Tuesday, October 31, 2006

Mudik II ... Mak Comblang ... ada yang asli keturunan Mak Comblang ?

Mumpung suasana hati masih mendukung untuk menulis jurnal momen kejadian ini... soalnya ditakutkan kondisi suasana hati sudah tidak kondusif dan jatuhnya malas pula kumenulisnya.

dua hari pertama mudik sudah saya tulis jurnal kegiatan dan momen-momen berkesan di hari tersebut ... silahkan melihat dan membaca tulisan sebelumnya ... itu juga kalau anda berniat dan tertarik, sejujurnya percayalah bahwa hal sedemikian hanya patut dilakukan ketika anda sedang mengalami kebuntuan perihal apa yang harus anda kerjakan pada satu waktu tertentu.

mari-mari berkendara bersama saya menikmati perjalanan kilas balik mudik kaum rantau seperti saya ini kemarin, seminggu yang lalu.


Minggu, 21 Oktober 2006

Aaaah beginilah rasanya bisa pulang kampung. waktu merambat melambat, semuanya seperti minta dinikmati maksimal tanpa terburu-buru. Bahkan, waktu tidurpun memanjang.

Sudah jam setengah delapan pagi. Mendusin belum kumpul nyawanya kudengar lamat-lamat suara dua orang yang sepertinya terlibat pembicaraan seru di pagi hari sembari minum kopi sambil makan kue rangi.

(pembicaraan ini melibatkan dua orang, Ibu dan Bapakku. Perhatikan baik-baik bahwa kalimat yang terlontar dari Ibu adalah kalimat yang hurufnya ndoyong-doyong alias miring-miring... selaku cara yang mendengar pembicaraan dua orang ini sedang belum ngumpul nyawanya karena baru saja terbangun dari tidur nyenyak... maafkan kalau ada bagian pembicaraan mereka yang tak terdengar jelas awal-awalnya ... yang pasti, inti dari pembicaraan mereka berhasil membuat si pencuri dengar terkaget-kaget terkikik-kikik di pagi hari)

"Lha piye ... si Titin udah di kasih tau belum sih hgdsgda hsgdahsgda"

"Uwis.... udah... lha wong udah aku sdgsahgai hsgdahga"

"Lha Agus udah dikasih tau belum kalo hgsag hsgdahsg sjdsag?"

(Haaah ... ada kudengar namaku disebut... ada apa nih?)

"Ngomonge karo Titin gimana emang?"

"Yooo tak bilang, Agus iku kerjanya di Jakarta, ngganteng... baik... belum punya pacar"
(waaaah tumben-tumbenan Bapakku melancarkan pujian demikian untuk anaknya)

"Lhaaa wong udah aku kasih juga no handphonenya agus ... suruh kirim SMS aja ke Agus buat kenalan"
(Oh no ... jangan sampai tragedi bapak-rio-saya-boleh-kenalan yang dialami temanku Rio terjadi juga padaku ... rasa kantuk berganti dengan waspada penuh dan penajaman indera pendengaran)

"Lha wong UDAH AKU KASIH FOTONYA AGUS SEGALA KE SI TITIN"
(aku hampir terjerangup terjerembab mendengar pernyataan yang satu ini)

"Lha terus si Titin bilang gimana?"

"KATANYA SIH SUKA KALO LIAT FOTONYA!"
(aku diselimuti rasa limbung .. duh kepalaku kleyengan... ono opo tho iki ?)

"Kan klop ... yang satu kerja swasta .. yang satu kerja pegawai negri.. jadi kalau ada apa-apa satu dan yang lainnya bisa saling mendukung ..."
(Hayaaaaah ... ono opo sih ?!!)

"Kemarin aku tanya sama Titin ... udah di telp apa belum sama si Agus .. lha wong kemaren dulu aku tanya ke Agus ... katanya udah di telp... eh kata Titin belum, agus belum nelp ...AKU KAN JADI MALU"
(Wooooiii yang malu itu mestinya gueeee !!!!!)

"Piye Siih ..."

"Lha iyo ... piye sih..."

dan percakapan berganti topik sambil tetap ditemani oleh kopi dan kue rangi

hemmm .. jangan pernah memancing pembicaraan ke arah ini, apapun caranya ... pikirku.

pura-pura ndak tau!

Bajindut ... setan marakhayangan ... setan ora doyan demit ora ndulit!!!!

Fakta tentang si Titin ini saudara-saudara:
1. Titin adalah adik dari karib Aan adikku yang bernama Sukiye ... jangan tanya kenapa namanya ajaib sedemikian .. Sukiye ... arti dari nama itu ? hemmm pada satu saat satu waktu aku akan bertanya langsung padanya.

2. Titin berumur 24 tahun

3. Titin seorang Polwan

4. Titin katanya sih cantik

5. Titin katanya ngebet nikah

6. Titin akrab dengan adikku, istri adikku, dan bapakku

7. titin dianggap berbibit, berbebet, berbobot yang cukup untuk disandingkan dengan aku .. ini menurut penilaian bersama adikku, istrinya adikku, bapakku, dan ibuku.

8. Titin katanya suka denganku berdasarkan dari deskripsi Adik, istri adik, Bapakku

9. Titin bilang berdasarkan foto yang dibawa bapakku ... memutuskan bahwa Agus Hariyo Purnomo itu ngganteng

10. Titin suka padaku bahkan sebelum kubertemu dengannya.


jelas? kalau ada pertanyaan selanjutnya mengenai si Titin Polwan ini, baiklah aku akan dengan suka hati menjawabnya.

