Monday, January 02, 2012

Jendela


Jendela kedai kopi ini membingkai rasa yang tak pernah tersampaikan

Saat Engkau berlari menghindari rinai hujan dari seberang jalan

Saat Engkau menyapu pandangan ke dalam ruang

Dan mengabaikan keberadaanku di pojoknya.


Jendela kedai kopi ini membingkai rasa yang tak pernah tersampaikan

Saat Senyummu bertabrakan dengan aroma kopi tubruk panas dan Engkau memainkan kuping cangkir di depanmu

Saat senyummu menjadi antidot laraku di sini

Dari jendela ini, Aku mengumpulkan satu demi satu kenangan

Mulai dari kedatanganmu, sampai pergimu

Hanya satu yang kurang

Keberadaanmu bukan untukku.

2 comments:

roy pardomuan lumban raja said...

satu yang kurang, tapi satu yang terpenting..

viclee said...

mungkin keberadaannya memang bukan untukMu...biarpun begitu,..segala hal yg pernah terlihat olehMu tentangNya,tetep indah untuk Dikenang bukan....? :D