Sunday, February 19, 2006

Biodata VII (Witing Tresno Jalaran Saka Kulino ... Pacar I , Opium)

Project pribadi untuk menuliskan perjalanan sisik melik kehidupan sendiri ternyata menyenangkan ... aku bisa senyum-senyum sendiri mengenang masa senang .... aku juga bisa bersyukur mengenang masa sulit ... karena ternyata aku diingatkan bahwa aku ini ndak selembek yang dibayangkan ... kulitku ternyata lebih badak dibanding yang kukira heheheh

baik,
mari kita sambung ...

kemarin itu aku sampai dimana ya ?

aku ingat,

tapi pelan-pelan .... belanda masih jauh, aku mau nulis detil-detilnya pelan-pelan ...

kan seperti naik delman,
kamu masih bisa tengok kiri tengok kanan

beda dengan shinkasen,
kereta listrik yang melihat ke kiri dan ke kanan maka kau akan terserang sakit kepala sebelah dan semuanya berpusing dengan cepat ...

mari semuanya masuk dengan cepat ke delmanku ...
delmanku akan merambat lambat biar kau puas menengok ke kiri ke kanan

------------------------------------------------------------

Witing tresno jalaran saka kulino ... benda apakah itu denmas ? ...

baiklah penjenengan saya kasih pirsa ... saya beri tahu,
witing tresna jalaran saka kulino iku berarti ... perasaan yang tumbuh perlahan-lahan .. yang dipupuk dengan kesabaran ... yang disiangi oleh ketekunan ... dan akhirnya menimbulkan rasa memerlukan ... menimbulkan rasa sayang

demikian juga dengan cinta pertama saya dengan Opium ...

-----------------------------------------------------

menginjak bulan kedua Opium menjajah rumah kami ....

dengan jadwal kunjungan yang mengalahkan jadwal kunjung dokter ke ruang-ruang pesakitan

dia selalu adaaaa di rumah ...

ke ruang makan ... kulihat dia sedang ngobrol sambil klepas klepus ngerokok dengan ibuku ...

ke ruang keluarga ... kulihat dia sedang main catur dengan adikku sambil ngemil kuaci bunga matahari ...

rumahku jadi bertambah sempit ...

tapi,
aku jadi penasaran dengannya ....

tanpa sadar, seringkali pulang sekolah aku mencuri masuk ke studio mininya ... kulihat lukisan-lukisan buatannya ...

lha,
kok malah keterusan ...

perbuatan mencuri masuk studio mininya di belakang rumah jadi satu kebutuhan setiap pulang sekolah ...

sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit demi sedikit aku kagum dengan dia

............(sampai disini aku clueless hahaha .. susah juga ya nulis sok romantis kalo kondisi mood lagi pengen "ngasasi" ... alias ngakak sana sini ... lagi senang .. dan biasanya saraf romantisku baru muncul kalo hati lagi sedih hehehehe) ...................

pokoknya dari kelas 2 sma sampai aku kelas 3 sma ...

akunya malu-malu tapi mau ...

hahahah di depannya sih aku galak abis-abisan ....

tapi begitu dia pergi ......................................... meoooooooong ..... kucing abis! minta dibelai-belai ! hakakakakaka ....

tahun pertama minus pegangan tangan ...

tahun pertama minus ciuman ....

tahun pertama minus romansa ! ...

jangankan "tidur bareng" ... saat aku mulai suka,
kamarku bukan single bed lagi ... tapi double bed !!! jadi jauh2an ...

lagi pun , opium nggak minta yang aneh-aneh sih dulu ...

padahal ....................................aku kan pasif agresif :) .................... ditoel ..... dicolek dikit ...... pasti langsung ketimpringan gatel minta digaruk hakakakakaka ...

apalagi dulu aku minus pengalaman untuk begituan .....

dalam hati sih ngempet ! ...........

untung gengsi lebih gede daripada hasrat ....

tapi sekarang kalo mikir dulu itu ....................................... MAKAN TUH GENGSI ! hakakakakak

menginjak bulan ke empat,

galak-galak macan berganti jinak jinak anjing :) hakakakak ...

ritual malam berganti,

kuhabiskan waktuku menemaninya melukis ...

kuhabiskan waktuku melihatnya ...

bau keringatnya ternyata seksi ............................... (pelacur mode on)

seksi ternyata tidak ada di tubuh yang sintal atau kekar ...

melihatnya bersemangat melukis saat itu seksi bagiku!

tapi akan lebih baik kalau dia cakep ! .............................. sigh, sesuatu yang tidak ada pada saat itu hakakakak ...

rasa sayang sama opium baru benar-benar berakselerasi cepat ketika dia ada di masa-masa sulit...

mari aku bagi masa-masa sedih ....

94 - 95
Masa dimana aku mengais rejeki ngamen dari kafe ke kafe dengan suara pas-pasan macam begini ...
suka sedih kalo nyanyi ala jejeritan dot com penuh semangat tapi yang tepuk tangan cuma pelayan kafe dan bartendernya ...
tapi bisa dipastikan kalau setiap saat di pojokan, ada manusia bernama opium setia menemani sampai jatah bernyanyi selesai ...
walau cuma dibayar 15 ribu untuk 2,5 jam (1,5 jam pertama... break 30 menit ... nyanyi lagi 1 jam) ... tapi aku rasanya enjoy aja ................................ abis ada yang bisa dimarah2in dan yang dimarahin tetap ada di samping dengan muka ala lempeng dot com hahahahah



--sampai disini dulu .... aku ada kerjaan yang harus selesai hari ini .... sambung nanti setelah rehat siang .... naik sepedah ke rumah nenek ..... daaaaahhh dulu yaaa nekkkkk ! --