Hari minggu menjelang sore...

pohon jambu depan rumah sedang banyak-banyaknya berbuah ... senang rasanya menikmati pemandangan itu sambil duduk di teras rumah dan minum es cingcau ijo ditemani pisang goreng buatan pembantu baru bernama Aminah yang memilih untuk pulang mudik saat malam takbiran.

"Mas, yok ajak jalan-jalan Raihan ... ponakanmu ini sedang seneng-senengnya mandi bola" Aan adikku bilang

"Kemana An ?"

"Ke ADA Swalayan aja ..."

"Yuk..."

kami menghabiskan waktu 2 jam sore itu menemani Raihan mandi bola.

"Jangan langsung pulang yuk.. makan aja di food court.. sambil nunggu temennya Aan"

"Oh ok ..."
.......

sembari menunggu ... kulihat serombongan Polwan menuju ke arah kami.

"Itu temen-temenmu An?

"Iya...."

lhaaa ... lho kok serombongan itu menyebar .. memisahkan diri masing-masing ...

tinggal satu orang Polwan yang tetap berjalan ke arah kami ...

duh aku kok perasaannya nggak enak ...

"Lo lagi pasang jebakan Betmen ya An ?"

"Jebakan apaan sih ... nggak lah !"

.... si Polwan tetap berjalan ke arah kami ...

kamu bisa menebaknya ...

"Hiiii .. udah lama nunggu ya ... !!!"
(mata si polwan ini jelalatan menelanjangiku)

"Waaaahh ini Mas Agus yaaaa...!!"
(mata si polwan ini meretas maksimal seperti mata besar boneka Troll ... tatapannya melumat rakus menikmati keindahanku ... aku merasa dinodai.. aaakkkhhhh!!!)

"Ini pasti Titin yaaa..."
(SALAH LANGKAAAHH!!! bisa kudengar jantungnya berdenyar-denyar tanda bahwa perempuan ini sangat senang dengan pernyataanku tadi .. goblok! goblok! bodoooooh!)

"lhooo .. kok tau sih ? ihihihihihi"
(senyumannya seperti wanita penyedot darah ... bulu romaku bergidik)

jabatan tangannya erat

dengan bisep segede talas bogor

ditambah lagi dengan seragam Polwan yang menambah kegagahannya ...

food court di imajinasiku berubah menjadi ruangan penyiksaan ala Vivid Interactive ... aku bercawat kulit terikat dengan borgol di kaki dan tangan ... sementara wanita ini bertelanjang dada sambil memegang pecut kulit

Toloooong!!!!

tak ada cerita maaf untuk detil setelahnya ...

aku tak kuat hati ...

berbisik aku ke Aan:

"DARI MANA SIH KALIAN PUNYA PEMIKIRAN AKU SUKA DENGAN ATLET GULAT???"

ketika beranjak pulang ...
kulihat si Titin mendekati sambil mengendarai motor patroli besar sambil berkata ...

"MAU MBONCENG MAS ? AKU ANTERIN SAMPE RUMAH"

Aaaaakhhhhhh ... mampuuuuussss !!!!!

masih aku harus menarik napas dalam-dalam ketika menulisnya .... kusambung nanti saja .... ada banyak hal yang harus dibagi ...
sampai ketemu lagi ....

9 comments:

rina said...

kesasar sampai sini :D
ngebaca tulisannya ga' tega untuk ga' bilang "kasian si Titin".

Kirain cumah wanitah sajah yg boleh menilai seperti ituh....

salam kenal

soul sinsger said...

huahahaha
lumayan lho mr. Black, dapet polwan bakal aman tentram dan sejahtra loh negeri ini... *Kaburrrrrrrrrrrrrr

you-DHA said...

huahahhahauahauahau...LOL *ampe guling2*
Tulisanmu itu lho mas!!
Selalu berhasil bikin aku mringis2 ndak jelas:D
Kapan tuh ke ADA?? WAh..coba ya kita ketemu disitu. PEngen liat muka panjengan sepanik apa.hohohoho...

v1rzh4 said...

hahaha......
kocakkk banget sih critanya...

trus, apa kabar si Titin sekarang, mas? :-P

imgar said...

hehehe..
asyik gak dibonceng pake motor besar..? :p

Kardi said...

Gusye,

Ga boleh gitu lho sama calon BOJO-mu.

Ga takut di borgol ntar...
(hmmm... fantasi-ku kok jadi liar yah... hussss!!!!!)

Tapi kalo dipikir2, namanya jadi bagus lho:

Ibu Titin Agus Hari Purnomo

guario said...

Wakakaa... Hahaha...hihihi... huehuhuehue...kekeke...

*berguling2 di lantai*

*tarik nafas*

*berusaha bijak*

TABAH YA.

mutiara nauli pohan said...

selamattttttttt ;p

hahahahahaha

kiko said...

denmas agus hariyo purnomo *hihih*
ya olo critamu ini asli bikin gue tergulingguling ganggung wakakakakakak. mana gue juga punya temen namanya titin dgn ekspose kayak polwan :)) :))
'lam kenal ya. gue suka pol sama tulisan elo yg kayak permen karet : manis legit, enak dikunyah, liat, semriwing, tapi tahan lama kayak alkaline :p