........................

Aku sekali lagi teringat dengan analogi Eyang Kakung tentang hidup.

Dia bilang, hidup itu seperti pertunjukkan wayang.

Gusti sing paring urip memberikan cerita besarnya untuk kita.

Kembangan cerita diserahkan pada sang dalang.

Kitalah sang dalang itu. Kitalah yang memberi warna pada cerita besar yang sudah diterima.

DibekaliNYA kita dengan satu kotak wayang dengan beragam karakter didalamnya untuk menjahit kembangan cerita sesuai yang kita inginkan.

Susah.

Senang.

Sedih.

Gembira.

Getir.

Tawa.

Apa saja.

Berdasarkan analogi ini kawan, kalau Aku jadi kamu, gunungan wayang segera Aku balik! Babak cerita baru segera Aku mulai! Aku ndak akan menunggu sampai besok untuk mereka memberikan air minum pengobat haus.

Aku akan mencari oase dengan caraku sendiri! apapun caranya! apapun konsekuensinya!

Karena Aku percaya, kita ini bukan wayang di dalam kotak yang menunggu terambil.

Kita adalah, SANG DALANG.





2 comments:

[ epentje ] said...

cerita ini tidak consistent dengan cerita setelah nya (Jangan Cengeng)

so, anjuran gw... yg jangan cengeng di hapus aje, karena tidak sesuai dengan peri-kejantanan dan peri-ketidak-cengengan :)))))

viclee said...

menurut gw justru kedua cerita ini menjukkan klo tulisan2 Sipenulis terasa lebih hidup dan real..krn sangatlah mustahil kan,emotional seseorang slalu stabil?pasti ada saat2 dmna kita memiliki semangat yg menggebu2 dan mngkn merasa bisa menaklukan dunia dan lika-liku kehidupan..dan ada jg saat2 kita merasa down dan merasa dunia dan kehidupan ini begitu sulit untuk ditaklukkan..bukankah tulisan "jangan cengeng" menggambarkan bahwa gimana sipenulis bisa berusaha membangkitkan energi positif dan semangatnya untuk kembali berkobar bahwa tak ada yg tak bisa didunia dan kehidupan ini asal mau berusaha..disaat semangat itu sedang drop..krn mungkin emang sprti itulah Semangat Asli siPenulis "Tidah Mudah Putus Asa"...Hanya saja terkadang Semangat itu mengalami Pasang-Surut..bukan begitu bukan..? :P