Monday, November 24, 2008

Marah... eh, salah .. kecewa ... eh salah ... sedih lebih tepatnya .. eh, salah ... sebal? ... errrrr aduh aduh aduh

Kemarin saya punya proyek ambisius,

PULANG KERJA SEBELUM JAM 6 SORE !!!

sangat ambisius heheheh ... lha wong, pulang jam 7 atau jam 8 malam saja sudah dikategorikan ajaib!

Seorang karib yang baru saja hari minggu kemarin menikah (dan saya menjadi MC kawinannya ... aheeeem) mengundang untuk berkumpul

pergilah saya ke Kafe Pisa Menteng

naik busway jalur kuningan dan berencana turun di halte Latuharhari untuk lanjut naik ojek ke Menteng biar cepat sampai ...

Busway sudah penuh ketika saya masuk dari halte Pejaten ...

di halte imigrasi ...

masuklah seorang Ibu dengan dua anak ...

tubuhnya mungil ... anaknya yang pertama kurasa masih SD, umur 7 tahun

yang paling bungsu mungkin sekitar 2 tahun umurnya

digendongnya anak yang paling kecil

beringsut-ingsut sang Ibu mendekat dan berdiri disebelah saya ...

kebetulan .. ndilalah .... di lajur tempat duduk depan saya, yang duduk semuanya perempuan

saya tengok, di lajur tempat duduk belakang saya, yang duduk perempuan semua pula ....

Ahhhh para lelaki telah melakukan apa yang biasanya diharapkan para perempuan ...

mempersilahkan untuk para perempuan menguasai tempat duduk dan dengan rela berdiri sampai tempat tujuan ....

Si Ibu mulai kepayahan ... si bungsu berat sekali nampaknya ...

saya tersentuh ...

"Turun dimana Ibu?"

"Di Latuharhari mas..."

--sama denganku nampaknya--

dan halte Latuharhari masih sedemikian jauh ...

busway ini berjalan lambat terimbas macet ...

peluh sang Ibu mulai muncul ...

saya sapu pandangan saya pada para perempuan-perempuan yang duduk di depan saya ..

DAN MEREKA BERLAKU SEPERTI TAK MELIHAT SANG IBU DI DEPAN MEREKA ....

ada yang kemudian tertidur ...

ada yang menunduk baca majalan ...

ada yang menunduk saja

ada yang ngerumpi dengan perempuan di sebelahnya ...

ASTAGA.......

aku yakin, salah satu dari perempuan yang duduk itu juga seorang Ibu ...

tidak kulihat diantara perempuan yang duduk itu terlihat sakit, lemas, atau pun dalam kondisi tak berdaya untuk menggantikan sang Ibu ... berdiri dan membiarkan sang Ibu untuk duduk ...

ADA APA DENGAN PEREMPUAN-PEREMPUAN INI?????!!!!

"Mbak-mbak, ada yang gantian dengan Ibu ini nggak ya? saya kasihan dengannya!"

LAGI-LAGI PEREMPUAN-PEREMPUAN INI MENDADAK BUTA DAN TULI!

"Nak ... sini, om gendong sama om yuk? neng cantik, Bunda capek tuh kayaknya .. gendong sama om ya nak?"

ajaib, si anak tak menolak

"makasih ya mas!"

Halte Latuharhari masih jauh

sang anak anteng dalam gendongan saya ....

tapi hati saya sudah ndak karuan

MARAH... KECEWA .... SEBAL .... SEDIH .... ahhhh semuanya ...

Banyak perempuan Ibu Kota

HATINYA MATI !!!!!....


3 comments:

ceritayuda said...

Itulah orang indonesia. Hatinya bukan saja mati, lebih parah. Mereka nggak punya hati.
Wah...gentle sekali dirimu. Hihihihihihi

farara said...

Beberapa hari yang lalu, gue pulang naik bus kota yang sesaknya minta ampun. Kebetulan gue termasuk penumpang yang berdiri, karena kursi gue udah gue kasih ke ibu2 yang agak tua.

Persis di belakang supir, ada ibu hamil 7 atau 8 bulan berdiri.
3 deret pertama persis di depan ibu hamil yang berdiri itu, isinya perempuan semua 9 orang.
satu deret dibelakangnya, 3-3nya duduk laki2 semua.
NGGA ADA SATUPUN DARI 12 ORANG TERKUTUK ITU YANG MAU KASIH KURSINYA KE IBU HAMIL TADI!!

Semua orang yang berdiri udah gerah ngeliatnya.
Perempuan yang berdiri di depan gue, udah bilang ke salah satu laki2 di deret ke 4 untuk ngasih kursinya ke ibu itu. Dan laki2 itu diam aja.

Bisik-bisik makin keras. Dan jadi lebih keras lagi waktu si ibu hamil yang pegal (karena dia megangin pinggang belakangnya terus) tiba-tiba jongkok.

dan masih ngga ada juga orang yang mau berdiri, dan ngasih kursi ke ibu itu.
Dia berdiri dari Slipi ke UKI..

Satu saat, gue berharap bus itu terbalik aja. Dan bagian depannya jatuh duluan.. Biar orang2 yang ngga punya hati itu tahu rasa. Tapi gue maunya si ibu hamilnya selamat *heheh*
padahal kan gue penumpang juga ya disitu..

Kecewa gue sama warga Jakarta..
Kirain di busway, orang2nya masih lebih peduli daripada di patas. Ternyata ngga ada beda

Arya said...

ah farara .. aku juga berpikiran yang sama :) salam kenal ya neng :)